Apa Itu Vagina Basah?

Apa Itu Vagina Basah?

Kesehatan 541

Kita sudah tahu bahwa vagina dapat menjaga dirinya sendiri agar tetap sehat. Vagina yang sehat sebenarnya akan selalu lembab. Biasanya disebabkan oleh keluarnya cairan, oleh karena itu terkadang vagina akan terasa basah. Lalu, apa saja penyebab vagina yang basah? Cairan apa yang keluar? Berikut ini penjelasan lebih lengkahnya, ya!

Shop with Me

Konicare Minyak Telon Extra Lemongrass 125 ml
IDR 55.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Pig PU Doll Squishy Jumbo Babi Pink Lucu Empuk Berkualitas Import
IDR 119.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Onemed Thermometer Alpha 1 1G 3 Digital Thermo ThermoOne Termometer - Alpha 1G,Packing Plastik
IDR 17.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
6PCS Busa Peredam Suara untuk studio musik / ruangan 30x30x3CM - SFS1
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Penyebab Vagina yang Basah

Basahnya area vagina berasal dari dua lokasi yaitu kelenjar bartholin dan serviks. Kelenjar bartholin merupakan dua kelenjar berukuran sebesar kacang yang terletak di dalam vagina. Kelenjar ini akan melumasi untuk menghindarinya terjadinya vagina yang kering. Biasanya, kelenjar ini juga yang akan menyebabkan vagina lembap atau basah saat wanita terangsang dan selama berhubungan seks.

Sementara itu, serviks menghasilkan lendir sepanjang siklus menstruasi seseorang dan akan semakin banyak ketika mendekati ovulasi. Tugas dari adanya lendir tersebut adalah untuk membantu sel sperma berjalan menemui sel telur, jadi akan meningkatkan kemungkinkan untuk hamil. Vagina yang basah, secara umum dapat disebabkan hal-hal berikut, yaitu:

1. Cairan Vagina Sehari-hari

Sehari-harinya, wanita akan menghasilkan 1-4 ml cairan vagina yang menyebabkan adanya sedikit kelembaban.  Hal tersebut menandakan bahwa vagina normal dan sehat. Cairan tersebut bersumber dari kelenjar bartholin dan leher rahim. Produksi cairan ini akan berubah setiap harinya dan saat ovulasi sudah dekat, cairan akan keluar lebih banyak lagi.

2. Gairah Seksual

Poin yang mungkin sudah banyak diketahui oleh para wanita adalah saat terangsang, vagina akan mengeluarkan cairan dan membuatnya menjadi basah. Cairan tersebut biasanya dikeluarkan oleh kelenjar bartholin dengan tujuan untuk melumasi vagina saat berhubungan seks dan mengurangi risiko gesekan yang menyakitkan. 

Gairah seksual akan membuat vagina menjadi basah

3. Perubahan Hormon

Wajar ketika wanita mengalami fluktuasi hormon. Kadar hormon estrogen yang tinggi akan membuat kelenjar barthoin memproduksi cairan yang lebih banyak. Hal inilah yang dapat menyebabkan vagina lebih basah dari biasanya. Vagina yang basah tersebut juga sering terjadi terutama pada orang yang menjalankan terapi pengganti hormon. 

4. Infeksi

Cairan vagina yang terlalu banyak atau tidak seperti biasanya bisa merupakan salah satu tanda adanya infeksi. Salah satunya dalah infeksi jamur yang sering menyebabkan cairan menjadi lebih kental dan putih. Selain itu, tanda lainnya adalah perasaan gatal, terbakar, kering, dan perih hingga menyakitkan saat berhubungan seks. 

Infeksi lainnya yaitu bacterial vaginosis (BV) yang ditandai dengan cairan berwarna abu-abu, kuning, dan berbau amis. Selanjutnya adalah trikomoniasis yang merupakan infeksi menular seksual dan ditandai dengan cairan kekuningan atau kehijauan dan berbau tidak sedap. Kedua infeksi ini juga akan menyebabkan vagina terasa gatal atau terbakar.

Hati-hati jika cairan vagina berlebihan, kemungkinan ada infeksi

Kandungan Cairan Vagina

Terkadang, keluarnya cairan dari vagina tidak akan dirasakan sampai benar-benar mengeceknya sendiri ke kamar mandi, kan? Nah, setelah berbicara banyak tentang penyebab vagina yang basah, maka selanjutnya perlu juga untuk diketahui apa sebenarnya yang terkandung di dalam cairan tersebut. Cairan vagina memiliki banyak komponen penyusun yaitu:

  • Air: cairan vagina mengandung 90% air.

  • Garam: didalamnya terkandung sebanyak 1% garam seperti natrium klorida, kalsium, dan fosfat.

  • Senyawa organik: asam amino, lipid, dan glikogen.

  • Sel-sel yang sudah tua yang melapisi vagina, rahim, dan serviks dan keluar bersamaan dengan cairan vagina.

  • Antibodi: fungsinya adalah untuk mengurangi risiko infeksi.

Vagina yang basah itu normal dan tandanya sehat ya, Ladies. Cairan yang keluar tersebut justru akan membantu untuk melumasi vagina ketika akan berhubungan seks guna mencegah gesekan yang menyakitkan. Itu juga menandakan wanita yang subur. Jika masih ragu terkait basahnya vagina, jangan sungkan untuk bertanya dengan dokter ahli, bisa memanfaatkan konsultasi online di Newfemme.