Logo NewFemme
6 Kebiasaan Yang Berdampak Buruk Bagi Jantung

6 Kebiasaan Yang Berdampak Buruk Bagi Jantung

Kesehatan 27

Memperhatikan pola makan dan melakukan olahraga secara rutin merupakan kunci  yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung kita. Namun, bukan berarti jika telah melakukan semua itu kita akan sepenuhnya terhindar dari penyakit jantung. Ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jantung kita. 

  1. Duduk Seharian

Apakah kamu rutin berolahraga? Jika iya, maka itu hal yang bagus. Tapi jika kamu duduk di sebagian besar sisa hari, maka itu bukanlah hal yang baik. Kamu harus membiasakan diri untuk aktif sepanjang hari walaupun hanya aktivitas fisik kecil dan singkat.

Misalnya berjalan untuk mengambil minum di sela-sela pekerjaan, pergi ke kamar mandi saat istirahat sekolah, ataupun melakukan olahraga kecil saat sedang jeda iklan. Rutinitas kecil tersebut dapat menjaga arteri agar tetap fleksibel dan memastikan agar darah mengalir secara lancar. 

  1. Mengonsumsi Terlalu Banyak Alkohol

Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, obesitas, dan stroke yang semuanya merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung. American Health Association (AHA) menyebutkan bahwa terlalu banyak konsumsi alkohol dapat mengganggu ritme detak jantung dan menyebabkan terjadinya gagal jantung. 

  1. Mengalami Stres Berlebih

Stres dapat memicu tubuh untuk melepaskan hormon adrenalin. Hormon adrenalin dalam jangka waktu pendek dapat mempengaruhi fungsi tubuh, seperti meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Stres yang berkelanjutan dapat merusak pembuluh darah di jantung dan meningkatkan risiko untuk stroke dan serangan jantung. 

  1. Tidak Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Sebuah studi pada tahun 2014 menyebutkan bahwa orang dengan penyakit jantung koroner yang melakukan flossing melaporkan gangguan kardiovaskular yang lebih sedikit. Flossing merupakan teknik membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang yang biasanya dilakukan setelah sikat gigi.

Bakteri yang penyebab masalah gusi ternyata juga dapat menyebabkan inflamasi pada tubuh. Inflamasi kerap dikaitkan sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

  1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Mengonsumsi terlalu banyak garam (sodium) dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung. Kandungan garam yang berlebih biasanya ditemukan pada makanan kalengan, snack, dan makanan kemasan lainnya.

Pastikan untuk selalu memperhatikan label informasi gizi yang tertera pada kemasan makanan. American Heart Association merekomendasikan bahwa orang dewasa sehat tidak boleh mengonsumsi garam lebih dari 2,3 gram garam atau setara dengan satu sendok teh garam.

  1. Tidak Mendapatkan Waktu Tidur yang Cukup

Jantung bekerja terus-menerus sepanjang hari. Jika kita tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka sistem kardiovaskular dalam tubuh juga tidak mendapatkan waktu istirahatnya yang sangat dibutuhkan. Kekurangan tidur parah dapat memicu tingkat hormon kortisol dan adrenalin yang tinggi, mirip seperti kondisi orang yang sedang stres.

Waktu tidur yang ideal bagi orang dewasa adalah 7-9 jam setiap harinya.

Penyakit jantung sendiri termasuk ke dalam kelompok cardiovascular disease (CVDs) yang merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia menurut data yang dimiliki oleh World Health Organization (WHO). Jangan menunggu tua untuk mulai memperhatikan kesehatan jantung karena semua orang memiliki peluang untuk terkena penyakit jantung.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!


Sumber:

WHO. (2021). Cardiovascular diseases (CVDs). World Health Organization. [online]. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)

Theobald & Sohrabi. (2014). 6 Common Habits That Are Damaging Your Heart. Everyday's Health. [online]. https://www.everydayhealth.com/heart-health/common-habits-damaging-heart/