Hemophobia, Fobia Spesifik Terhadap Darah

Hemophobia, Fobia Spesifik Terhadap Darah

Kesehatan 333

Hemophobia atau hematophobia adalah jenis fobia spesifik terhadap darah. Ketakutan ini muncul tidak hanya ketika melihat darahnya sendiri, tetapi juga milik orang lain, hewan, bahkan gambarnya saja. Fobia ini tidak hanya terjadi ketika melihat darah itu sendiri, tetapi juga darah pada luka, cedera, atau suntikan.

Shop with Me

Bitzen Topi Wanita Star Summer Hat Korean Fashion Knit Visor Sports Baseball Cap Topi Olahraga Rajut Katun
IDR 20.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Posh Hijab body spray 150ml
IDR 18.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pigura Mahar Pernikahan Ukuran 32x22 cm
IDR 250.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Jepitan Rambut Imut
IDR 50.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Ketika orang dengan hemophobia melihat darah, mereka akan mengalami reaksi vasovagal. Apa itu? Reaksi vasovagal ditandai ketika tekanan darah menurun secara tiba-tiba sebagai respons setelah melihat cairan merah tersebut. Hal ini menyebabkan jantung berdetak lebih lambat dan otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup dari darah. Pada akhirnya, seseorang akan pingsan.

Hemophobia dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan yang signifikan dalam hidupnya, seperti menghindari pemeriksaan atau medical check up di rumah sakit, tidak mau melakukan perawatan gigi, menolak operasi, dan tidak berniat untuk melakukan aktivitas luar ruangan, seperti berlari, bermain bola, atau hiking karena dianggap berbahaya hingga bisa menyebabkan cedera.

Gejala Hemophobia

Hemophobia yang diderita oleh seseorang dapat menyebabkan mereka mengalami gejala fisik ketika melihat darah, seperti pusing, pingsan, reaksi vasovagal, mual, gangguan pencernaan, pernapasan cepat, gemetaran, dan berkeringat. Tidak hanya secara fisik, fobia ini juga menimbulkan gejala emosional, seperti:

  • Kecemasan sebelum mendapatkan suntikan

  • Ketakutan ekstrem saat memikirkan atau melihat darah

  • Sangat jijik terhadap darah

  • Panic attack

  • Cenderung menghindar dari perawatan medis yang melibatkan darah

  • Menangis, mematung, mengamuk (pada anak-anak)

Orang dengan hemophobia bisa pingsan hanya dengan melihat darah

Penyebab

Hemophobia adalah salah satu fobia yang cukup umum terjadi. Penyebab yang mungkin berkontribusi terhadap fobia ini adalah pengalaman traumatis dengan darah (menyaksikan cedera parah, melihat orang tua merasa tidak nyaman dengan darah, mendengar cerita kerabat berkaitan dengan luka dan cedera) atau riwayat pada anggota keluarga. Faktanya, wanita lebih rentan mengalami fobia ini daripada pria.

Hemophobia bisa terjadi akibat pengalaman traumatis yang melibatkan darah

Diagnosis

Syaratnya agar diagnosis hemophobia dapat ditegakkan adalah gejala-gejalanya harus terjadi selama minimal 6 bulan dan menyebabkan terganggunya kehidupan sehari-hari. Selain itu, dokter mungkin juga memastikan apakah ada riwayat gangguan lain seperti agoraphobia, nosocomephobia, trypanophobia, fobia hewan, depresi, OCD, panic attack, atau social anxiety disorder. 

Pengelolaan Hemophobia

Perawatan lini pertama untuk mengelola hemophobia adalah psikoterapi, salah duanya yaitu cognitive behavioral therapy (membantu mengubah pola pikir dan perilaku ke arah yang lebih sehat) dan exposure therapy (mempelajari cara menenangkan diri dengan cara diperlihatkan gambar darah). Selain itu, bisa juga dengan melakukan self hypnosis sebagai bentuk terapi mandiri di rumah.

Jika hemophobia menyebabkan seseorang mengalami kecemasan berlebihan atau depresi, maka perlu diberikan obat seperti antidepresan atau anti cemas. Tujuannya adalah agar obat tersebut dapat mengendalikan gejala sehingga seseorang bisa menjadi lebih fokus terhadap terapi yang sedang dijalankan atau bahkan dalam situasi di mana prosedur medis harus dilakukan.

Jadi, hemophobia adalah jenis fobia spesifik terhadap darah, tidak hanya saat melihatnya, tetapi juga hanya dengan memikirkannya. Gejalanya mulai dari cemas berlebihan, gemetara, berkeringat, hingga pingsan. Kondisi ini dapat dikelola dengan menjalani psikoterapi dan mungkin dikombinasikan dengan obat. Ladies, enaknya bahas apalagi nih di Newfemme?