Logo NewFemme
Kiat Utama dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Usia 6-9 Tahun

Kiat Utama dalam Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Usia 6-9 Tahun

Gaya Hidup 60

Anak pada kelompok usia 6-9 tahun merupakan anak yang sudah memasuki masa sekolah dan banyak beraktivitas di luar rumah. Sehingga pengaruh teman, godaan akan jajanan, serta pengaruh lingkungan dapat meningkatkan risiko keterpaparan terhadap sumber penyakit.

Selain itu, sebagian anak usia 6-9 tahun juga sudah mulai memasuki masa pertumbuhan cepat pra-pubertas, sehingga kebutuhan akan zat gizi mulai meningkat. Oleh karena itu, pemberian makanan bergizi seimbang untuk anak pada kelompok ini harus diberikan perhatian lebih.

Berikut merupakan pesan gizi seimbang untuk anak usia 6-9 tahun yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang:

  1. Biasakan makan 3 kali sehari bersama keluarga

Kebutuhan zat gizi anak usia 6-9 tahun dipenuhi dengan makan utama 3 kali sehari (sarapan, makan siang, dan makan malam). Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40% anak sekolah tidak makan pagi.

Akibatnya, jumlah energi yang diperlukan untuk belajar menjadi berkurang dan prestasi belajar yang diraih kurang optimal. Makan pagi atau sarapan sangat penting untuk menambah gula darah sebagai sumber energi yang digunakan sebagai sumber energi otak. 

  1. Biasakan mengonsumsi ikan dan sumber protein lainnya

Ikan merupakan sumber protein hewani, sedangkan tempe dan tahu merupakan sumber protein nabati. Protein merupakan zat gizi yang yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan, mempertahankan, dan mengganti sel yang sudah rusak.

Anak pada kelompok usia 6-9 tahun sangat butuh protein mengingat sedang mengalami masa pertumbuhan cepat pra-pubertas. Konsumsi ikan, telur, dan susu bagi kelompok anak usia ini juga sangat membantu untuk pertumbuhan dan perkembangan serta peningkatan daya ingat dan kognitif di sekolah.

  1. Biasakan membawa bekal makanan dan air putih dari rumah

Apabila jam sekolah berlangsung hingga sore hari, maka siapkanlah bekal makan siang untuk anak bawa ke sekolah. Makan siang di sekolah yang baik harus memenuhi syarat dari segi jumlah dan keragaman makanan.

Dengan membawa bekal dari rumah, anak tidak perlu makan jajanan yang kualitasnya tidak bisa dijamin. Minum air putih yang cukup juga dibutuhkan anak untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan dari dehidrasi.

  1. Biasakan menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari

Ajarkan anak untuk memiliki kebiasaan menyikat gigi setidaknya dua kali dalam sehari, yaitu setelah makan pagi dan sebelum tidur. Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi akan diolah oleh bakteri dan menghasilkan metabolit berupa asam yang dapat menyebabkan terjadinya pengeroposan gigi. 

  1. Batasi mengonsumsi makanan cepat saji, jajanan, dan makanan selingan yang manis, asin, dan berlemak

Mengonsumsi makanan cepat saji dan jajanan saat ini sudah menjadi kebiasaan terutama oleh masyarakat perkotaan. Sebagian besar makanan cepat saji adalah makanan yang tinggi gula, garam dan lemak yang tidak baik bagi kesehatan.

Oleh karena itu, mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan jajanan harus sangat dibatasi. Makanan manis, asin dan berlemak banyak berhubungan dengan penyakit kronis tidak menular seperti diabetes mellitus, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Dampingi anak dalam pemilihan dan penyediaan makanan untuk mendukung masa tumbuh kembangnya. Anak juga perlu diberikan pemahaman terkait jajan sehat agar dapat mengurangi risiko terpapar penyakit dari jajanan yang dibeli di sekitar sekolah. 

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.