Logo NewFemme
Gejala dan Penyebab Serangan Jantung

Gejala dan Penyebab Serangan Jantung

Kesehatan 12

Serangan jantung, juga disebut sebagai myocardial infarctions, merupakan salah satu penyakit yang sangat sering dijumpai. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju jantung tersumbat atau terputus. Kerusakan pada area jantung dapat terjadi ketika tidak ada cukup darah kaya oksigen yang mengalir ke jantung, menyebabkan otot jantung mulai mati.

Serangan jantung merupakan kondisi medis yang mengancam nyawa. Semakin seseorang yang terkena serangan jantung mendapatkan perawatan medis, maka semakin besar pula peluang selamatnya. Maka dari itu, berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang serangan jantung agar menghindarkan kita dan orang terdekat dari situasi berbahaya. 

Gejala Serangan Jantung

Gejala umum dari serangan jantung diantaranya adalah perasaan tidak nyaman pada dada, sesak nafas, mual, berkeringat, pusing, kelelahan, kesulitan bernapas, serta nyeri pada tangan, bahu, atau leher. Menurut American Heart Association (AHA) terdapat beberapa gejala yang lebih kerap muncul pada wanita, yaitu sesak napas, mual, muntah, nyeri di punggung atau rahang, pusing, dan rasa lelah yang ekstrem. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Maka dari itu, perempuan yang telah mencapai menopause memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung. 

Peneliti menyebutkan bahwa orang yang memiliki diabetes berpeluang besar mengalami silent heart attack alias serangan jantung yang tak dirasakan gejalanya, terutama nyeri dada. Hal ini disebabkan oleh munculnya neuropathy atau kerusakan saraf yang mengganggu kemampuan orang dengan diabetes untuk merasakan nyeri di dada akibat serangan jantung. 

Penyebab Serangan Jantung

Penyebab utama serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi ketika terdapat gumpalan plak pada arteri yang memasok darah menuju jantung menyebabkan saluran darah menyempit. Penyebab lainnya adalah robeknya pembuluh darah, penyalahgunaan obat, dan kekurangan oksigen di darah. Secara umum, serangan jantung dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu:

  1. Serangan Jantung Tipe I 

Serangan jantung tipe I diakibatkan oleh pecahnya gumpalan plak pada dinding arteri sehingga melepaskan kolesterol dan zat lainnya ke dalam aliran darah. Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya gumpalan darah dan menyumbat arteri.

  1. Serangan Jantung Tipe II

Serangan jantung tipe II terjadi ketika jantung kita tidak menerima darah kaya akan oksigen dalam jumlah yang cukup. Bedanya, pada tipe ini tidak terdapat penyumbatan total di arteri. 

Faktor Risiko Serangan Jantung

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kita terkena serangan jantung. Meskipun ada beberapa faktor yang tidak dapat diubah, seperti usia dan riwayat keluarga, tapi masih banyak faktor lain yang berada dalam kendali kita, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Merokok

  2. Kolesterol tinggi

  3. Obesitas

  4. Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga

  5. Tingkat stres yang tinggi

  6. Konsumsi alkohol berlebih

  7. Sleep apnea atau henti napas sejenak saat tidur

Serangan jantung dapat memunculkan gejala yang berbeda dari orang satu dengan yang lain. Sebagian orang juga mungkin tidak menyadari tanda-tanda peringatan serangan jantung. Maka dari itu, ada baiknya bagi kita untuk selalu memperhatikan kesehatan diri sendiri dan orang terdekat agar terhindar dari berbagai kondisi yang membahayakan nyawa, salah satunya adalah serangan jantung.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Kinman, Rollman, & Soliman. (2022). Heart Attack Symptoms, Causes, and Treatment. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/heart-attack