Logo NewFemme
7 Fungsi Pil Kontrasepsi Selain Penunda Kehamilan

7 Fungsi Pil Kontrasepsi Selain Penunda Kehamilan

Kesehatan 61

Di masyarakat, masih terdapat anggapan bahwa pil kontrasepsi hanya digunakan untuk mencegah kehamilan. Padahal, meskipun pencegahan kehamilan merupakan tujuan utama dari penggunaan kontrasepsi, pil kontrasepsi juga dapat digunakan untuk alasan non-kontrasepsi lho, Ladies!

Pada dasarnya, pil kontrasepsi adalah kontrasepsi oral yang diminum setiap hari dan mengandung hormon. Semua kontrasepsi oral memiliki progesteron, namun ada juga beberapa yang disebut pil kombinasi karena memiliki progesteron dan estrogen. Keduanya memiliki satu tujuan, yaitu menghentikan atau mengurangi ovulasi.

Meskipun begitu, pil kontrasepsi juga bisa mengatasi ketidakseimbangan hormon. Pil kontrasepsi sebetulnya adalah pil hormonal yang membuat tubuh mendapatkan sejumlah estrogen dan progesteron setiap hari dan sepanjang bulan dengan teratur, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan dan mengendalikan kadar hormon wanita dan mencegah ketidakseimbangan.

Jadi, apa saja yang bisa dilakukan pil kontrasepsi? Berikut adalah beberapa diantaranya.

  1. Meringankan sindrom pramenstruasi (PMS)

Lebih dari 90 persen wanita mengalami gejala PMS. Hal ini biasanya terjadi satu atau dua minggu sebelum menstruasi, dimana dapat menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati, lekas marah, kembung, dan nyeri payudara.

Gejala-gejala ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon. Pil kontrasepsi memberikan estrogen dan progesterone dengan dosis tetap sepanjang bulan sehingga dapat membantu mengurangi fluktuasi hormon yang menyebabkan PMS.

  1. Membantu mengatasi endometriosis

Endometriosis adalah kondisi dimana jaringan yang biasanya tumbuh di dalam rahim (dan luruh selama menstruasi) juga tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium, usus, bahkan kandung kemih.

Jaringan berlebih ini menyebabkan pembengkakan, peradangan, dan jaringan parut, yang menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Pil kontrasepsi akan mengurangi rasa sakit yang terjadi ketika menstruasi bulanan.

  1. Menghemat darah

Hah, menghemat darah? Apa hubungan antara penggunaan pil kontrasepsi dengan penghematan darah? Jika dipikirkan kembali, sebagai wanita, setiap bulan kita mengeluarkan darah ketika menstruasi. Jumlahnya bervariasi antar wanita, namun pada beberapa orang bisa sangat deras hingga berpotensi meningkatkan peluang terkena anemia, yang mengakibatkan kelelahan dan kekurangan energi.

Pil kontrasepsi dapat membantu dengan mengurangi pasang surut darah dalam bulanan. Pada dasarnya, pil KB menipiskan lapisan rahim, sehingga lapisan yang lebih sedikit berarti lebih sedikit pendarahan setiap bulannya.

  1. Memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker

Menurut studi yang dilakukan oleh Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 15 tahun mengonsumsi pil dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium hingga 50 persen, sedangkan untuk kanker endometrium, penurunan risiko tersebut mencapai 70 persen. Perlindungan terhadap kanker ovarium ini diakibatkan oleh penghentian ovulasi, sedangkan pencegahan kanker rahim adalah akibat dari penipisan lapisan rahim.

Namun, kontrasepsi oral justru dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan serviks, karena kadar estrogen menjadi semakin tinggi.

  1. Membantu melindungi dari penyakit radang panggul (PID)

Pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul adalah infeksi menular seksual pada organ reproduksi wanita. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri panggul kronis atau infertilitas.

Pil kontrasepsi tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan PID, namun pil kontrasepsi menawarkan perlindungan dengan mengentalkan lendir serviks, sehingga lebih sulit bagi bakteri yang terinfeksi untuk mencapai rahim, saluran tuba, atau ovarium.

  1. Membantu melindungi dari sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Tubuh wanita melepaskan setidaknya satu sel telur setiap siklus, tetapi dengan sindrom ovarium polikistik, sel telur yang matang tidak dilepaskan dan malah tetap berada di ovarium. Hal ini dapat menyebabkan infertilitas.

Salah satu gejala PCOS adalah menstruasi yang tidak teratur. Karena ketidakseimbangan hormon adalah akar masalah dari PCOS, pil kontrasepsi dapat membantu mengatur kadar hormon sehingga tubuh melepaskan sel telur tepat waktu dan mempertahankan siklus menstruasi yang teratur.

  1. Meringankan kram menstruasi

Dismenore adalah istilah medis untuk kram menstruasi menyakitkan yang terjadi sebelum atau selama menstruasi. Dismenore disebabkan oleh bahan kimia yang disebut prostaglandin yang dilepaskan dari lapisan rahim.

Selama menstruasi, rahim berkontraksi dan kadar prostaglandin naik, dimana dikaitkan dengan kram yang lebih parah. Pil kontrasepsi dapat membantu dismenore dengan menipiskan lapisan rahim.

Setelah ini, jangan salah kira bahwa orang yang ingin menunda kehamilan saja ya yang perlu mengkonsumsi pil kontrasepsi.

Jangan lupa juga baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Brenza, A. & Breitowich, A. (2022). What Else Is The Pill Used For? 11 Benefits That Have Nothing To Do With Birth Control. Women’s Health. [online]. https://www.womenshealthmag.com/health/a19956420/birth-control-uses-besides-contraception/