Kandungan BPA pada Galon Air Minum, Apa Maksudnya?

Kandungan BPA pada Galon Air Minum, Apa Maksudnya?

Kesehatan 660

Bisphenol A (BPA) merupakan bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik polikarbonat. Plastik jenis tersebut umumnya digunakan untuk membuat beberapa jenis wadah air minum (termasuk galon guna ulang), wadah makan, mainan, resin epoksi yang melapisi kaleng makanan logam (termasuk kaleng susu), tutup botol, perlengkapan mandi, dan pipa air. 

Shop with Me

kaos rib rumbai ruffle lengan panjang
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
1 Lusin Bedong T1 90 x 72 cm / Selimut Bayi Katun Flanel isi 12 pc
IDR 82.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Gamis Tartan Kotak Marun
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kaos Salur
IDR 119.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Dari mana kita bisa tahu apakah suatu produk mengandung BPA? Secara umum, wadah yang mengandung BPA ditandai dengan adanya kode segitiga dengan angka 3 atau 7 di dalamnya. Kandungan Bisphenol A ini dapat bermigrasi (berpindah) dari kemasan plastik ke dalam air yang dikemasnya, dan inilah yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Di Indonesia sendiri, persyaratan batas migrasi Bisphenol A pada kemasan plastik polikarbonat ditetapkan dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan, yaitu sebesar 0,6 bpj. Kebijakan ini selanjutnya masih akan direvisi ulang, di mana batas maksimum migrasinya akan dibuat menjadi lebih rendah, dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat.

BPA adalah senyawa yang terkandung di dalam plastik polikarbonat, seperti galon air minum

Baca juga :

Bukan Membesarkan Payudara, Inilah Manfaat Meremas Payudara

Risiko Kesehatan Akibat Paparan BPA

Poin yang harus dikhawatirkan adalah bukan terkait penggunaan galon guna ulangnya, tetapi senyawa Bisphenol A itu sendiri. Ada risiko kesehatan yang berpotensi mengganggu kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang, baik bagi orang dewasa, anak kecil, bahkan janin dalam kandungan. Berikut beberapa diantaranya:

  • Gangguan reproduksi pada wanita dan pria (kemandulan, disfungsi ereksi, dan ejakulasi)

  • Penyakit kardiovaskular (penyakit jantung koroner, angina, serangan jantung, hipertensi, aterosklerosis, dan aritmia)

  • Diabetes mellitus type 2

  • Obesitas

  • Kanker (payudara dan prostat)

  • Gangguan perkembangan otak janin (gangguan perilaku sosial seperti autisme atau ADHD)

Paparan BPA dapat ganggu perkembangan otak janin

Cara Meminimalisir Paparan BPA

Suhu merupakan faktor paling utama yang dapat menyebabkan kerusakan pada plastik bikarobonat, di mana kondisinya dapat menyebabkan pelepasan BPA ke dalam produk yang dikemasnya. Contohnya adalah saat galon guna ulang diantarkan ke rumah pembeli menggunakan kendaraan terbuka yang terkena paparan sinar matahari langsung.

Hingga saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia masih akan melakukan regulasi ulang terkait pembatasan migrasi serta pengaturan pelabelan BPA pada pada kemasan demi menjaga kesehatan masyarakat. Menjelang itu, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalisir paparan BPA adalah sebagai berikut.

  • Hindari memasukkan wadah makanan plastik polikarbonat ke dalam microwave

  • Simpanlah wadah di tempat yang bersih dan sejuk

  • Hindari paparan sinar matahari langsung dan benda-benda berbau tajam

  • Perhatikan kode daur ulang di bawah kemasan

  • Mengurangi penggunaan makanan yang dikemas dalam kaleng

  • Gunakan wadah yang terbuat dari kaca, baja, atau porselen untuk makanan panas

  • Pilih wadah makanan bayi berlabel BPA-free

Jadi, BPA merupakan bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi plastik polikarbonat, termasuk galon guna ulang. Senyawa ini dapat berpindah dari kemasan ke air yang dikemasnya. Paparannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa risiko kesehatan, seperti gangguan reproduksi, penyakit kardiovaskular, hingga gangguan perkembangan janin. Kalau Ladies sendiri, apa bentuk pencegahan yang sudah dilakukan? 

Yuk, Download aplikasi Newfemme sekarang untuk mendapatkan tips dan info menarik lainnya !