Logo NewFemme
Dampak Depresi Pada Kesehatan Tubuh

Dampak Depresi Pada Kesehatan Tubuh

Kesehatan 167

Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling sering dijumpai di Amerika Serikat, setidaknya 6% orang dewasa disana mengalami depresi dalam tingkat yang parah pada tahun 2020. Meskipun merupakan gangguan mental, tapi depresi ternyata juga berdampak pada kesehatan fisik seseorang.

Depresi dapat mempengaruhi kesehatan hati, ginjal, sistem saraf, hingga sistem imun tubuh. Artikel ini akan membahas bagaimana depresi mempengaruhi kesehatan fisik seseorang sehingga kita lebih menyadari risiko dari depresi.

Apa itu depresi?

Perasaan sedih, cemas, dan gelisah merupakan bagian dari kehidupan seseorang pada satu waktu tertentu. Akan tetapi, jika perasaan tersebut tak kunjung hilang selama berminggu-minggu, maka mungkin itu merupakan gejala dari depresi. Jika dibiarkan, depresi dapat mengganggu aktivitas harian dan menyebabkan munculnya gejala tambahan lainnya. 

Dampak Depresi Terhadap Sistem Saraf Pusat

Depresi dapat menyebabkan berbagai gejala pada sistem saraf pusat yang mudah dan kerap diabaikan. Tak sedikit orang dewasa yang menghiraukan perubahan kemampuan kognitif dibalik alasan pertambahan usia. Padahal, orang dewasa dengan depresi memiliki masalah penurunan daya ingat dan responsivitas yang lebih parah.

Orang dengan depresi biasanya mengalami kesulitan untuk mempertahankan pekerjaan sesuai jadwal dan kesulitan untuk melakukan interaksi sosial. Hal tersebut disebabkan oleh gejala sulit mempertahankan konsentrasi, masalah daya ingat, dan sulit untuk mengambil keputusan yang dimiliki oleh orang dengan depresi.

Depresi juga dapat berdampak pada beberapa penyakit sistem saraf tertentu, seperti penyakit Alzheimer, epilepsi, dan multiple sclerosis. Bahkan hasil pemindaian otak miliki orang dengan depresi memperlihatkan adanya perubahan signifikan di beberapa bagian, seperti frontal lobe. hippocampus, temporal lobe, dan amygdala.

Dampak Depresi Terhadap Sistem Pencernaan

Sebagian orang mengatasi depresi dengan makan sebanyak-banyak. Hal tersebut menyebabkan penambahan berat badan dan mengundang penyakit akibat obesitas seperti diabetes tipe 2. Sebagian yang lain akan mengalami kehilangan nafsu makan ketika mengalami depresi.

Hal ini berujung pada tidak terpenuhinya jumlah nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kondisi yang timbul akibat gangguan pola maka biasanya adalah sakit perut, perut keram, sembelit, dan malnutrisi atau kekurangan gizi. Obat-obatan mungkin tidak akan memperbaiki kondisi depresi seseorang jika tidak dibarengi dengan pola makan yang tepat.

Efek Depresi Terhadap Sistem Kardiovaskular dan Sistem Imun

Depresi erat kaitannya dengan stres. Hormon stres dapat meningkatkan detak jantung seseorang sehingga menyebabkan pembuluh darah mengencang. Jika dibiarkan berkelanjutan, kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya penyakit jantung. Depresi dianggap lebih memiliki dampak buruk bagi kesehatan sistem kardiovaskular seseorang dibandingkan dengan beberapa kondisi lain, seperti merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. 

Depresi juga memberikan dampak negatif pada sistem imun seseorang menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi. Peneliti mengungkap bahwa depresi memiliki hubungan inflamasi yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. 

Sesekali memiliki perasaan negatif, seperti sedih, merasa bersalah, gelisah, kuatir, atau cemas merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, jangan biarkan perasaan-perasaan tersebut singgah terlalu lama dan semakin parah. Jangan ragu untuk menceritakan kondisi kesulitan yang sedang dialami ke orang terdekat atau tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Wilson, D. & Pietrangelo, A. (2022). The Effects of Depression on Your Body. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/depression/effects-on-body