Ketindihan? Maksudnya Sleep Paralysis!

Ketindihan? Maksudnya Sleep Paralysis!

Kesehatan 180

Sleep paralysis adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki kemampuan total untuk bergerak atau berbicara saat berada dalam transisi antara bangun dan tidur. Istilah yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari kita untuk kondisi seperti ini adalah “ketindihan”.  Kondisi ini biasanya hanya terjadi sekali atau dua kali seumur hidup.

Saat episodenya sedang berlangsung, ketindihan biasanya terjadi bersamaan dengan rasa takut yang hebat disertai dengan halusinasi, sehingga membuat seseorang sulit membedakan apakah mereka sedang mimpi atau kenyataan. Ketindihan sering dimulai pada usia remaja dan menjadi lebih sering ketika sudah memasuki usia dewasa muda. Secara umum, terdapat dua jenis sleep paralysis, yaitu:

1. Isolated Sleep Paralysis (ISP)

Hanya terjadi sekali, disebabkan oleh pola tidur yang tidak teratur atau tingkat stres, tidak didasari oleh kondisi medis apa pun, dan dapat ditangani dengan cara mengubah gaya hidup (mencukupkan istirahat dan mengelola stres).

2. Recurrent Isolated Sleep Paralysis (RISP)

Terjadi beberapa kali, berkaitan dengan gangguan psikologis seperti depresi atau anxiety, dan membutuhkan kombinasi antara pengobatan dan psikoterapi untuk mengatasinya.

Sleep paralysis terjadi saat tubuh tidak bisa digerakkan dan mulut tidak bisa bersuara

Tanda-Tanda Ketindihan

Sleep paralysis umumnya berlangsung selama beberapa detik hingga menit, tetapi tidak lebih dari 20 menit. Saat ini terjadi, tubuh menjadi lumpuh, tetapi pikiran tetap aktif dan waspada. Tidak hanya anggota gerak yang menjadi kaku, tetapi juga termasuk mata dan kepala. Di sisi lain, ketakutan terhadap hal tak kasat mata juga akan muncul akibat halusinasi.

Berikut merupakan tanda-tanda spesifik dari ketindihan:

  • Ketidakmampuan untuk bergerak

  • Dada terasa ditekan

  • Sulit bernapas

  • Sensasi melayang, getarang, atau kesemutan

  • Halusinasi visual dan pendengaran

  • Keringat berlebihan

  • Detak jantung tidak normal

  • Merasakan adanya sebuah teror

Penyebab

Sleep paralysis terjadi saat kita memasuki tahap tidur rapid eye movement (REM). Pada tahap REM, tubuh secara alami lumpuh untuk mencegah kita mewujudkan mimpi. Ketika proses ini terganggu karena alasan apa pun, maka akibatnya seseorang bisa mengalami ketindihan. Pemicunya bermacam-macam, termasuk faktor-faktor berikut ini:

  • Stres

  • Pola tidur tidak menentu

  • Kelelahan

  • Konsumsi obat-obatan tertentu.

  • Gangguan psikologis

  • Pengalaman traumatik

  • Keyakinan tidak biasa

Salah satu penyebab ketindihan adalah stres

Cara Mengatasi Ketindihan

Penting untuk diingat bahwa, sleep paralysis tidak menimbulkan bahaya fisik apa pun. Perubahan gaya hidup diperlukan ketikaa tingkat keparahannya masih ringan, sementara jika sudah parah, maka perlu dikonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan resep obat. Serta psikoterapi. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi ketindihan adalah sebagai berikut:

  • Mempertahankan jadwal tidur yang konsisten (minimal 7 jam semalam)

  • Mengelola tingkat stres untuk merilekskan tubuh dan pikiran (yoga, meditasi, latihan pernapasan)

  • Menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan, atau zat apa pun yang mengganggu siklus tidur REM

  • Mendiskusikan dengan dokter apakah ada pengaruh dari konsumsi obat-obatan tertentu karena ada kemungkinan efeknya mengganggu tidur

  • Tetaplah tenang dan ingat bahwa itu pasti akan berlalu

Jadi, sleep paralysis adalah kondisi yang terjadi ketika seseorang tidak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuhnya, termasuk berbicara, dan disertai dengan halusinasi secara visual atau audio. Satu kali episodenya hanya berlangsung selama beberapa detik dan akan lebih dari 20 menit. Ketindihan itu tidak berbahaya, tetapi mungkin terasa menakutkan bagi beberapa orang, dan ini hal yang wajar.