Alternatif Susu Sapi: Cukup Bergizi tetapi Bijak dalam Memilih!

Alternatif Susu Sapi: Cukup Bergizi tetapi Bijak dalam Memilih!

Kesehatan 60

1. Soy Milk

Soy milk atau susu kedelai adalah alternatif utama yang paling populer untuk menggantikan susu sapi. Soy milk tersedia dalam berbagai variasi, mulai dari tanpa gula, rendah lemak, hingga berasa-rasa seperti cokelat dan vanilla. Jika dibandingkan dengan susu sapi, kandungan proteinnya hampir mirip, sehingga cocok sebagai alternatif yang paling mendekati dalam hal kandungan gizinya. 

Produk soy milk biasanya diperkaya dengan kalsium, vitamin A, vitamin D, serta riboflavin, mirip dengan susu sapi. Tak hanya itu, susu kedelai juga mengandung isoflavon, antioksidan alami yang mungkin berkaitan dengan pengurangan risiko penyakit jantung dan kanker payudara. Meskipun begitu, susu kedelai bukanlah pengganti untuk ASI atau susu formula bayi.

2. Almond Milk

Almond milk atau susu almond terbuat dari kacang almond yang dihancurkan lalu diberi air, dan sering kali ditambahkan pemanis. Teksturnya cukup creamy seperti susu sapi. Jika dibandingkan dengan susu sapi dan susu kedelai, kandungan proteinnya lebih rendah. Sebenarnya, lebih baik mengonsumsi almond dalam bentuk aslinya daripada susu karena kandungan airnya yang tinggi.

Susu almond bukanlah sumber vitamin, mineral, dan asam lemak yang baik, karena jumlahnya tidak sebanyak susu sapi kecuali jika diperkaya. Hal ini membuat susu almond tidak tepat sebagai pengganti ASI atau susu formula bayi. Biasanya, susu almond lebih digunakan untuk pembuatan es krim dan makanan lainnya.

Almond milk lebih cocok digunakan sebagai campuran es krim atau sebagai bahan campuran

3. Cashew Milk

Cashew milk terbuat dari kacang mete, mentega mete, dan air. Teksturnya creamy dengan rasa yang manis dan nutty. Maka dari itu, cashew milk cocok untuk dijadikan campuran smoothie atau sebagai pengganti susu sapi dalam hidangan penutup. Sayangnya, kandungan serat, protein, vitamin, dan mineral dari kacang mete utuh akan hilang karena ampas kacangnya disaring dari susu. 

Jika dibandingkan dengan susu sapi, cashew milk mengandung kalori, lemak, protein, serta karbohidrat yang lebih rendah. Maka dari itu, ia tidak cocok dijadikan sebagai pengganti  susu sapi bagi orang-orang yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi, tetapi bagus bagi mereka yang ingin mengurangi asupan kalori harian. 

4. Rice Milk

Rice milk atau susu yang terbuat dari beras tergolong bebas gluten, kacang-kacangan, serta kedelai, sehingga banyak dikonsumsi oleh orang yang alergi atau intoleran terhadap bahan-bahan tersebut. Jika dibandingkan dengan susu sapi, kandungan proteinnya lebih rendah, tetapi karbohidratnya lebih tinggi. Namun, rice milk sering diperkaya dengan kalsium, vitamin A, dan D. 

5. Coconut Milk

Coconut milk adalah nama keren dari santan. Teksturnya mirip dengan susu berlemak, sehingga cukup tinggi kandungan lemak jenuhnya, tetapi proteinnya lebih rendah daripada susu sapi. Maka dari itu, coconut milk jarang sekali dijadikan sebagai pengganti susu sapi harian, tetapi lebih sering dijadikan komposisi pembuatan kue. 

6. Oat Milk

Oat milk terbuat dari campuran oat dan air. Saat ini, penggunaannya sudah cukup populer, mirip seperti soy milk dan almond milk. Untuk meningkatkan daya terimanya, oat milk umumnya ditambahkan dengan gum, minyak, dan garam demi rasa dan tekstur yang enak.  Rasa alaminya manis dan lembut, sehingga sering dimakan bersama dengan sereal atau smoothies.

Jika dibandingkan susu sapi, kandungan kalorinya mirip, tetapi dengan jumlah karbohidrat dua kali lebih banyak, sementara protein dan lemaknya lebih rendah setengahnya. Selain itu, oat milk kaya akan serat total dan beta-glukan. Hal ini membuatnya bermanfaat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, membuat kenyang lebih lama, serta tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tinggi setelah makan.

Oat milk mengandung protein dan lemak yang lebih rendah, tetapi tinggi serat jika dibandingkan dengan susu sapi

Ada banyak alternatif susu sapi yang tersedia di pasaran dengan manfaat gizi yang beragam pula, mulai dari soy milk, almond milk, cashew milk, rice milk, coconut milk, hingga oat milk. Namun, setiap jenis susu nabati memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Maka dari itu, semua kembali lagi kepada kebijakan kita dalam memilihnya.