Karsinoma Duktal Invasif, Kanker Payudara Paling Sering Terjadi

Karsinoma Duktal Invasif, Kanker Payudara Paling Sering Terjadi

Kesehatan 287

Karsinoma duktal invasif atau invasive ductal carcinoma (IDC) terjadi ketika terbentuknya sel-sel abnormal di saluran susu kemudian menyebar ke bagian lain pada jaringan payudara. Jenis ini merupakan kanker payudara yang paling umum terjadi (mencapai 75-80%). Jenis keganasan ini terjadi pada 8 dari 10 kasus kanker payudara. 

Shop with Me

Kaos Beautee
IDR 154.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mamypoko
IDR 80.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Kemeja salur pria dan wanita lengan panjang up to big size atasan pria kemeja garis kerah chiang'i
IDR 135.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Paket body serum & body lotion cloova
IDR 138.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Kanker ini menyerang wanita, terutama pada usia di atas 55 tahun. Adakah perbedaan antara IDC dengan ductal carcinoma in situ (DCIS)? Ada, bedanya adalah IDC menandakan bahwa kanker telah menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya, sementara sel kanker pada DCIS masih berada dalam saluran susu saja. 

Karsinoma duktal invasif adalah kanker payudara yang paling umum terjadi

Gejala

Kanker yang bersifat invasif ketika didiagnosis menandakan bahwa sel-selnya sudah menyebar ke area lain, seperti jaringan disekitarnya bahkan organ lain yang lokasinya jauh. Saat karsinoma duktal invasif masih berada pada tahap awal, biasanya belum menunjukkan gejala yang jelas. Meskipun begitu, beberapa orang mungkin mengalami hal-hal berikut ini:

  • Benjolan di sebagian atau seluruh area payudara

  • Pembengkakan payudara

  • Nyeri payudara (mastalgia) atau puting

  • Lesung pipit

  • Iritasi kulit, kemerahan atau bersisik di area payudara

  • Benjolan dekat ketiak

  • Puting masuk ke dalam

  • Penebalan kulit payudara atau puting

  • Keluar cairan dari payudara tetapi bukan ASI

Penyebab Karsinoma Duktal Invasif

Hal yang menyebabkan karsinoma duktal invasif tidak sepenuhnya diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang ditemukan pada kasus kanker ini, yaitu merokok, konsumsi alkohol, kelebihan berat badan, pernah menjalankan terapi radiasi di area dada, terlalu cepat menstruasi, terlalu lambat menopause, serta tidak pernah atau belum pernah punya anak. Ada pula faktor genetik juga yang pernah ditemukan.

Diagnosis

Awalnya, pemeriksaan fisik payudara akan dilakukan untuk memeriksa adanya benjolan atau pembengkakan pada kelenjar getah bening. Meskipun begitu, mayoritas kasus ditemukan pada saat pemeriksaan mammogram. Selanjutnya, untuk memastikan diagnosis, mungkin perlu dilakukan tes lain seperti MRI, USG, dan biopsi. 

Karsinoma duktal invasif terbagi ke dalam beberapa stadium yang ditentukan berdasarkan lokasi, ukuran, dan seberapa jauh penyebaran sel kankernya. Semakin rendah stadium yang terdeteksi, maka hasil pengobatannya (prognosis) akan lebih baik. Secara umum, stadium ini dibagi ke dalam 5 kategori, yaitu:

1. Stadium 0

Kanker masih terjadi secara lokal yaitu di saluran susu, sehingga juga dikenal dengan ductal carcinoma in situ (DCIS).

2. Stadium 1

Kanker sudah menyebar ke luar saluran susu menuju jaringan payudara, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening atau mungkin sudah menyebar ke kelenjar getah bening tetapi belum ke jaringan payudara di sekitarnya.

3. Stadium 2

Ukuran tumor kecil dan telah menyebar ke 1 hingga 3 kelenjar getah bening atau tumor sudah berukuran lebih besar tetapi belum menyebar ke salah satu kelenjar getah bening.

4. Stadium 3

Kanker sudah menyebar ke lebih dari 3 kelenjar getah bening atau menyebabkan peradangan pada sebagian besar kulit, tetapi belum menyebar ke area lain di tubuh.

5. Stadium 4

Kanker sudah menyebar ke organ lain seperti tulang, hati, paru-paru, otak, dinding dada, atau kelenjar getah bening yang jaraknya jauh.

Pengobatan

Perawatan karsinoma duktal invasif dilakukan berdasarkan ukuran, lokasi, kemampuan penyembuhan individu, serta preferensi seseorang yang akan menjalankannya. Jika memilih untuk melakukan tindakan operasi, maka waktu pemulihannya akan lebih cepat daripada pengobatan tanpa operasi. Perawatan karsinoma duktal invasif meliputi:

  • Operasi untuk mengangkat tumornya (lumpektomi), bisa juga dengan mengangkat sebagian atau seluruh jaringan payudara (mastektomi).

  • Kemoterapi sebelum operasi untuk mengecilkan tumor atau setelah tumor untuk mengurangi kemungkinan kanker tumbuh kembali.

  • Terapi radiasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa dan juga disarankan jika tumor tidak dapat diangkat dengan operasi karena ukuran atau lokasinya.

  • Terapi yang ditargetkan dengan memfokuskan pengobatan pada karakteristik tertentu dari sel kanker.

  • Terapi anti hormon estrogen untuk menghalanginya tumbuh menjadi sel kanker payudara.

  • Imunoterapi yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Efek samping operasi kanker payudara meliputi infeksi, pembekuan darah, dan komplikasi anestesi. Sementara jika melakukan terapi radiasi atau kemoterapi, maka kemungkinan yang terjadi adalah demam, diare, rambut rontok, kelelahan, perubahan mood, iritasi kulit, luka mulut, perubahan berat badan, dan masalah kesuburan.

Langkah awal untuk deteksi kanker payudara adalah dengan SADARI. Kemudian, sama dengan kebanyakan rekomendasi untuk mencegah kanker, hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, aktivitas fisik, miliki berat badan yang ideal, tidak merokok, serta hindari alkohol. 

Akan ada efek samping pada setiap pengobatan yang dipilih, jadi sesuaikan dengan preferensi pribadi

Jika punya pertanyaan lain, boleh banget manfaatkan layanan konsultasi online Newfemme ya!