Logo NewFemme
Waspada Resiko Konsumsi Santan Berlebihan

Waspada Resiko Konsumsi Santan Berlebihan

Kesehatan 91

Rasa gurih di lidah ketika mengulum makanan yang bercamour santan, kadang melenakan untuk berhenti. Terus saja mencari rasa gurih yang tertinggal. Alhasil, porsi lemak yang masuk tubuh kelebihan.

Kondisi yang tidak bisa dihindari ketika menerima undangan perjamuan dengan menu makanan yang kental dengan kuah santan. Penampakan yang menggiurkan, tetapi risiko dari konsumsi makanan santan yang berlebih pun mengintai.

Bahaya makan makanan bersantan secara berlebihan

Demi menjaga kesehatan, makan makanan yang mengandung santan harus dibatasi. Mengingat makanan yang memakai santan tinggi kandungan lemak jenuhnya. Bila dikonsumsi dengan kadar yang berlebihan akan mengundang berbagai risiko buruk bagi kesehatan. Selain ada dalam santan yang dimasak, lemak jenuh juga ada pada masakan yang berbahan daging, jeroan, atau makanan berlemak lainnya.

American Heart Association mengemukakan bahwa konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan bersantan akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Berikut bahayanya:

 

Gangguan pencernaan

Dialami sebagian orang, konsumsi makanan yang mengandung santan menyebabkan gangguan pencernaan. Bila diteruskan konsumsi, menjadikan diare, atau bahkan sembelit. Bagi yang menjalankan puasa seharian, saat berbuka sebaiknya jangan langsung konsumsi makanan yang mengandung santan karena memicu naiknya asam lambung. Santan pemicu sulitnya lambung mencerna makanan, timbul rasa nyeri yang sangat.

 

Peningkatan tekanan darah

Tekanan darah naik atau hipertensi, adalah salah satu akibat dari bahayanya santan yang dikonsumsi secara berlebihan porsinya. Pada keadaan normal, pembuluh darah arteri sifatnya kuat dan elastis sehingga darah dapat mengalir bebas, serta mampu memasok nutrisi dan oksigen ke organ vital dan jaringan tubuh lainnya. 

Namun, jumlah santan dalam tubuh yang berlebihan membuat penumpukan plak atau endapan kolesterol jahat pada arteri. Arteri tidak lagi elastis dan memicu terjadinya tekanan darah tinggi. Jika tidak segera mendapat penanganan, tekanan darah tinggi akan menyumbat arteri dan pembuluh darah. Bahkan makanan yang mengandung santan dan dipanaskan dengan suhu tinggi dan berulang akan meningkatan risiko masalah jantung karena penumpukan lemak jahat.

 

Peningkatan kadar kolesterol dalam darah

Konsumsi makanan yang mengandung santan dengan porsi berlebihan sama artinya dengan memperbanyak jumlah lemak jenuh yang menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. 

Selanjutnya terjadi peningkatan kolesterol jahat dalam darah, sehingga memicu munculnya risiko penyakit jantung dan stroke.

sumber: pexels

Baca Juga: Mengenal Lemak dalam Tubuh Kita: Apa Saja Jenisnya?

Stroke ringan

Tumpukan lemak jahat dalam tubuh juga bisa meningkatkan risiko stroke ringan. Kondisi ini semakin serius bila tidak diimbangi dengan kecukupan cairan dalam tubuh. Sedangkan pada usia lanjut, hal ini bisa memicu stroke berat.

 

Berat badan bertambah

Santan menyumbang lemak dan kalori dalam jumlah tinggi, jika tidak diimbangi dengnan aktivitas ekstra maka dapat memicu lonjakan pada angka timbangan badan. Makanan yang mengandung santan bukan untuk dihindari, tetapi cukup ditakar seberapa porsi yang optimal untuk diri sendiri. Selain itu bisa diakali dengan konsumsi makanan sehat lainnya yang akan meluruhkan lemak jenuh dari santan.