Tips Mengonsumsi Bakaran yang Lebih Aman, Tidak Sulit Kok!

Tips Mengonsumsi Bakaran yang Lebih Aman, Tidak Sulit Kok!

Kesehatan 107

Mengurangi Terbentuknya Karsinogen

Barbeque-an mungkin tak pernah terlewatkan ketika acara-acara penting. Namun bisa saja menjadi sebuah pertimbangan untuk dibatalkan karena mengetahui bahwa adanya risiko peningkatan kanker. Nah, sebelum membatalkan rencana tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi karsinogen dalam makanan yang dibakar atau dipanggang menggunakan arang. 

  • Marinasi: rendamlah daging atau bahan makanan lainnya selama 20 menit sebelum memanggang. Cara ini dapat mengurangi pembentukan heterocyclic amines (HCAs) hingga 90 persen
  • Memasak pada suhu yang lebih rendah: masaklah makanan pada suhu lebih rendah, walaupun ini tandanya waktu memasak menjadi lebih lama. Memasak pada suhu rendah dapat membantu mengurangi pembentukan HCAs dan PAHs

  • Gunakan gas sebagai sumber panas jika memungkinkan: menggunakan gas akan menghasilkan HCAs dan PAHs yang lebih sedikit

  • Perhatikan penggunaan api: pastikan api telah padam sebelum meletakkan makanan di atas panggangan. Api besar hanya akan menyebabkan pembentukan karsinogen lebih banyak

  • Tinggikan tempat bakaran atau panggangan: berikan jarak antara rak panggangan dari sumber panas agar makanan tidak terpapar suhu tinggi secara langsung atau pindahkan arang ke samping sementara bakarannya tetap di tengah

  • Pilih makanan rendah lemak: membuang lemak berlebih sebelum membakar dapat mengurangi jumlah PAHs yang terbentuk. Selain daging, ada alternatif daging yang lebih rendah lemak, seperti ayam, kalkun, atau ikan

  • Pilih arang yang tepat: arang kelapa diketahui menghasilkan lebih sedikit HCAs dan PAHs daripada arang kayu

Pilih daging rendah lemak atau buang bagian berlemak sebelum membakar

Membatasi Konsumsi Bakaran

Setelah mengetahui bahkan mengonsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar dan rektum, maka sudah seharusnya kita mengerti bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dengan metode pengolah ini harus dibatasi, terutama daging-dagingan. Berikut beberapa strategi sederhana untuk diikuti:

  • Pembatasan porsi: kontrol porsi makanan bakaran di dalam piring, misalnya hanya sekepalan tangan atau satu piring kecil

  • Penggunaan tusuk sate: ini adalah cara untuk mengakali jumlah bakaran yang dikonsumsi dalam satu kali makan

  • Selingi dengan sayuran: sayuran tidak membentuk karsinogen selama proses memanggang, pun mereka kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Jadi tambahkan kentang, paprika, zucchini, bawang, daum bawang, jamur, dan sayuran lainnya

  • Pastikan ada sayur dalam piring: protein hewani sebaiknya hanya mengisi sepertiga dari piring atau sepertiga dari setengah piring. Isi bagian kosong lainnya dengan makanan yang melawan kanker, seperti brokoli, kembang kol, kale, lobak, dan kubis

  • Tambahkan rempah: penggunaan rempah-rempah, seperti basil, thyme, rosemary dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan

  • Buang bagian yang gosong: sebisa mungkin untuk membuang atau tidak memakan bagian yang gosong karena disanalah karsinogen menumpuk

Selingi dengan sayuran dalam tusuk sate

Membatasi Konsumsi Daging Olahan

Tak hanya daging hewan utuh yang meningkatkan risiko kanker, mengonsumsi daging olahan yang dipanggang atau dibakar juga menyebabkan hal serupa. Bahkan, daging olahan jauh lebih buruk daripada daging utuh. Maka dari itu, sebaiknya konsumsilah lebih banyak daging-dagingan alami dibandingkan olahannya.

Mengonsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang memang dapat meningkatkan risiko kanker, tetapi ada beberapa tips yang dapat diikuti untuk meminimalkan terbentuknya karsinogen. Mulai dari memarinasi daging, pemantauan suhu dan waktu memasak, pembatasan porsi, hingga perlunya pelengkap seperti sayuran. Dengan cara-cara di atas, kamu bisa tetap menikmati momen-momen kebersamaan tanpa mengorbankan kesehatan.