Langkah-Langkah Diet Eliminasi

Langkah-Langkah Diet Eliminasi

Kesehatan 92

Butuh waktu untuk diet eliminasi menunjukkan hasil, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan (4 hingga 8 minggu). Jadi, kamu tidak menghilangkan makanan-makanan tertentu selamanya, melainkan hanya dalam jangka waktu tertentu agar tubuh dapat meresponnya. Terdapat 2 tahap sederhana dalam diet eliminasi, yaitu menghilangkan dan memperkenalkan kembali.

1. Tahap Eliminiasi

Sekitar 2-3 minggu pertama, kamu akan melakukan tahap eliminasi. Pada tahap ini, kamu perlu menghindari makanan yang diduga memicu gejala penyebab ketidaknyamanan pada saluran cerna. Makanan yang biasanya dihindari meliputi kacang-kacangan, jagung, kedelai, produk susu, buah-buahan sitrus, sayuran golongan Solanaceae (tomat, paprika, terong, kentang, cabai), gandum, gluten, daging babi, telur, dan seafood. 

Dengan menghapuskan makanan-makanan ini dari kebiasaan makan sehari-hari, kamu dapat menentukan apakah gejala yang terjadi disebabkan oleh makanan tersebut atau faktor lain. Jika setelah 2-3 minggu gejala tetap ada, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi kembali. Hal ini mungkin terjadi karena makanan pemicunya tidak termasuk ke dalam makanan yang kamu hilangkan.

2. Tahap Pengenalan Kembali

Setelah makanan dihapuskan dari pola makan sehari-hari selama 2-3 minggu, maka selanjutnya mereka diperkenalkan kembali ke dalam diet, ini yang disebut dengan tahap pengenalan kembali (reintroduksi). Setiap kelompok makanan diperkenalkan satu per satu selama 2-3 hari sambil mengamati gejala yang muncul. 

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan termasuk ruam dan perubahan pada kulit, nyeri sendi, sakit kepala atau migrain, kelelahan, kesulitan tidur, perubahan pada sistem pernapasan, kembung, sakit perut atau kram, dan perubahan kebiasaan buang air besar. Jika tidak ada gejala yang muncul selama fase reintroduksi, maka makanan tersebut dianggap aman.

Selanjutnya, lakukan hal yang sama pada makanan-makanan lain yang belum dimasukkan kembali ke dalam makanan sehari-hari. Jika pada makanan tertentu muncul gejala yang tidak diinginkan, makanan tersebut harus dihindari kembali. Ingat, tahap ini harus dilakukan secara perlahan agar tidak perlu mengulanginya dari awal.

Makanan yang Boleh Dikonsumsi

Pada diet eliminasi, memang kesannya kita harus sangat membatasi konsumsi makanan tertentu. Namun meskipun begitu, proses ini masih memungkinkan dirimu untuk tetap menikmati makanan sehat dan lezat. Berikut adalah daftar makanan yang masih boleh dikonsumsi selama diet eliminasi:

  • Buah-buahan: semua buah kecuali buah-buahan sitrus

  • Sayuran: semua buah kecuali sayuran Solanaceae (tomat, paprika, terong, kentang, cabai)

  • Biji-bijian: beras, buckwheat, quinoa

  • Daging dan ikan: kalkun, domba, salmon

  • Pengganti susu: santan, rice milk

  • Lemak: minyak zaitun, minyak biji rami, minyak kelapa

  • Minuman: air putih, teh herbal 

  • Rempah, bumbu, dan lainnya: lada hitam, kunyit, lengkuas, jahe, cengkeh, serta rempah-rempah segar lainnya, apple cider vinegar

Semua buah masih boleh dikonsumsi kecuali buah sitrus

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi

Pada tahap eliminasi, ada cukup banyak kelompok makanan yang harus dihindari demi mengidentifikasi pemicu gejala. Semakin banyak makanan yang dihilangkan, maka semakin besar kemungkinannya kamu menemukan makan pemicu gejala. Berikut adalah daftar makanan yang seringkali tidak diperbolehkan:

  • Buah sitrus: jeruk, lemon, grapefruit

  • Sayuran Solanaceae: tomat, paprika, terong, kentang, cabai

  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: semua kelompoknya

  • Legum: semua kelompoknya

  • Makanan bertepung: gandum, barley, jagung, rye, oat, roti serta, serta makanan mengandung gluten

  • Daging dan ikan: daging olahan, daging sapi, ayam, babi, telur, dan seafood

  • Produk susu: susu, keju, yogurt, dan produk olahan dengan susu

  • Lemak: mentega, margarin, mayones

  • Minuman: alkohol, kopi, teh hitam, soda, dan sumber kafein lainnya

Daging sapi, ayam, telur, dan seafood perlu dihindari selama diet eliminasi

Diet eliminasi memerlukan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan untuk dijalankan, di mana terdapat 2 tahap yaitu eliminiasi (menghilangkan kelompok makanan tertentu) dan reintroduksi (mengenalkan kembali makanan yang telah dihapus sebelumnya). Selama prosesnya, dibutuhkan kedisiplinan dan kesabaran demi menemukan makanan apa saja yang menjadi penyebab muncul gejala.