Kematangan vs Keamanan Makanan

Kematangan vs Keamanan Makanan

Kesehatan 54

Kematangan makanan atau yang sering kita sebut dengan “doneness”, diartikan sebagai kondisi dimasak sampai tingkat yang diinginkan. Contohnya, kamu meminta tingkat kematangan steak daging medium rare. Jadi, kematangan makanan merupakan kualitas subjektif, baik dari segi penampilan, tekstur, maupun rasa suatu makanan. 

Namun sayangnya, tingkat kematangan ini tidak menandakan bahwa hidangan tersebut aman dikonsumsi, sehingga tidak dapat diandalkan untuk keselamatan. Penggunaan termometer makanan adalah aspek yang dapat diandalkan untuk memastikan pemusnahan bakteri secara akurat, sehingga keamanan dan keselamatan dapat terjamin.

Makanan Aman

Makanan yang aman adalah hidangan yang telah dipanaskan dalam waktu cukup lama dan pada suhu yang cukup tinggi. Hal ini bertujuan untuk mematikan bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan (foodborne illness). Kriteria makanan dianggap aman dapat kita ukur dengan pasti dan sifatnya objektif. Berikut adalah penjelasan singkatnya.

Keamanan makanan dapat dipastikan jika sudah mencapai suhu internal minimumnya

1. Unggas

Unggas utuh harus dimasak mencapai suhu internal minimum yaitu 74°C yang diukur menggunakan termometer makanan. Caranya memeriksanya adalah dengan menancapkan termometer ke bagian terdalam paha dan sayap serta bagian paling tebal dada. Jika sudah dipastikan mencapai suhu internal minimum, maka kita boleh memasaknya dengan suhu yang lebih tinggi.

2. Daging

Daging sapi, daging babi, daging kambing, semuanya harus dimasak mencapai suhu internal minimum 63°C yang diukur menggunakan termometer makanan. Pengukuran dilakukan sebelum mengeluarkan atau mengangkat daging dari sumber panas. Selain itu, demi keamanan dan menjaga kualitasnya, daging setidaknya perlu didiamkan terlebih dahulu selama 3 menit sebelum dikonsumsi. 

Penggunaan termometer makanan cukup krusial pada daging-dagingan karena kita tidak akan dapat menentukan apakah daging yang bagian tengahnya berwarna merah muda telah mencapai suhu internal minimumnya. Sekali lagi, kematangan (doneness) dan keamanan (safety) makanan didefinisikan dengan cara yang berbeda.

3. Daging Giling dan Unggas

Warna daging bukanlah indikator kematangan yang akurat. Ketika daging giling dimasak, mungkin warnanya sudah berubah menjadi kecokelatan, tetapi belum tentu sudah mencapai suhu di mana bakteri dapat dimusnahkan, misalnya pada daging sapi atau daging ayam sebagai patty dalam burger. Keamanannya hanya dapat dipastikan menggunakan termometer makanan, dengan kriteria 74°C untuk daging unggas giling dan 71°C untuk daging sapi giling.

Tingkat kematangan suatu bahan tidak dapat memastikan keamanannya untuk dikonsumsi. Namun dengan memastikan bahwa suhu internal minimumnya sudah tercapai, maka hidangan tersebut sudah tergolong aman dikonsumsi, tetapi semuanya kembali lagi ke preferensi pribadi.

Gunakan Termometer Makanan

Keamanan makanan bukanlah sesuatu yang bisa ditebak, baik itu dengan cara memotong bagian daging untuk melihat warna atau hanya dengan menyentuh keempukannya. Membeli termometer makanan adalah investasi terbaik untuk memastikan keselamatan kita. Cukup letakkan termometer makanan ke dalam makanan dan lihat perubahan suhu internalnya.

Tingkat keamanan makanan hanya dapat dipastikan dengan termometer khusus makanan

Kematangan makanan adalah sesuatu yang sifatnya subjektif, alias yang kita inginkan. Sementera itu, keamanan makanan adalah sesuatu yang sifatnya objektif, alias yang sudah ada pedoman umumnya. Tingkat kematangan belum tentu menandakan makanan tersebut aman dikonsumsi, karena bakteri berbahaya didalamnya belum tentu dapat dimusnahkan.