Thanatophobia, Takut akan Kematian

Thanatophobia, Takut akan Kematian

Kesehatan 575

Thanatophobia adalah rasa takut ekstrem terhadap death (kematian) dan dying (proses mendekati kematian, misalnya sakit keras). Seseorang dengan kondisi ini mungkin takut akan kematiannya sendiri atau orang lain, terutama yang mereka cintai. American Psychiatric Association tidak secara resmi mengakui thanatophobia sebagai suatu kelainan, tetapi gejala dikaitkan dengan kecemasan secara umum.

Gejala

Thanatophobia mungkin tidak selalu menimbulkan gejala, bahkan terkadang orang baru menyadarinya ketika mereka ditinggalkan orang terkasih atau hanya dengan memikirkan kematian. Gejala paling umum dari kondisi ini adalah tingginya frekuensi serangan panik, sering cemas, pusing, berkeringat, jantung berdebar, mual, sakit perut, dan sensitif terhadap suhu.

Ketika ketakutan ini sedang berlangsung, beberapa gejala emosional yang mungkin dialami adalah:

  • Menghindari keluarga atau teman dalam waktu lama

  • Gampang marah

  • Kesedihan mendalam

  • Merasa bersalah

  • Agitasi (jengkel, gelisah, cemas

  • Khawatir terus-menerus

Individu dengan thanatophobia gampang panik, cemas, dan berlarut-larut dalam kesedihan

Faktor Risiko Thanatophobia

Tentunya, individu dengan penyakit fisik bisa lebih khawatir terhadap masa depannya, sehingga ketakutan tersebut mungkin tidak terhindarkan. Kemudian, mereka yang sudah memasuki usia lanjut juga biasanya takut untuk melalui proses menuju kematian karena tahu kesehatannya semakin menurun. Di sisi lain, anak mereka juga bisa mengalami hal yang sama karena takut ditinggal oleh orang tuanya. 

Thanatophobia mengalami puncaknya pada usia 20-an tahun, tetapi untunglah ini cenderung memudar seiring bertambahnya usia. Jenis ketakutan ini bisa terjadi baik pada wanita maupun pria, namun wanita berusia 50-an tahun cenderung lebih rentan mengalaminya. Lebih lanjut, penelitian menyebutkan bahwa mereka yang tidak rendah hati cenderung takut akan kematian karena mereka menganggap hidupnya masih penting. 

Punya penyakit fisik, usia lanjut, atau anak dari orang tua rentan mengalami thanatophobia

Diagnosis

Thanatophobia bukanlah sesuatu yang dapat dikenali secara klinis karena kondisinya cenderung hanya akan ditunjukkan sebagai gejala kecemasan. Namun, dokter akan memastikan apakah kecemasan tersebut terjadi akibat adanya ketakutan terhadap kematian atau proses menuju kematian. Mayoritas orang dengan diagnosis thanatophobia diketahui setidaknya merasakan ketakutan ini selama lebih dari 6 bulan.

Pengobatan

Terapis atau ahli kesehatan mental akan berfokus untuk meredakan rasa takut dan tingginya kekhawatiran yang dialami seseorang dengan thanatophobia. Beberapa cara untuk mengatasinya adalah dengan terapi bicara (berbagi pengalaman), cognitive behavioral therapy (mengubah pola pikir ke arah yang lebih sehat), teknik relaksasi (meditasi, latihan pernapasan), dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Dekatkan diri kepada Sang Pencipta

Kepercayaan dapat berperan besar dalam perasaan seseorang terhadap kematian. Kenyamanan akan didapatkan jika kita berpegang teguh dengan agama masing-masing. Melalui kepercayaan ini, kita sering kali dibantu untuk mendapatkan jawaban dari pernyataan-pernyataan mengenai hal-hal yang tidak diketahui. 

Jika thanatophobia itu dirasa terjadi akibat kurangnya hubungan atau kurang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, maka selain menemui seorang ahli kesehatan mental, cobalah untuk menemui pemimpin agama terkait. Yang perlu diingat adalah cara ini tidak dapat digunakan untuk menggantikan konseling kesehatan mental.

Jadi, thanatophobia adalah ketakutan berlebihan terkait kematian atau proses menuju tahap tersebut. Keadaan ini sering terjadi pada mereka dengan penyakit fisik, usia lanjut, atau anak dari orang tua yang usianya sudah lanjut. Gejala umum yang ditunjukkan adalah kecemasan dan serangan panik. Meskipun begitu, ketakutan ini untungnya dapat diatasi dengan terapi. Yuk baca artikel Newfemme lainnya!