Jenis Olahraga yang Perlu Dihindari Oleh Orang Dengan Osteoporosis

Jenis Olahraga yang Perlu Dihindari Oleh Orang Dengan Osteoporosis

Kesehatan 879

Olahraga merupakan bagian yang penting dalam mengelola kondisi osteoporosis. Akan tetapi, terdapat beberapa jenis olahraga yang perlu diperhatikan, terutama olahraga yang memberikan beban pada tulang belakang, seperti sit-up, golf, tenis, serta aktivitas yang melibatkan terlalu banyak berlari, melompat, atau ada risiko jatuh. 

Olahraga dan Osteoporosis

Olahraga secara rutin penting untuk mencegah dan mengelola kondisi osteoporosis. Latihan aerobik dengan beban tertentu, seperti menaiki tangga dan strength training, dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah atau retak. Terlepas dari manfaat yang ada, beberapa jenis olahraga tertentu dapat meningkatkan risiko patah atau retak jika kamu sudah memiliki kepadatan tulang yang rendah.

Jenis Olahraga yang Perlu Dihindari

Berikut merupakan beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari bagi orang dengan osteoporosis:

  1. Olahraga yang melibatkan membungkuk dan memutar pinggang

Retak tulang akibat osteoporosis sering terjadi di tulang belakang, bahkan jumlahnya hampir 2 kali lebih sering dibandingkan bagian lain. Olahraga yang melibatkan gerakan membungkuk dan memutar pinggang akan menempatkan beban berat pada tulang punggung bagian bawah dan dapat meningkatkan risiko retak jika kondisi tulang sudah lemah. Contoh olahraga yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Sit-up dan variasinya. 

  • Golf dan tenis.

  • Beberapa gerakan yoga.

  1. Mengangkat Benda Berat dengan Gerakan yang Buruk

Mengangkat benda berat dapat memberikan beban pada tulang belakang bagian bawah, terutama jika dilakukan dengan form atau gerakan yang tak semestinya. Banyak orang akan membungkukkan punggungnya ketika mengangkat benda dari lantai ketimbang mengangkatnya dari bawah dengan bantuan kaki. Beban diterima oleh punggung ini dapat meningkatkan risiko retak tulang belakang. 

Contoh teknik mengangkat benda yang baik

  1. Lompat dan Lari

Aktivitas yang melibatkan terlalu banyak gerakan lompat dan lari akan memberikan beban yang sangat besar ke tulang dan sendi tiap kali kaki menyentuh tanah. 

  • Lompat

Beban yang ada diterima oleh tubuh dapat sangat besar saat mendarat dari semua jenis gerakan melompat. Bahkan mendarat dari ketinggian 10 cm pun tetap dapat menimbulkan gaya 4 kali lebih besar dari berat badan.

  • Lari

Disarankan mengonsultasikan rencana latihan ke dokter atau fisioterapis sebelum memulai lari atau jogging, terutama jika memiliki osteoartritis yang parah. Hal ini karena gaya saat kaki menyentuh tanah bisa lebih dari 2 kali berat badan.

  1. Aktivitas Dengan Risiko Jatuh yang Tinggi

Orang dengan osteoporosis memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi apabila terjatuh karena disebabkan oleh faktor melemahnya otot, lengkungan tulang belakang yang tidak normal, dan postur yang kurang baik. Orang dengan osteoporosis juga memiliki risiko retak tinggi ketika terjatuh karena berkurangnya kepadatan tulang.

Beberapa aktivitas dengan risiko jatuh yang tinggi adalah sebagai berikut:

  • Ski dan selancar salju.

  • Berkuda.

  • Olahraga kontak, seperti sepak bola, basket, dan hoki. 

Berkuda merupakan salah satu olahraga dengan risiko jatuh yang tinggi

Diperkirakan 1 dari 5 wanita usia di atas 50 tahun memiliki osteoporosis. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengelola kondisi itu adalah melalui olahraga rutin. Akan tetapi ada beberapa olahraga yang perlu dihindari, seperti yang telah disebutkan diatas, oleh orang dengan osteoporosis. Strength training, aktivitas aerobik, latihan kelenturan, serta latihan keseimbang merupakan beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan bagi orang dengan osteoporosis.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!