Apakah Avoidant Personality Disorder Sama Dengan Anti Sosial?

Apakah Avoidant Personality Disorder Sama Dengan Anti Sosial?

Kesehatan 432

Avoidant personality disorder (AVPD) merupakan bagian dari gangguan kepribadian. Secara umum, orang dengan kondisi ini merasa tidak kuat, tidak mampu, serta sangat sensitif terhadap penilaian orang lain tentang dirinya. Orang dengan kondisi ini merasa sulit untuk mengubah perilakunya atau beradaptasi dalam situasi yang berbeda.

Mereka akan cenderung terlihat pemalu, tetapi pemalu yang dimaksud disini adalah menghindar dari sebuah interaksi sosial karena merasa rendah diri atau takut ditolak orang lain, meskipun sebenarnya sangat ingin untuk ditemani. Secara tidak langsung, hal tersebut menyebabkan penderitanya sulit membangun hubungan positif dengan orang lain maupun dalam ranah pekerjaan.

Ciri-Ciri

Avoidant personality disorder merupakan pola perilaku, pemikiran, dan emosi jangka panjang. Biasanya dimulai sejak kanak-kanak dan menimbulkan ketidaknyamanan ketika sudah dewasa. Hal ini karena butuh waktu yang lama untuk menyadari bahwa perilakunya ternyata bertahan lama dan tidak menghilang seiring berjalannya waktu. 

Ciri utama orang dengan avoidant personality disorder adalah begitu takut mendapatkan penolakan, penghinaan, atau ejekan dari orang lain, sehingga mereka lebih memilih untuk mengisolasi diri daripada mengambil risiko untuk ditolak dalam suatu hubungan atau lingkungan. Ciri-ciri lain yang mungkin ditunjukkan adalah:

  • Cemas, gugup, dan ketakutan ekstrim dalam lingkungan sosial, sehingga menghindari aktivitas atau pekerjaan yang melibatkan kerja sama dengan orang lain karena takut terhadap penolakan, kritik, atau ketidaksetujuan

  • Enggan terlibat dengan orang lain kecuali ia yakin bahwa orang tersebut akan menyukainya, sehingga mereka cenderung memiliki teman dekat yang sedikit

  • Tidak mau membangun hubungan yang erat dengan seseorang karena takut diejek atau dipermalukan

  • Membesar-besarkan potensi masalah padahal sebenarnya tidak separah yang dipikirkan

  • Memiliki citra diri yang buruk seperti menganggap bahwa dirinya tidak mampu, tidak memadai, atau lebih rendah dari orang lain

  • Enggan untuk mencoba hal baru, mulai beraktivitas, atau mengambil risiko pribadi karena malu

Ciri utama orang dengan avoidant personality disorder adalah begitu takut mendapatkan penolakan, penghinaan, atau ejekan

Penyebab

Alasan pasti mengapa seseorang mengalami avoidant personality disorder tidak diketahui, tetapi diyakini faktor yang paling berperan besar adalah lingkungan, terutama pada masa kanak-kanak. Dahulunya, mungkin mereka hanya merasa malu sesekali, tetapi ternyata itu bertahan hingga remaja dan dewasa. 

Contoh yang terjadi adalah penderitanya mendapat penolakan dari orang tua atau teman sebaya, sehingga memengaruhi harga dirinya. Ada pula yang dimungkinkan terjadi karena faktor genetik karena ditemukan beberapa kasus di mana keluarganya juga memiliki gangguan kepribadian yang sama.

Avoidant personality disorder di mulai pada masa kanak-kanak dan disadari saat dewasa

Diagnosis

Jika merasakan gejala, datangilah psikolog klinis atau psikiater. Umumnya akan dilakukan wawancara dan penilaian yang dirancang khusus untuk mengevaluasi kondisi avoidant personality disorder. Gangguan kepribadian ini harus dapat dibedakan dengan gangguan kejiwaan lainnya seperti depresi atau anxiety.

Pengobatan

Psikoterapi adalah perawatan utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi avoidant personality disorder. Caranya adalah dengan melakukan konseling yang berfokus pada perubahan pemikiran dan perilaku, dimana tujuan utamanya yaitu untuk mengatasi ketakutan, mengubah cara berpikir dan perilaku, serta membantu mereka untuk mengatasi situasi sosial dengan lebih baik. 

Jadi, apakah avoidant personality disorder itu anti sosial? Jawabannya adalah tidak, justru anti sosial itu dibedakan lagi secara tersendiri. Orang dengan AVPD menghindari interaksi dengan orang lain karena takut dipermalukan, diejek, atau direndahkan. Dibutuhkan pengobatan psikoterapi yang lama untuk mengatasinya. Yuk baca artikel Newfemme lainnya!