Norethisterone: Pil Penunda Menstruasi

Norethisterone: Pil Penunda Menstruasi

Kesehatan 499

Norethisterone merupakan jenis progesteron sintetis yang umumnya digunakan untuk menunda menstruasi, di mana ia biasanya terkandung di dalam tablet kontrasepsi. Selain itu, ia juga bisa digunakan dalam terapi hormon menopause dan pengobatan penyakit reproduksi wanita. Indikasi penggunaan norethisterone (5 mg) adalah sebagai berikut:

  • Konsumsi 3 hari sebelum periode menstruasi umumnya berlangsung

  • Minum 3 kali sehari sebanyak 1 tablet

  • Menstruasi dapat ditunda selama 14 hingga 17 hari

Tujuan Penggunaan

Beberapa pertimbangan yang menyebabkan perlunya seorang wanita mengonsumsi norethisterone adalah ketika haid terasa menyakitkan, pendarahan berat, tidak nyaman, atau tidak teratur, serta kondisi medis seperti endometriosis dan premenstrual syndrome (PMS). Di sisi lain, pil ini juga dapat dikonsumsi saat sedang berlibur atau berkompetisi di perlombaan olahraga untuk mencegah menstruasi datang di waktu-waktu tersebut. 

Hindari konsumsinya jika mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Sedang atau dicurigai hamil

  • Sedang menyusui

  • Pendarahan vagina parah

  • Memiliki riwayat kanker payudara atau alat kelamin

  • Memiliki riwayat kanker hati atau masalah dengan hari

  • Memiliki riwayat pemfigoid gestasional

  • Baru saja mengalami angina, serangan jantung, atau stroke akibat penggumpalan darah

  • Mengalami pembekuan darah di kaki atau paru-paru

Norethisterone biasanya dikonsumsi saat berlibur atau sedang mengikuti pertandingan olahraga

Baca juga :

7 Makanan yang Baik Untuk Kesehatan Mata

Cara Kerja

Norethisterone bekerja dengan cara mensimulasikan efek progesteron dalam tubuh. Ketika kadar progesteron meningkat, biasanya lapisan rahim akan mempersiapkan diri untuk menerima sel telur yang berhasil dibuahi. Namun, ketika kehamilan tidak terjadi, maka progesteron menurun, dan lapisan dinding rahim meluruh, sehingga terjadilah menstruasi. 

Norethisterone bekerja untuk mempertahankan kadar progesteron tetap tinggi (tidak mengalami penurunan) atau mengelabui tubuh untuk meyakini bahwa seseorang sedang hamil. Hal ini kemudian menyebabkan pelepasan lapisan rahim tertunda. Akibatnya, seorang wanita tidak mengalami menstruasi selayaknya siklus normal mereka. 

Efek Samping

Beberapa efek samping yang dapat dirasakan setelah konsumsi norethisterone adalah mual, nyeri pada payudara, kelelahan, kembung, sakit kepala, hingga berkurangnya gairah seksual. Maka dari itu, lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap terkait saran penggunaannya.

Jika mengalami sakit kepala parah, nyeri menusuk pada salah satu kaki, nyeri saat bernapas, batuk berdarah, mati rasa mendadak pada salah satu sisi tubuh, perubahan penglihatan atau pendengaran, kulit atau bagian putih mata menguning, maka hentikan konsumsi norethisteron dan segera datangi fasilitas pelayanan terdekat.

Setelah Berhenti Konsumsi Norethisterone

Setelah norethisterone berhenti dikonsumsi, menstruasi biasanya akan terjadi dalam 2 hingga 3 hari dan siklus haid akan berlangsung seperti biasanya setelah waktu tersebut. Namun, ketika ternyata haid tidak juga datang, maka konsultasikanlah dengan dokter di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penting untuk diingat bahwa norethisterone (5 mg) hanya ditujukan untuk menunda menstruasi, bukan sebagai kontrasepsi.

Haid biasanya akan datang beberapa hari setelah berhenti konsumsi norethisterone

Jadi, norethisterone merupakan bentuk sintetis dari progesteron. Ia akan mengelabui tubuh untuk mengira seseorang sedang hamil, sehingga lapisan dinding rahim tidak meluruh, dan menstruasi dapat ditunda. Konsumsi pil ini hanya bertujuan untuk menunda haid saja, bukan sebagai alat kontrasepsi. Sudah jelas belum nih? Jika ada pertanyaan, boleh ditanyakan di kolom komentar ya, Ladies!

Yuk download aplikasi Newfemme untuk informasi menarik lainnya!

Baca juga :

7 Makanan yang Baik Untuk Kesehatan Mata