Logo NewFemme
Tipe, Penyebab, dan Cara Pencegahan Pingsan

Tipe, Penyebab, dan Cara Pencegahan Pingsan

Kesehatan 91

Ladies, apakah kamu pernah jatuh pingsan? Seseorang dinyatakan pingsan jika ia mengalami ketidaksadaran diri selama beberapa saat akibat otak tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Istilah medis untuk pingsan adalah syncope. Pusing, mata berkunang-kunang, mual, dan tubuh lemas sering dirasakan sesaat sebelum seseorang jatuh pingsan.

Meskipun biasanya bukan merupakan kondisi yang membahayakan, akan tetapi pingsan bisa saja muncul sebagai gejala masalah kesehatan yang serius. Agar tidak salah mengartikan peristiwa pingsan yang terjadi, berikut merupakan tipe-tipe pingsan, penyebab pingsan, dan cara pencegahannya. 

Penyebab Pingsan

Dalam beberapa kasus, penyebab pingsan bisa menjadi hal yang kabur alias tak tentu. Seseorang dapat jatuh pingsan akibat dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  • Perasaan ketakutan atau trauma

  • Sakit parah

  • Penurunan tekanan darah secara mendadak

  • Rendahnya tingkat gula darah akibat diabetes

  • Dehidrasi 

  • Hiperventilasi alias bernapas secara cepat yang biasanya muncul akibat panik atau cemas

  • Terlalu lama berdiri di satu titik

  • Kelelahan fisik di lingkungan yang panas

  • Batuk terlalu kencang

  • Akibat konsumsi obat atau alkohol

  • Kejang

Seseorang yang memiliki kondisi kesehatan berupa diabetes, penyakit jantung, aterosklerosis, aritmia, dan penyakit paru-paru biasanya memiliki kecenderungan untuk lebih mudah jatuh pingsan. 

Tipe-tipe Pingsan

Terdapat beberapa tipe pingsan, tiga diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Vasovagal syncope.

Pingsan tipe ini melibatkan saraf vagus atau saraf utama dalam sistem saraf parasimpatik seseorang. Saraf parasimpatik merupakan sistem saraf yang mengatur beberapa fungsi tak sadar tubuh seperti proses pencernaan, detak jantung, dan sistem imun tubuh. Pingsan tipe ini dapat terjadi apabila dipicu oleh trauma, stres, melihat darah, atau berdiri dalam waktu yang lama.

  1. Carotid sinus syncope.

Pingsan tipe ini terjadi ketika carotid artery di leher mengalami penyempitan. Biasanya terjadi setelah memutar kepala ke salah satu sisi ketika sedang mengenakan kerah yang terlalu ketat.

  1. Situational syncope.

Pingsan tipe ini terjadi karena mengejan saat batuk, buang air kecil, buang air besar, atau ketika seseorang mengalami masalah pencernaan.

Cara Mencegah Pingsan

Berikut merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari jatuh pingsan:

  1. Jika kamu pernah jatuh pingsan, coba pelajari pemicunya sehingga dapat dihindari di kemudian hari. 

  2. Selalu bangun secara perlahan dari posisi duduk atau berbaring.

  3. Menjaga pola makan juga penting untuk menghindari pingsan.

  4. Jika kamu pusing, lemas, dan merasakan sensasi kepala berputar, coba duduk dan taruh kepala di antara lutut untuk membantu mengalirkan darah ke otak. 

  5. Jika kamu merasakan tanda-tanda akan pingsan, coba untuk posisikan diri agar duduk atau berbaring untuk menghindari potensi bahaya terjatuh. 

Jika menjumpai seseorang yang pingsan, kamu bisa membantunya dengan meningkatkan aliran darah menuju kepala. Cara yang paling mudah adalah dengan mengangkat kaki mereka lebih tinggi dari level jantung. Longgarkan kerah, sabuk, dan pakaian agar darah dapat mengalir secara lancar. 

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Pietrangelo, A. & Falck, S. (2019). What Causes Fainting? Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/fainting