5 Red Flags Overworking

5 Red Flags Overworking

Kesehatan 394

Berdasarkan WHO, overworking atau lembur didefinisikan sebagai jam kerja melebihi 55 jam dalam seminggu. Jika merefleksikannya ke diri sendiri, mungkin banyak yang bahkan lebih dari itu. Terlalu banyak kerja berbahaya? Jawaban singkatnya adalah Ya, terutama masalah kesehatan seperti penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Berikut ini adalah 5 red flags dari kerja berlebihan yang perlu Ladies ketahui. 

1. Tidak Memiliki Tidur yang Cukup

Siapa yang bisa menyangkal poin pertama ini? Tentunya, kerja lembur menyebabkan seseorang tidak memiliki tidur yang cukup. Padahal tidur yang kurang justru dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stres, gampang marah, kurang fokus, sulit konsentrasi, kelelahan di hari berikutnya, dan penyakit jantung serta diabetes melitus tipe 2.

Atasi kondisi ini dengan cara membiarkan diri untuk beristirahat. Ambil jeda beberapa menit dari pekerjaan dan isi waktu tersebut dengan berjalan-jalan kecil, mengobrol dengan rekan, melakukan peregangan ringan, dan minum air putih yang cukup. Setelahnya, lanjutkan pekerjaan yang sebelumnya tertunda.

Lembur penyebab kurangnya tidur

2. Lupa Makan

Siapa di sini yang karena asyik atau sibuk kerja jadi lupa makan? Pasti ada banyak ya, Ladies. Melewatkan makan sepanjang hari tentunya tidak berdampak baik bagi tubuh, seperti gula darah menjadi turun, kurangnya energi, hingga tidak sehat di kemudian hari. Jadi biar tidak lupa makan, cobalah buat pengingat untuk setiap waktu makan, misalnya lewat alarm di smartphone.

3. Penurunan Produktivitas

Terkadang, jam kerja yang meningkat pun belum tentu menunjukkan hasil bagus yang signifikan. Justru ketika kebanyakan lembur, produktivitas bisa menjadi menurun. Jadi, meskipun sudah lembur, sebenarnya pekerjaan itu tidak terselesaikan dengan baik. Maka dari itu, cobalah untuk membuat to-do list, terutama jika Ladies bukan tipe yang bisa multitasking. 

Overworking bisa turunkan produktivitas kerja

4. Mengabaikan Hubungan

Kebanyakan kerja bisa membuat seseorang memiliki waktu yang lebih sedikit untuk berinteraksi dengan keluarga, misalnya suami atau anak. Padahal sebenarnya membangun hubungan sosial justru dapat mengatasi kesepian serta kelelahan. Jadi jika diberi libur, lupakanlah pekerjaan sejenak dan jangan khawatirkan itu. Manfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. 

5. Penyalahgunaan Obat dan Alkohol

Banyak orang kewalahan dengan beban dan jam kerja yang berlebih. Tidak jarang mereka memilih untuk mengonsumsi obat-obatan atau alkohol dengan alasan untuk merelaksasikan diri. Padahal cara tersebut justru semakin memperburuk kesehatan. Alih-alih melakukannya, lebih baik manfaatkan waktu untuk hal lain. Misalnya menikmati udara dalam perjalanan pulang atau mendengarkan podcast serta lagu favorit.

Bagaimana cara kita tahu kalau ternyata kerjanya sudah berlebihan? Coba refleksikan ke diri sendiri, apakah saya tidak bisa membatasi antara pekerjaan dan rumah, apakah saya berhenti merawat diri sendiri, apakah saya mengabaikan kesehatan mental, apakah saya merasa pekerjaan tidak lagi terasa berarti, apakah saya selalu mengkhawatirkan pekerjaan, dan apakah saya  merasa kesepian.

Jadi, punya tekad yang kuat untuk maju dan mencapai target sudah seharusnya tidak membuat seseorang menyakiti diri sendiri. Jika perlu, sampaikan kepada atasan bahwa jam kerja yang berlebihan justru dapat membuat kinerja berisiko untuk menurun. Diskusikan dengan baik karena kesehatan fisik dan mental juga sama pentingnya. Gimana Ladies, siapa yang masih lembur nih? Yuk tuliskan di komentar suka dan dukanya!