Diet Yoyo: Berat Sudah Turun Tapi Naik Lagi

Diet Yoyo: Berat Sudah Turun Tapi Naik Lagi

Kesehatan 54

Diet yoyo merupakan istilah untuk mendeskripsikan seseorang mengalami berat badan yang naik turun, bahkan lebih cepat dari naik turunnya lift. Hal ini karena ketidakkonsistenan mereka untuk menjaga berat badan yang sudah mencapai target. Alurnya seperti ini, berat badan berhasil turun setelah diet, kemudian naik kembali karena tidak menjaga pola makan, lalu kembali lagi berdiet untuk menurunkannya, tetapi pada akhirnya tetap naik kembali.

Misalnya, kamu menjalani diet cukup ketat menjelang hari kelulusan agar dapat mengenakan kebaya yang slim. Namun setelah itu berakhir, pola makan tidak jaga, akhirnya berat badan yang awalnya hilang kembali lagi. Lalu tak lama setelah itu, kamu berdiet lagi karena merasa perutmu semakin membuncit, setelah berhasil lagi, pola makanmu kembali memburuk karena merasa target sudah tercapai.

Tentunya, kondisi ini hanya akan membuat frustasi, juga berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian, seseorang akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih besar dari waktu ke wati. Tak hanya itu, banyak dari mereka yang pada akhirnya menggunakan obat pencahar atau pil diet hanya untuk kembali menurunkan berat badan.

Mengalami penurunan berat badan memang hal yang positif, tetapi berbeda dengan diet yoyo. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang melakukan diet yoyo memiliki kesehatan metabolisme yang lebih buruk, terutama karena peningkatan jumlah lemak yang tinggi. Tidak hanya pada perempuan, tetapi juga berlaku bagi laki-laki.

Diet yoyo adalah fenomena di mana seseorang mengalami penurunan dan kenaikan berat badan secara berulang

Alasan Seseorang Mengalami Diet Yoyo

Jika kamu merasa mengalaminya saat ini, ketahuilah bahwa ini bukanlah sesuatu yang harus ditutup-tutupi. Namun, kamu perlu tahu, pastinya ada alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Berikut adalah 3 alasan mengapa diet yoyo bisa terjadi, yang mungkin bisa menjadi bahan pembelajaran bagimu untuk kedepannya.

1. Reaksi Tubuh terhadap Pembatasan Makanan

Ketika menjalani diet yang cukup ekstrem, seseorang akan cenderung makan berlebih setelahnya. Hal ini salah satunya disebabkan karena menurunnya jumlah leptin, yaitu hormon yang mengatur rasa lapar. Jumlah leptin ini berkurang seiring dengan penurunan jumlah lemak tubuh, yang terjadi ketika seseorang menjalani program penurunan berat badan.

Jadi, semakin sedikit leptin, semakin sering kamu merasa lapar. Contoh kasusnya seperti ini, ketika kamu membatasi minuman manis dan fast food selama 3 bulan dan target berat badan berhasil tercapai, kamu menjadi bangga, tetapi pada akhirnya kamu melampiaskan keberhasilan tersebut dengan asal makan dan tanpa “di-rem”.

Diet yoyo mengakibatkan rasa lapar berlebihan setelah pembatasan makanan secara ketat

2. Penurunan Metabolisme

Ketika mengurangi asupan makan secara drastis, tubuh akan merespons dengan cara melambatkan metabolisme. Hal ini kemudian menyebabkan penurunan berat badan menjadi lebih sulit dan risiko kenaikannya justru lebih tinggi di kemudian hari. Bahkan, tingkat laju metabolismenya mungkin jadi jauh lebih rendah untuk ukuran tubuhmu saat ini.

3. Tidak Mau Konsisten

Setelah proses penurunan berat badan selesai, seseorang cenderung tidak lagi memiliki target spesifik, pun tak ada dukungan dan pengaturan yang sama seperti saat program diet berjalan. Hal ini pada akhirnya hanya akan membuat seseorang sulit mempertahankan berat badannya saat ini karena tidak mau konsisten)

Diet yoyo merupakan keadaan di mana seseorang mengalami kenaikan dan penurunan berat badan setelah menjalani diet berulang kali. Terdapat 3 alasan sederhana mengapa ini terjadi, yaitu reaksi tubuh terhadap pembatasan makanan (rasa lapar berlebihan), penurunan metabolisme (proses pembakaran kalori tidak secepat awalnya), dan tidak mau konsisten (tidak mampu mempertahankan pola makan yang baik).