Bolehkah Melakukan Hubungan Seksual Ketika Hamil?

Bolehkah Melakukan Hubungan Seksual Ketika Hamil?

Kesehatan 410

Wanita hamil dan pasangannya tak jarang bertanya-tanya apakah aman untuk melakukan hubungan seksual selama masa kehamilan. Apakah akan menyebabkan keguguran? Apakah akan membahayakan bayi yang belum lahir? Apakah ada posisi seks yang harus dihindari? Berikut merupakan beberapa hal yang perlu diketahui terkait hubungan seksual ketika sedang hamil.

Shop with Me

6PCS Busa Peredam Suara untuk studio musik / ruangan 30x30x3CM - SFS1
IDR 52.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Buku Tulis Murah YOU (Produk KIKY) 38 Lembar
IDR 25.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Follow Me Kids Shampoo & Bath 2 in 1 800ml
IDR 125.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Mainan edukasi anak pukul bola warna warni pound a sliding ball
IDR 27.900
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Amankah Melakukan Hubungan Seksual Ketika Hamil?

Seks adalah sebuah bagian alami dari kehamilan. Gerakan penetrasi dan senggama tidak akan membahayakan bayi yang telah dilindungi oleh otot perut dan dinding rahim. Bayi dalam kandungan juga memiliki pelindung alami berupa cairan kantung ketuban. Oleh karena itu, hubungan seksual tidak akan mempengaruhi kondisi bayi selama tidak terdapat komplikasi kehamilan. 

Meskipun kontraksi akibat orgasme berbeda dari kontraksi persalinan, akan tetapi melakukan hubungan seksual di minggu terakhir kehamilan sebaiknya dihindari. Tak sedikit dokter yang percaya bahwa hormon prostaglandin dalam sperma dapat merangsang terjadinya kontraksi persalinan. 

Kapan Sebaiknya Hubungan Seksual Dihindari?

Biasanya, wanita dengan risiko tinggi kehamilan dibawah disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual ketika sedang hamil. 

  1. Memiliki risiko keguguran yang tinggi atau memiliki riwayat keguguran di kehamilan sebelumnya.

  2. Memiliki risiko persalinan prematur (kontraksi sebelum usia kehamilan menyentuh 37 minggu).

  3. Terjadi perdarahan dari vagina, keputihan, atau kram tanpa alasan yang diketahui.

  4. Terjadi kebocoran pada air ketuban atau selaputnya pecah.

  5. Memiliki kondisi placenta previa.

  6. Mengandung bayi kembar dua atau lebih.

Placenta previa merupakan kondisi ketika ari-ari menghalangi sebagian atau seluruh jalan lahir

Gairah Seksual Saat Hamil

Pengalaman kehamilan tiap wanita berbeda-beda, termasuk dalam hal seksual. Bagi sebagian orang, gairah seksualnya akan hilang ketika sedang hamil. Namun, tak sedikit yang akan merasa lebih bergairah. Selama masa kehamilan, gairah seksual seorang wanita akan datang dan pergi seiring dengan perubahan yang terjadi pada tubuh.

Berikut merupakan pola umum gairah seksual wanita selama masa kehamilan:

  • Trimester pertama: mual, badan lelah, atau nyeri pada payudara yang dialami pada awal kehamilan biasanya akan membuat gairah seksual seorang wanita menghilang.

  • Trimester kedua: pada fase ini, biasanya gairah seksual akan meningkat. Peningkatan aliran darah pada sekujur tubuh akibat kehamilan dapat meningkatkan pengalaman orgasme.

  • Trimester ketiga: seks mungkin terasa tak nyaman seiring mendekatnya jadwal persalinan.

Seks Setelah Persalinan

Enam minggu pertama setelah persalinan juga disebut sebagai periode postpartum. Pada periode ini, hubungan seksual mungkin menjadi hal terakhir yang ada di pikiran seorang wanita. Menurunnya gairah seksual ini mungkin disebabkan oleh:

  1. Penyembuhan dari episiotomi, sayatan yang dilakukan ketika persalinan normal.

  2. Penyembuhan dari sayatan perut, persalinan sesar.

  3. Perdarahan yang umum terjadi pada periode postpartum, biasanya terjadi selama 4-6 minggu setelah proses melahirkan.

  4. Perubahan kadar hormon dalam tubuh.

  5. Gangguan emosional, seperti postpartum blues, kecemasan dalam mengasuh anak, ataupun lainnya.

Baby blues merupakan masalah psikologis yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan.

Hubungan seksual umumnya aman dilakukan setelah sayatan akibat persalinan dan organ vagina telah sembuh secara total. Penyembuhan ini biasanya memakan waktu beberapa minggu. Kebanyakan dokter akan menyarankan untuk setidaknya memberi waktu selama 6 minggu setelah melahirkan sebelum melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Yang tak kalah penting dalam pengambilan keputusan ini adalah kesiapan emosional dan fisik yang dirasakan.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!