Yang Perlu Diketahui Terkait Proses Pemulihan Stroke

Yang Perlu Diketahui Terkait Proses Pemulihan Stroke

Kesehatan 475

Stroke dapat menyebabkan gangguan signifikan terhadap kemampuan bahasa, kognitif, motorik, hingga sensorik seseorang. Oleh karena itu, stroke dianggap sebagai penyebab utama kecacatan jangka panjang yang serius.

Shop with Me

Jas Hujan Axio Assio Europe Origina
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jilbab Bergo Grosir Murah
IDR 39.998
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Botol Minum keren kustom
IDR 65.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Theraskin Oil Control Facial Wash240mL
IDR 81.840
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Proses penyembuhan dari serangan stroke bisa menjadi proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kerja keras, dan komitmen dari berbagai pihak. Namun, memulai proses pemulihan sedini mungkin dapat meningkatkan peluang kesembuhan, terutama untuk mendapatkan kembali fungsi otak dan tubuh yang terpengaruh.

Bagaimana cara pemulihan otak setelah stroke?

Otak akan melakukan dua proses biologis secara alami beberapa saat setelah terjadinya  stroke, yaitu: memperbaiki sel otak yang rusak dan membersihkan sel otak yang mati. Setelah itu, otak perlu memperbaiki dan merestrukturisasi area yang rusak.

Proses ini dikenal sebagai neuroplasticity atau kemampuan otak untuk mengubah serta mempelajari keterampilan. Pada saat proses ini berlangsung, otak dapat mengubah koneksi antar sel otak untuk menyesuaikan otak sehingga dapat melakukan tugas baru, menambah/mengurangi sinyal antar sel, atau meningkatkan kekuatan koneksi.

Apa saja keterampilan yang dapat dipulihkan?

Tujuan utama dari rehabilitasi pasca stroke adalah untuk meningkatkan atau mengembalikan keterampilan berbicara, kognitif, motorik, dan sensorik sehingga seseorang dapat sebisa mungkin kembali menjadi individu yang mandiri.

1. Keterampilan bicara

Stroke dapat menyebabkan gangguan berbicara yang disebut apahasia. Orang yang memiliki kondisi ini cenderung sulit untuk berbicara, kesulitan untuk menemukan kata yang tepat, atau kesulitan untuk merangkai kalimat.

Orang yang mengalami stroke juga bisa kesulitan untuk melakukan pelafalan akibat otot yang mengontrol ucapan juga rusak. Selain dapat membantu mempelajari kembali cara berbicara yang koheren dan jelas, terapi wicara juga dapat membantu memulihkan kemampuan komunikasi fungsional, pemahaman membaca, hingga penulisan. 

2. Keterampilan kognitif 

Stroke dapat menghambat kemampuan berpikir dan penalaran seseorang yang berujung pada buruknya kemampuan penilaian dan menyebabkan masalah daya ingat. Stroke juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan perilaku. Para ahli menemukan bahwa laju pemulihan paling cepat berada pada 3 bulan pertama dan akan melambat meskipun tetap memungkinkan. 

Tak sedikit orang yang menderita stroke membutuhkan alat bantu jalan selama masa pemulihan

3. Keterampilan motorik

Stroke dapat melemahkan otot di salah satu sisi tubuh dan mengganggu pergerakan sendi-sendi sehingga mempengaruhi kemampuan koordinasi serta mempersulit berbagai aktivitas fisik. Terapi fisik dapat membantu untuk memulihkan keseimbangan serta menguatkan otot. Seseorang yang terkena stroke mungkin membutuhkan alat bantu jalan, atau semacamnya, untuk kembali mempelajari kemampuan motorik dan meningkatkan keseimbangan tubuh.

4. Keterampilan sensorik

Mengalami stroke dapat mempengaruhi sebagian kemampuan tubuh seseorang untuk merasakan input sensorik, seperti panas, dingin, atau tekanan. Terapi setelah serangan stroke dapat membantu tubuh untuk kembali menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. 

5. Komplikasi lain yang dapat dipulihkan

Gangguan keterampilan bicara, kognitif, atau motorik dapat menyebabkan beberapa komplikasi lain, seperti gangguan menelan, sistem pencernaan, hingga menyebabkan depresi. Proses pemulihan pasca serangan stroke juga dapat memperbaiki kondisi dari komplikasi yang sebelumnya terjadi.

Rehabilitasi pasca stroke bertujuan untuk memperbaiki sejumlah fungsi yang terganggu

Apakah rehabilitasi akan selalu sukses?

Tingkat keberhasilan penyembuhan stroke tidaklah sama untuk tiap orang. Menurut National Stroke Association, terdapat 10% yang hampir pulih total, 25% dengan gangguan kesehatan minor, 40% dengan gangguan sedang hingga parah hingga membutuhkan perawatan khusus, hingga 10% yang harus tetap tinggal di fasilitas perawatan.

Keberhasilan proses penyembuhan stroke dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  • Berapa banyak kerusakan yang disebabkan oleh stroke.

  • Berapa lama waktu hingga dilakukan usaha pemulihan.

  • Usia ketika stroke menyerang. 

  • Apakah ada kondisi medis lain yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan.

Langkah terbaik untuk mendapatkan hasil pemulihan yang diharapkan adalah dengan sesegera mungkin memulai terapi dan perawatan setelah terkena stroke. Dokter di rumah sakit dapat membantu untuk menentukan dokter spesialis yang paling dapat membantu pemulihan berdasarkan kondisi dan kebutuhan tiap orang.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!