Logo NewFemme
Waspadai Obesitas pada Anak

Waspadai Obesitas pada Anak

Kesehatan 44

Obesitas merupakan ancaman kesehatan yang serius bagi anak. Anak dengan obesitas memiliki peluang yang lebih besar terhadap beberapa masalah kesehatan kronis bahkan dapat berlanjut hingga usia dewasa.

Obesitas pada anak tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tapi tak jarang juga berpengaruh pada kesehatan mental yang anak. Anak yang memiliki berat badan lebih atau obesitas dapat kehilangan rasa percaya diri bahkan hingga menunjukkan gejala depresi.

Maka dari itu, sebagai orang tua kita juga perlu menjaga kesehatan anak salah satunya dengan membantu anak mencapai berat badan yang sehat atau ideal.

Penyebab Obesitas Pada Anak

Riwayat kesehatan keluarga, faktor psikologis, dan gaya hidup memiliki peran hingga munculnya obesitas pada anak. Anak dengan orang tua atau anggota keluarga yang obesitas memiliki peluang lebih besar untuk mengikutinya.

Akan tetapi, penyebab utama obesitas pada anak terletak pada kombinasi antara mengonsumsi makanan terlalu banyak dan kurangnya aktivitas fisik atau olahraga. Faktor psikologis seperti stres, bosan, atau depresi juga dapat mendorong anak makan lebih banyak sebagai aksi mengatasi emosi negatif. 

Kondisi Kesehatan yang Menghantui Anak dengan Obesitas

Anak dengan obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan beberapa masalah kesehatan ketimbang teman sebayanya yang memiliki berat badan sehat atau ideal. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Diabetes

Diabetes tipe 2 adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa mengolah glukosa dengan baik. Diabetes dapat mengakibatkan masalah penglihatan, kerusakan saraf, dan gangguan fungsi ginjal. Anak-anak atau orang dewasa dengan obesitas memiliki peluang lebih besar untuk mengalami diabetes tipe 2. Walaupun demikian, kondisi ini dapat dihindari dengan mengganti gaya hidup dan pola makan.

  1. Penyakit jantung

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung pada anak dengan obesitas di masa yang akan datang. Makanan yang tinggi akan lemak dan garam dapat menyebabkan naiknya tingkat kolesterol dan tekanan darah. Serangan jantung dan stroke adalah dua contoh penyakit yang dapat timbul akibat penyakit jantung.

  1. Gangguan tidur

Anak-anak dan remaja dengan obesitas dapat mengalami gangguan tidur, seperti mendengkur secara sangat keras ataupun sleep apnea (henti nafas sejenak saat tidur). Tumpukan lemak di sekitar area leher dapat menghambat aliran udara.

  1. Nyeri sendi

Anak-anak dengan obesitas biasanya juga akan mengalami kekakuan pada sendi yang diiringi dengan rasa nyeri. Berat badan lebih juga dapat mengurangi rentang gerak dari sendi-sendi pada tubuh menyebabkan anak tidak bisa bergerak secara leluasa.

Tips Untuk Mengatasi Obesitas Pada Anak

Obesitas pada anak dapat diatasi dengan pengaturan pola makan dan perubahan gaya hidup. Berikut beberapa tipsnya:

  1. Tingkatkan aktivitas fisik anak

Dorong anak untuk melakukan aktivitas fisik untuk membantu mereka mengurangi berat badan berlebih secara aman. Gunakan istilah aktivitas ketimbang olahraga agar mereka tetap bersemangat melakukannya. Kamu juga mengarahkan anak untuk menekuni olahraga yang ia minati.

  1. Kurangi screen time anak

Screen time atau waktu anak di depan layar televisi, smartphone, atau komputer harus dibatasi. Hal ini lantaran dengan screen time yang banyak, anak akan menjadi kurang aktif bahkan dapat diperparah jika dibarengi dengan kebiasaan mengemil. 

Obesitas pada anak dapat dicegah dengan edukasi yang baik, pola makan yang tepat, serta memiliki pola hidup yang aktif. Semua hal tersebut harus dibarengi dengan dukungan dari orang dewasa yang ada disekitar anak, baik itu orang tua, guru, maupun pengasuh lainnya. Bantu jaga kesehatan anak dengan menyiapkan makanan sehat dan bergizi serta dorong anak agar melakukan aktivitas fisik lebih banyak.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!


Sumber:

Roth, E. & Gill, K. (2022). Childhood Obesity. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/weight-loss/weight-problems-in-children