7 Tips Menghilangkan Rasa Bersalah Saat Mengalami Food Craving

7 Tips Menghilangkan Rasa Bersalah Saat Mengalami Food Craving

Kesehatan 53

1. Kenali Keinginanmu

Keinginan atau craving adalah hal yang wajar dialami oleh semua orang. Ketika keinginan tersebut muncul, cobalah untuk duduk dan mengenalinya tanpa langsung berusaha untuk memenuhinya atau mengabaikannya. Rasakan di mana lokasinya dalam tubuh dan perhatikan sensasi yang muncul. Cari tahu juga apakah ada ingatan, pengalaman, atau gambaran tertentu yang muncul bersama dengan keinginan tersebut. 

Food craving mungkin muncul karena keadaan emosional yang terjadi. Dengan cara ini, kamu telah belajar memahami dari mana asal keinginan itu, tanpa perlu mencoba untuk memahaminya secara rasional, dan itu tidak masalah. Biarkan informasi datang secara alami, kesampingkan terlebih dahulu pikiran rasional yang ada.

Mengenali keinginan adalah hal pertama yang perlu dilakukan

2. Temukan Alternatif

Terkadang, food craving dapat terpenuhi atau berkurang dengan cara lain selain makan. Cobalah minum segelas air, tidur sebentar, berjalan-jalan, menghubungi kerabat, atau mandi air hangat. Kegiatan-kegiatan ini mungkin dapat membuatmu sadar dan lupa akan kebutuhanmu untuk makan makanan tertentu. Jika benar, maka ini menandakan bahwa keinginan tersebut mungkin tidak berasal dari rasa lapar yang sebenarnya.

3. Buat Keputusan dengan Sadar

Setelah kamu memberikan ruang untuk merasakan dan mengeksplorasi keinginan, selanjutnya kamu bisa memutuskan apakah ingin makan atau tidak. Jika memilih untuk makan, pastikan secara penuh menikmati pengalaman tersebut. Cara ini dimaksudkan agar kamu berani eksplorasi dan memahami diri sendiri. Baik memutuskan makan atau tidak, tidak ada yang salah di antara keduanya.

4. Perhatikan Perut dan Bernapaslah

Mungkin terlihat lucu, tetapi cobalah untuk memberi perhatian khusus pada perutmu. Hal ini karena saat food craving terjadi, banyak orang cenderung menyembunyikan atau mengabaikan bagian tubuh ini. Dengan memberikan perhatian pada perut dan napas, kamu bisa lebih terhubung dengan tubuh dan keadaan saat ini. Strategi ini dapat membantu kamu memutuskan untuk makan atau tidak makan.

5. Percayakan Pada Tubuh

“Aku harus makan atau tidak?” tentunya menjadi pertanyaan yang semakin membuat bingung dan kewalahan. Solusinya, cobalah untuk menanyakan ini kepada tubuhmu. Kenapa? Karena tubuhmu memiliki kendali untuk mengatur metabolisme dan membakar kalori. Cobalah untuk melepaskan kontrol tersebut dan percaya bahwa tubuhmu tahu apa yang dibutuhkannya. 

6. Pelajari Isyarat

Dengan mempelajari beberapa poin di atas, kamu akan semakin terbiasa dengan isyarat-isyarat yang diberikan tubuh. Jangan terlalu fokus dengan body image dan kehilangan intuisi alami. Ketahuilah bahwa tubuhmu mengalami yang namanya rasa lapar, kenyang, atau craving, dan jangan sampai mengabaikannya. Tubuhmu bisa mulai 'berteriak' untuk mendapatkan perhatian jika isyarat-isyarat ini diabaikan.

Bagian penting dari memahami isyarat tubuh adalah dengan bertanya apa yang sebenarnya kamu inginkan. Misalnya, jika ingin makan donat untuk sarapan, kamu mungkin sadar bahwa itu bukanlah pilihan terbaik untuk kesehatan. Lalu tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang sebenarnya saya inginkan?" Bisa saja itu adalah cinta, kenyamanan, atau kesenangan. Semakin sering kamu melakukannya, semakin besar kemungkinan kamu mendapatkan jawaban yang sebenarnya.

Pelajari isyarat dan tentukan apa sebenarnya yang tubuh inginkan

7. Rayakan Keinginan

Kamu tidak perlu takut memutuskan untuk makan karena takut kehilangan kontrol. Alih-alih merasakan ketakutan yang justru membuat kewalahan, cobalah untuk merayakan keinginan tersebut, karena ini adalah cara tubuh berkomunikasi dengan dirimu. Anggaplah food craving sebagai sesuatu yang positif dalam rangka membantu memperkuat hubunganmu dengan tubuh.

Memahami keinginan, menemukan alternatif, dan mempercayai tubuh adalah langkah-langkah penting untuk lebih terhubung dengan diri sendiri. Rayakan setiap kesempatan sebagai bagian dari keberhasilanmu berkomunikasi dengan tubuh sendiri. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghilangkan rasa bersalah, tetapi juga memperkuat hubungan dengan tubuh dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.