Logo NewFemme
Musim Hujan? Waspada Demam Berdarah!

Musim Hujan? Waspada Demam Berdarah!

Kesehatan 89

Demam berdarah adalah penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Demam berdarah paling sering ditemui di negara dengan iklim tropis, termasuk di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga minggu ke-22 tahun 2022, sudah ditemukan sebanyak 45.387 kasus demam berdarah dengan jumlah kematian akibat demam berdarah mencapai angka 432 kasus.

Berikut merupakan beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang demam berdarah sehingga kita lebih waspada dan tidak terlambat dalam pengambilan keputusan:

Penyebab Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat tipe virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini tidak dapat bertransmisi langsung dari orang satu ke orang yang lain secara langsung tanpa perantara nyamuk. Akan tetapi, jika ada nyamuk yang menggigit orang yang telah terinfeksi virus dengue yang kemudian menggigit orang lain, maka virus dengue akan masuk ke dalam aliran darah orang tersebut dan dapat menyebabkan infeksi. 

Gejala Demam Berdarah

Jika seseorang terinfeksi virus dengue, biasanya gejala akan muncul pada dari ke-4 sampai ke-10 gigitan nyamuk. Pada kebanyakan kasus, gejalanya ringan dan sering disalah artikan sebagai demam biasa. Berikut merupakan gejala umum yang dapat bertahan 2-7 hari:

  1. Munculnya demam secara tiba-tiba hingga menyentuh suhu 41°C.

  2. Sakit kepala parah.

  3. Terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening.

  4. Rasa nyeri pada sendi dan otot.

  5. Munculnya ruam pada kulit.

Sedangkan demam berdarah yang parah dapat memunculkan gejala berikut:

  1. Rasa nyeri yang dirasakan pada daerah perut.

  2. Muntah-muntah hingga 3 kali dalam rentang 24 jam.

  3. Terjadinya pendarahan di gusi atau hidung (mimisan).

  4. Muntah disertai dengan darah. 

  5. Ditemukan darah pada feses saat buang air besar.

  6. Badan yang merasa lemah dan lesu.

Pencegahan Demam Berdarah

Demam berdarah dapat dicegah salah satunya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang bisa dilakukan oleh semua orang di rumahnya masing-masing. Metode PSN yang dapat dilakukan adalah dengan rutin menjalankan 3M-Plus terutama pada musim hujan atau pancaroba. Langkah 3M yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Menguras tempat penampungan air minimal 1 minggu sekali.

  2. Menutup rapat tempat penampungan air.

  3. Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu, lakukan langkah plus yang juga dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

  2. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

  3. Menggunakan kelambu saat tidur.

  4. Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

  5. Menanam tanaman pengusir nyamuk.

  6. Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.

  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat nyamuk beristirahat.

Ketika seseorang telah sembuh dari penyakit demam berdarah, maka tubuh orang tersebut akan mengembangkan imunitas terhadap virus dengue. Namun, perlu diingat bahwa terdapat 4 tipe virus dengue yang dapat dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Maksudnya, seseorang masih dapat terkena demam berdarah sebanyak 3 kali lagi jika terinfeksi oleh tipe virus dengue yang berbeda beda.

Baca juga artikel menarik dari Newfemme lainnya!

 

Sumber:

Normandin, B. Sleadi-Schulman, J. S. (2021). Dengue Fever. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/dengue-fever

Redaksi Sehat Negeriku. Kasus DBD Meningkat, Kemenkes Galakkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J). (2022). Sehat Negeriku. [online].https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220615/0240172/kasus-dbd-meningkat-kemenkes-galakkan-gerakan-1-rumah-1-jumantik-g1r1j/

Mayo Clinic Staf. (2020). Dengue fever. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/symptoms-causes/syc-20353078