5 Kemasan Makanan Eco-Friendly: Yuk Sayangi Lingkungan!

5 Kemasan Makanan Eco-Friendly: Yuk Sayangi Lingkungan!

Kesehatan 78

Selain bahan kimia pembuatnya, ada pula banyak zat yang tidak sengaja ditambahkan dalam kemasan makanan, yang dapat menimbulkan risiko beracun dan mengganggu hormon pada manusia. Maka dari itu, alternatif kemasan makanan ramah lingkungan kini semakin populer. Kemasan ini umumnya dapat digunakan berulang kali atau dapat terurai kembali, berbeda dengan plastik.

1. Wadah Kaca

Wadah atau tempat minum yang terbuat dari kaca sudah sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kaca adalah bahan yang dapat digunakan kembali (reusable), didaur ulang (recyclable), tahan lama (durable), serta mudah dibersihkan. Hal ini membuatnya lebih praktis untuk dibawa-bawa. Wadah kaca memiliki masa pakai 3,5 kali lebih lama daripada plastik..

Wadah kaca juga dapat didaur ulang jika rusak, sehingga mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Namun, satu kekurangannya adalah tidak semua tutup kaca tahan bocor, sehingga mungkin kurang ideal untuk dibawa ke tempat kerja atau sekolah. Maka dari itu, pastikan untuk membeli atau menggunakan wadah kaca dengan tutup yang dilengkapi dengan silikon untuk membuatnya tahan bocor. 

Wadah kaca reusable, recyclable, dan durable, tetapi perlu kehati-hatian dalam penggunaanya

2. Stainless Steel

Bahan stainless steel adalah pilihan lain yang aman karena tahan lama, bebas karat, dan tahan panas. Tentunya, stainless steel dapat digunakan kembali dan didaur ulang. Pilihlah wadah stainless steel dengan tutup yang menggunakan segel silikon untuk mencegah kebocoran. Tak hanya sebagai wadah, tutup stainless juga tergolong ideal, terutama untuk menyimpan bahan makanan seperti tepung, biji-bijian, dan rempah-rempah.

3. Bambu

Bambu adalah bahan yang dapat terurai, cukup tahan lama, serta tahan panas. Produk kemasan makanan dari bambu contohnya seperti tutup wadah, kotak makan siang, kotak roti, dan mangkuk, bahkan sedotan. Namun, meskipun tergolong cukup tahan, wadah makanan yang terbuat dari bambu atau serat tanaman lain tidak setahan kaca atau stainless steel serta lebih mudah mengalami aus.

Bahan bambu dapat terurai, cukup tahan lama, serta tahan panas, tetapi mudah aus

4. Sekam Padi

Sekam padi adalah limbah atau produk sampingan dari pertanian padi yang harganya terjangkau, dapat diperbarui, dan dapat terurai. Sekam padi telah terbukti memiliki sifat bio-adsorben, yang berarti bahan ini dapat menyerap polutan dari lingkungan sekitarnya. Produk yang terbuat dari sekam padi misalnya kotak makan siang dan mangkuk saji.

5. Gelatin

Gelatin semakin populer untuk kemasan makanan karena sifatnya yang tidak beracun dan terjangkau. Menurut Food and Drug Administration (FDA), gelatin umumnya diakui aman sebagai aditif makanan. Gelatin mengandung selulosa antimikroba yang mampu menghambat pertumbuhan patogen penyebab penyakit bawaan makanan, seperti Staphylococcus aureus dan E. coli. 

Kekurangannya, gelatin sensitif terhadap air dan mudah larut. Selain itu, beberapa produk gelatin mungkin terbuat dari bahan-bahan yang tidak diperbolehkan bagi umat muslim. Maka dari itu, jika ingin menggunakannya, pastikan terlebih dahulu bahan dasar pembuatnya.

Jadi, terdapat 5 alternatif wadah atau kemasan makanan yang ramah lingkungan, seperti kaca, stainless steel, bambu, sekam padi, serta gelatin. Tips lainnya adalah dengan memastikan kemasan yang dipilih bebas dari bisphenol-A (BPA), yaitu zat yang dapat mengganggu hormon dan berperan dalam infertilitas serta perkembangan tumor. Selain itu, beberapa bahan dasar gelatin juga mungkin tidak cocok untuk teman-teman yang beragama muslim.