Cara Persiapan dan Penyimpanan ASI yang Aman

Cara Persiapan dan Penyimpanan ASI yang Aman

Kesehatan 175

1. Persiapan

Sebelum memerah ASI, pastikan untuk mencuci tangan hingga bersih dengan sabun dan air mengalir. Pastikan peralatan pompa ASI dalam keadaan bersih pula. Jika ditemukan jamur, maka harus diganti. Bersihkan peralatannya dengan menggunakan desinfektan. Jika sudah yakin bahwa seluruhnya bersih, maka pompa ASI bisa dilakukan.

2. Penyimpanan

ASI dapat disimpan di suhu ruangan, di kulkas, atau di freezer. Lama masa simpannya yang man tergantung pada lokasi dan jenis wadah yang digunakan. Biasanya, ASI disimpan dalam jumlah 2 hingga 4 ons per wadah (sisakan sedikit ruang karena ASi akan mengembang saat dibekukan). Jenis wadah penyimpanan ASI yang tepat adalah sebagai berikut:

a. Kaca

Merupakan pilihan terbaik untuk menyimpan ASI karena mampu mempertahankan komponen-komponen penting dalam ASI. Namun, karena sifatnya yang mudah pecah, ibu perlu kehati-hatian yang tinggi saat menggunakannya.

b. Plastik Keras

Merupakan alternatif kedua untuk menyimpan ASI. Pastikan untuk memilih plastik yang bebas BPA (Bisphenol-A) dengan warna yang bening atau buram. Jika terdapat label daur ulang nomor 7, maka jangan dipakai karena itu menunjukkan bahwa bahannya mengandung BPA.

c. Kantong ASI

Kantong penyimpanan khusus yang saat ini kian populer sangat cocok untuk penyimpanan ASI di freezer. Namun, terdapat risiko kebocoran yang cukup tinggi, sehingga jika kantongnya tipis, usahakan untuk melapisinya lagi. 

Saat menyimpan ASI, labeli wadahnya dengan tanggal diperah. Simpanlah di dalam kulkas atau freezer, bukan di bagian pintu. ASI yang tidak dikonsumsi dalam waktu 4 hari harus dibekukan. Berikut adalah lama tahan ASI dalam berbagai jenis suhu penyimpanan secara berurut mulai dari suhu ruang (25°C), kulkas (4°C), freezer (-18°C atau lebih rendah)

  • ASI perah segar: 4 jam, 4 hari, 6 bulan (terbaik) tetapi tetap bisa disimpan sampai 12 bulan

  • ASI yang telah dicairkan setelah beku: 1-2 jam, 1 hari, ASI tidak boleh dibekukan kembali setelah dicairkan

  • ASI sisa: penggunaan maksimal 2 jam setelah bayi setelah mengonsumsinya

Masa simpan ASI akan berbeda tergantung tempat penyimpanannya

3. Pencairan

Cairkan ASI dengan tanggal yang paling awal (ASI tertua yang disimpan). Gunakanlah metode first in first out. Cara mencairkan ASI beku adalah mengalirinya dengan air hangat-hangat kuku, dengan wadah berisi air hangat, atau masukkan ke dalam kulkas semalaman. Jangan pernah mencairkan ASI dalam microwave karena dapat menghilangkan kandungan gizinya, terutama protein dan vitamin.

Setelah ASI 100?ir menyeluruh, maka batas waktu penggunaannya adalah 24 jam. ASI yang telah dibekukan tidak boleh dibekukan kembali dan jangan sampai ASI berada pada suhu yang lebih tinggi dari suhu ruang (25°C) karena berisiko tinggi untuk mengalami kontaminasi dan tidak dapat diberikan kepada bayi.

Jangan bekukan kembali ASI sisa yang telah dicairkan

Menjaga kebersihan saat memerah ASI, memilih wadah penyimpanan yang tepat, serta menyimpan dan mencairkan ASI dengan benar adalah langkah-langkah penting dalam menjaga kualitas dan keamanan ASI perah. Dengan mengikuti tips-tips ini, ibu dapat memastikan bahwa ASI tetap aman dan bergizi untuk bayi, serta juga melindungi bayi dari risiko kontaminasi dan penyakit. Ibu sudah melakukan yang benar belum?