Apakah Wajar Ibu Hamil Mengompol?

Apakah Wajar Ibu Hamil Mengompol?

Kesehatan 1447

Sering kencing merupakan salah satu gejala awal dari kehamilan. Namun, mengompol (kebocoran urine) atau yang secara ilmiah disebut dengan inkontinensia urine juga merupakan salah satu gejala umum saat dan setelah seorang perempuan mengalami kehamilan.

Shop with Me

Azzura Two Way Cake
IDR 27.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Tas Selempang Wanita Inara / Tas Bahu Wanita Kekinian
IDR 32.500
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
One set crinkle
IDR 99.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang
Bluye
IDR 29.000
Gratis Ongkir NewFemme
Beli Sekarang

Sekitar 54,3% ibu hamil melaporkan mengalami dampak negatif terhadap aktivitas harian akibat kondisi tersebut. Artikel kali ini akan membahas apa itu inkontinensia urine dan hubungannya dengan kehamilan, jadi mari kita simak sama-sama, Ladies!

Apa itu Inkontinensia Urine?

Menurut International Continence Society (ICS), inkontinensia urine didefinisikan sebagai kondisi ketika keluarnya urine tanpa disadari atau tidak disengaja, istilah lainnya yaitu mengompol atau kebocoran urine.

Meskipun banyak dijumpai pada orang lanjut usia, faktor penuaan bukanlah penyebab utama dari inkontinensia urine. Kondisi ini sering diakibatkan oleh adanya perubahan spesifik pada fungsi tubuh yang berujung pada sakit, penggunaan obat. dan/atau timbulnya suatu penyakit.

Apa yang Menyebabkan Inkontinensia Urine pada Ibu Hamil?

Berikut merupakan beberapa penyebab umum dari inkontinensia pada ibu hamil:

  1. Tekanan

Kebocoran urine dapat terjadi ketika seorang ibu hamil sedang batuk, bersih, berolahraga, ataupun tertawa. Gerakan-gerakan tersebut akan memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih yang dapat memicu terjadinya inkontinensia urine tekanan/stress. Selain itu, bayi dalam kandungan juga memberikan tekanan ekstra pada kandung kemih ibu hamil seiring bertambahnya ukuran sang bayi.

  1. Hormon

Perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan dapat berpengaruh terhadap lapisan kandung kemih dan saluran kencing ibu hamil. 

  1. Kondisi medis

Riwayat medis atas sejumlah kondisi tertentu, seperti diabetes, multiple sclerosis, atau stoke, juga dapat menjadi penyebab timbulnya inkontinensia urine pada ibu hamil.

  1. Infeksi saluran kencing

Antara 30-40% wanita yang tidak sepenuhnya mengobati kondisi infeksi saluran kencingnya, akan menunjukkan tanda inkontinensia urine. Inkontinensia urine sendiri juga merupakan salah satu gejala dari infeksi saluran kencing.

Kebocoran urine pada ibu hamil merupakan suatu hal yang wajar

Apa Saja Perawatan Inkontinensia pada Ibu Hamil yang Dapat Dilakukan?

Pilihan pertama dari perawatan inkontinensia urine pada ibu hamil adalah dengan perubahan gaya hidup dan pengelolaan kandung kemih yang lebih baik. Berikut merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengelola kesehatan kandung kemih:

  1. Melakukan senam kegel.

Senam kegel berfokus pada penguatan area panggul. Senam ini aman dan efektif untuk dilakukan sebelum, selama, dan setelah kehamilan. 

  1. Memiliki diari tentang urinasi.

Catat tiap kali kamu mengalami kebocoran urine, sehingga kedepannya kamu dapat memperkirakan dan merencanakan perjalanan ke kamar mandi. 

  1. Hindari minuman berkarbonasi dan mengandung kafein.

Minuman dengan karakteristik ini dapat membuatmu merasa perlu ke kamar mandi lebih sering.

  1. Hindari terlalu minum banyak minum pada malam hari

Hal ini guna menghindari kebocoran urine dan keinginan untuk ke kamar mandi.

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi.

Makanan berserat tinggi berguna untuk mencegah terjadi konstipasi, yang mana juga merupakan salah satu penyebab inkontinensia urine.

  1. Pertahankan berat badan sehat.

Berat badan ekstra, terutama di sekitar perut, dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih seseorang. Menurunkan berat badan setelah persalinan juga dapat mencegah inkontinensia urine pasca kehamilan.

Contoh gerakan pada senam kegel

Perlu diingat bahwa kebocoran urine merupakan kondisi yang wajar pada ibu hamil. Gejala inkontinensia urine pada beberapa perempuan akan hilang sendirinya setelah beberapa hari atau beberapa minggu sejak bayi mereka lahir.

Bagi sebagian yang lain, kebocoran urine yang terjadi dapat terus berlangsung, bahkan bertambah parah. Namun, inkontinensia urine bukanlah kondisi yang berbahaya dan dapat ditangani dengan melakukan bladder retraining, menurunkan berat badan, dan olahraga.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!