Disleksia: Lebih dari Kesulitan Membedakan Kanan dan Kiri

Disleksia: Lebih dari Kesulitan Membedakan Kanan dan Kiri

Kesehatan 313

Disleksia adalah kesulitan belajar yang  memengaruhi kemampuan membaca. Penderitanya akan kesulitan untuk mengenali kata-kata, sehingga mereka seringkali mengalami kesulitan dalam membaca, mengeja, menulis, dan memahami apa yang dibaca. Disleksia tidak disebabkan oleh rendahnya kecerdasan, pun tidak juga karena pengajaran atau pendidikan yang buruk.

Shop with Me

MemoryLife - Dhira Bodysuit | Bodysuit Premium Anak Laki-Laki
IDR 159.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
6PCS Busa Peredam Suara untuk studio musik / ruangan 30x30x3CM - SFS1
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kemeja anak laki laki import baju kemeja anak cowok impor fashion - ABU-BIRU
IDR 75.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Buku Tulis Murah YOU (Produk KIKY) 38 Lembar
IDR 25.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Tanda-Tanda Disleksia

Disleksia umumnya cenderung muncul pada masa anak-anak, tetapi siapa pun dari usia berapa pun bisa mengalaminya. Gejalanya berbeda-beda pada setiap orang, tetapi utamanya berkaitan dengan membaca dan berbicara. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan untuk disleksia, terutama pada anak-anak, adalah sebagai berikut:

  • Anak belajar merangkak, berjalan, atau berbicara lebih lambat dibandingkan anak seusianya

  • Anak membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar berbicara, seperti salah mengucapkan kata, menganggap iramanya menantang, serta terlihat tidak bisa membedakan bunyi kata yang berbeda

  • Anak kesulitan untuk mencocokkan huruf dengan bunyi, sehingga seringkali menghindari situasi yang mengharuskan mereka membaca

  • Anak tanpa sadar menuliskan angka sebagai huruf atau huruf sebagai angka

  • Sulit memproses lebih dari dua suku kata, misalnya hanya bisa membunyikan “ke” dan “an” pada kata “kesulitan”.

  • Sulit mengingat kumpulan banyak data, seperti alfabet, nama hari, bulan, atau tabel aritmatika

  • Sulit melakukan kegiatan koordinasi, seperti bingung antara kanan dan kiri

  • Sulit berkonsentrasi, karena kesulitan mereka untuk membaca atau menulis menyebabkannya kelelahan secara mental

  • Sulit mengungkapkan gagasan dalam urutan logis, sehingga sering kali menyebabkan temannya kebingungan

  • Membutuhkan usaha lebih besar untuk membaca dan menulis, sehingga tidak menyenangi kegiatan tersebut

Orang dengan disleksia merasa mereka membutuhkan usaha yang besar untuk membaca

Penyebab

Penyebab pasti disleksia tidak diketahui, namun besar kemungkinannya itu diturunkan dalam keluarga, di mama gen tertentu memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengolah huruf, kata, dan bahasa. Meskipun mayoritas penderita disleksia didiagnosis sejak masa kanak-kanak, ada pula orang yang bisa mendapatkannya saat dewasa. Hal tersebut bisa disebabkan oleh cedera otak atau stroke. 

Diagnosis

Disleksia kemungkinan besar didiagnosis saat masih anak-anak atau dewasa muda. Tanda-tandanya mungkin disadari oleh orang tua maupun guru di sekolah. Pentingnya diagnosis disleksia adalah agar anak mampu mendapatkan dukungan lebih banyak, misalnya dengan layanan pendidikan khusus, baik itu saat sekolah maupun perguruan tinggi. Beberapa hal yang perlu dikaji adalah sebagai berikut:

  • Riwayat keluarga dan perkembangan awal

  • Kecerdasan

  • Keterampilan bahasa lisan

  • Pengenalan kata

  • Keterampilan kelancaran

  • Pemahaman membaca

  • Pengetahuan kosakata

  • Kemampuan membaca kata-kata baru menggunakan pengetahuan bunyi huruf (dekoding)

  • Kemampuan bagaimana otak memproses bunyi kata (phonological processing)

Pengelolaan Disleksia

Tidak ada obat untuk menyembuhkan disleksia, namun beberapa strategi bisa dilakukan untuk membantu mempermudah tugas sehari-hari. Tentunya hal tersebut harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan tenaga profesional. Pengelolaan disleksia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Rencana pendidikan khusus: mencakup pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, misalnya alat bantu belajar atau tambahan waktu saat ujian

  • Evaluasi berkelanjutan: selama dewasa, penting untuk terus mengevaluasi kemajuan penderita disleksia dan mengidentifikasi area di mana mereka membutuhkan lebih banyak dukungan.

  • Manajemen waktu: membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil atau menyusun garis besar tugas sebelum memulainya

  • Alat bantu: flash card atau text-to-voice

  • Catatan visual: membuat catatan dengan warna-warni

  • Lingkungan bebas distraksi: cari tempat hening atau gunakan headset

Orang dengan disleksia perlu mendapatkan rencana pendidikan khusus

Jadi, disleksia tidak hanya ditandai dengan kesulitan membedakan antara kanan dan kiri, namun lebih luas dari itu. Misalnya kesulitan dalam membaca dan menulis. Tanda-tanda ini perlu diperhatikan sejak masa kanak-kanak. Tujuannya adalah agar seseorang bisa mendapatkan dukungan khusus untuk membantunya melaksanakan kegiatan sehari-hari, karena tidak ada obat untuk menyembuhkan disleksia.