Logo NewFemme
Jenis Infeksi Vagina yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis Infeksi Vagina yang Perlu Kamu Ketahui

Kesehatan 78

Nyeri pada vagina dapat mengganggu keseharian wanita. Misalnya, ada rasa sakit yang timbul ketika berhubungan seksual maupun pergi ke kamar mandi. Oleh karena itu, langkah pertama untuk mengetahui penyebab nyeri pada vagina adalah menunjukkan dengan tepat dari mana rasa nyeri itu berasal. Hal ini karena beberapa wanita menggambarkan area bagian bawah sebagai vagina, padahal nyeri tersebut bisa jadi berasal dari vulva, rahim, panggul, maupun perut.

Dibagian manapun rasa nyeri pada vagina terjadi, penting untuk memeriksakan diri ke dokter, terutama jika nyeri tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini karena pada kondisi normal, seharusnya tidak ada rasa nyeri pada bagian vagina yang kita rasakan.

Ada beberapa penyebab rasa nyeri pada vagina dapat terjadi, salah satunya disebabkan oleh infeksi, baik jamur, bakteri, maupun infeksi menular seksual. Berikut penjelasan mengenai infeksi yang dapat terjadi pada vagina:

  1. Infeksi jamur

Gejala yang paling umum dari infeksi jamur adalah daerah sisi yang terasa gatal dan terbakar. Jamur dapat mempengaruhi bagian dalam maupun luar vagina, dan dapat menyebabkan pembengkakan dan kemerahan. Selain itu, keputihan juga bisa terjadi. Hal ini menyebabkan rasa tidak nyaman bahkan sakit yang mengganggu.

Infeksi jamur dapat diobati dengan obat yang dapat dibeli di apotek, terutama jika infeksi jamur ini bukan yang pertama kalinya. Namun, jika hal ini baru kamu alami, atau gejala ini tidak mereda selama seminggu setelah kamu mencoba obat yang dijual bebas, sebaiknya kamu memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan kandungan dan panggul serta meresepkan krim antijamur yang lebih sesuai.

  1. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri pada vagina yang sering disebut dengan vaginosis bakterial juga dapat menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman pada vagina, tetapi keputihan yang dialami kemungkinan akan lebih encer, dan disertai dengan bau amis. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari bakteri di vagina.

Pada kondisi normal, vagina akan diisi dengan bakteri baik yang menjaga keseimbangan pH daerah vagina. Vaginosis bacterial terjadi ketika bakteri baik kalah jumlah dengan bakteri "jahat". Pemicu pastinya belum diketahui, namun seks dan menstruasi dapat memicu penurunan pH vagina. Vaginosis bacterial bisa diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

  1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Segala jenis infeksi menular seksual, baik herpes, klamidia, maupun gonore dapat menyebabkan rasa sakit di daerah vagina. Herpes biasanya berhubungan dengan syaraf atau peradangan, dan cenderung memiliki lesi spesifik yang dapat dilihat dan cukup lembut saat disentuh.

Nyeri akibat infeksi menular seksual lain biasanya berasal dari peradangan umum. Hal ini karena infeksi menular seksual menyebabkan lebih banyak pembengkakan pada jaringan vagina yang cenderung sensitif terhadap rasa sakit dan ketidaknyamanan serta rasa terbakar dan gatal.

Kamu perlu memeriksakan diri ke dokter ketika mengalami rasa sakit dan peradangan dalam bentuk apa pun di area vagina. Untungnya, infeksi menular seksual memiliki metode pengobatan dan pencegahan yang jelas, seperti mengkonsumsi antibiotik dan menggunakan kondom. Klamidia, gonore, dan infeksi menular seksual lainnya biasanya dapat disembuhkan dengan pengobatan; sedangkan untuk herpes, meskipun tidak dapat disembuhkan, dapat dikelola untuk mengurangi rasa sakit dan penularan.

Semoga artikel ini dapat membantumu untuk memahami apa yang terjadi pada tubuhmu, ya. Namun, tetap konsultasikan apa yang kamu rasakan kepada dokter. Jika ragu, kamu dapat menghubungi dokter di Newfemme!

 

Sumber:

Editors Of Women's Health. (2022). Why Does My Vagina Hurt? 12 Possible Reasons For Pain Down There, According To Doctors. Woman's Health Mag. [online]. https://www.womenshealthmag.com/health/a19909207/vagina-pain/