Cacar Air: Penyakit yang Gampang Menular

Cacar Air: Penyakit yang Gampang Menular

Kesehatan 64

Cacar air adalah infeksi yang menyebabkan ruam kulit, gatal dan, berbentuk lepuh. Kondisi ini disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar air sangat mudah menular, di mana anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena, meskipun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa. Namun tidak perlu khawatir, sekarang sudah tersedia vaksin cacar air sebagai bagian dari imunisasi rutin bayi. 

Setelah pernah terkena cacar air, seseorang tidak akan tertular lagi dari orang lain. Namun jika belum pernah mengalaminya dan tidak mendapatkan vaksinnya, cacar air bisa terjadi di usia berapapun. Penyakit ini biasanya terjadi dalam 3 tahap yang mengacu pada tampilan ruamnya, yaitu:

  1. Tahap pertama adalah ruam merah dan berbintik-bintik, yang bisa berlangsung beberapa hari.

  2. Tahap kedua adalah lepuh berisi cairan, pecah setelah satu atau dua hari.

  3. Tahap ketiga adalah lepuh mengering dan membentuk keropeng, yang juga berlangsung selama beberapa hari.

Cacar air biasanya mulai muncul di wajah, dada, dan punggung. Selanjutnya, ruam menyebar ke seluruh tubuh, termasuk jari-jari tangan dan kaki. Meskipun secara umum terjadi dalam 3 tahap, seseorang mungkin saja melalui semuanya dalam waktu yang bersamaan. Maksudnya, bisa saja terdapat bintik ruam baru, lalu beberapa lainnya sudah mulai pecah, dan bahkan kering. Durasinya mungkin mencapai 10 hari. 

Gejala

Cacar air lebih umum terjadi antara usia 3 dan 6 tahun bagi mereka yang tidak mendapatkan vaksin. Namun sekarang kasusnya sudah jarang karena sudah banyak orang yang mengerti pentingnya vaksinasi. Jika dibandingkan, lebih baik mengalaminya semasa anak-anak daripada dewasa karena besar kemungkinannya akan mengalami sakit yang lebih parah. Gejala cacar air mudah dikenali dan biasanya terjadi dalam urutan berikut:

  1. Demam ringan

  2. Kelelahan

  3. Sakit kepala

  4. Sakit perut yang menurunkan nafsu makan

  5. Ruam kulit yang terasa gatal dan terlihat seperti banyak lepuh kecil

  6. Bintik-bintik berisi cairan yang terlihat seperti air susu

  7. Keropeng setelah lepuh pecah

  8. Kulit terlihat belang-belang

  9. Bintik-bintik yang mengeras dan akhirnya hilang

Selain tanda-tanda pada kulit yang mudah dikenali, cacar air juga menyebabkan nafsu makan menurun dan kelelahan

Penyebab dan Penyebaran

Virus varicella-zoster adalah penyebab cacar air. Setelah terpapar cacar air, anak mungkin tampak baik-baik saja selama satu hingga tiga minggu sebelum muncul gejala. Selanjutnya, virus mengalami penyebaran mulai dari satu hingga dua hari sebelum menunjukkan gejala hingga semua lepuh mereka sudah mengeras atau berkeropeng. Cacar air menyebar melalui:

  • Menghirup udara dari orang yang terinfeksi yang bersin atau batuk

  • Kontak dengan seseorang yang memiliki cacar air, misalnya menyentuh ruam

  • Kontak dengan cairan dari mata, hidung, atau mulut anak yang terinfeksi

Komplikasi

Cacar air jarang menyebabkan komplikasi, tetapi beberapa kemungkinan komplikasi meliputi infeksi bakteri pada kulit, darah, dan jaringan lunak, ensefalitis, pneumonia, dehidrasi,  masalah pembekuan darah, dan masalah hati. Kelompok yang berisiko mengalami komplikasi yaitu bayi atau ibu hamil yang belum pernah vaksin, orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, sakit kanker, sedang menjalani kemoterapi, atau orang dengan HIV.

Komplikasi cacar air sangat jarang terjadi

Cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster dan bersifat sangat menular. Gejalanya mudah dikenali, yaitu bintik ruam, lepuh, dan keropeng, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan mendapatkan vaksinasinya. Gejala dan cara penyebarannya kita sudah tahu, lalu bagaimana dengan vaksin dan pencegahannya? Lanjut ke artikel berikutnya!