Logo NewFemme
Bisakah COVID-19 Menginfeksi Lebih Dari Satu Kali?

Bisakah COVID-19 Menginfeksi Lebih Dari Satu Kali?

Kesehatan 132

Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama lebih dari dua tahun. Pada periode itu, banyak orang yang silih berganti terinfeksi COVID-19. Ada sebagian yang hanya menunjukkan gejala ringan, tapi tak sedikit pula yang harus dirawat di rumah sakit akibat kondisinya yang memburuk.

“Apakah Saya bisa terinfeksi lebih dari satu kali?”, merupakan salah satu pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh pasien yang baru saja sembuh dari COVID-19. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu diketahui tentang reinfection alias infeksi ulang dari virus SARS-CoV-2 agar kita lebih waspada dan siaga atas risiko yang ada.

Dapatkah seseorang terinfeksi COVID-19 lebih dari satu kali?

Jawabannya adalah iya. Seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19 akan mengembangkan imunitas terhadap virus SARS-CoV-2 tapi sifatnya tidak sempurna alias tidak bisa mencegah terjadinya infeksi ulang. Seiring berjalannya waktu, imunitas tersebut makin melemah sehingga ia akan lebih rentan terhadap infeksi ulang terutama terhadap infeksi dari varian virus lainnya, seperti delta atau omicron.

Kabar baiknya, seseorang yang pernah mengidap COVID-19 varian omicron sebanyak dua kali atau lebih memiliki kecenderungan untuk hanya mengembangkan gejala ringan di infeksi selanjutnya. 

Seberapa cepat infeksi ulang dapat terjadi?

Secara umum, risiko terjadinya infeksi ulang sangat minim pada periode 2-3 bulan setelah sembuh dari infeksi COVID-19 yang pertama. Meskipun demikian, tidak ada tenggat  waktu khusus yang dapat dijadikan patokan karena hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat imunitas seseorang terhadap virus, baik yang diperoleh dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi.

Orang dengan imunitas kurang baik dapat terinfeksi kembali dalam jangka waktu yang lebih pendek. Maka dari itu, cara terbaik untuk melindungi diri dari infeksi COVID-19 adalah dengan melakukan vaksinasi karena akan memberikan imunitas yang lebih konsisten dan lebih kuat. Antibodi yang terbentuk secara natural dari infeksi COVID-19 tidak sebaik dan sekuat dari antibodi yang terbentuk berkat melakukan vaksinasi.

Siapa saja yang berisiko untuk mengalami infeksi ulang?

Orang yang belum melakukan vaksinasi memiliki peluang besar untuk terinfeksi COVID lebih dari satu kali. Banyak data telah membuktikan bahwa vaksinasi dapat melindungi kita dari risiko terinfeksi ulang dan menurunkan risiko komplikasi serius hingga risiko kematian. Kelompok orang yang rentan terhadap infeksi ulang lainnya adalah orang gangguan sistem kekebalan tubuh, baik karena kondisi medis atau pengobatan penyakit tertentu, seperti kemoterapi atau terapi radiasi. 

Apa yang harus dilakukan jika kembali terinfeksi COVID-19?

Penangannya tergantung oleh tingkat keparahan gejala yang muncul. Jika kamu tidak merasakan gejala yang serius dan tetap dapat beraktivitas normal, maka langkah yang harus dilakukan hanyalah isolasi mandiri. Menurut pedoman dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lakukan isolasi di rumah setidaknya 5 hari dan kamu bisa mengakhiri isolasi mandiri setelah bebas dari demam setidaknya dalam 24 jam terakhir.

Namun, jika kamu menunjukkan gejala yang parah, maka segera hubungi dokter untuk menentukan langkah selanjutnya, semakin cepat semakin baik. 

Meskipun jumlah kasusnya saat ini telah berkurang secara drastis, tetapi kita tetap tidak boleh menganggap remeh penyakit akibat virus SARS-CoV-2 ini. Lakukan vaksinasi secara lengkap sesuai anjuran yang telah diberikan oleh pemerintah, yaitu vaksinasi primer (dosis pertama dan kedua) dan booster (dosis ketiga). Tetap gunakan masker di tempat umum dan tertutup, apalagi ketika sedang batuk, flu, atau kurang enak badan.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Dwyer, K & Lam, J. (2022). Can You Get COVID Twice—And What Should You Do If You Are Reinfected? Women's Health. [online]. https://www.womenshealthmag.com/health/a31680268/can-you-get-coronavirus-twice/