Logo NewFemme
Nasi Padang, Enak Tapi Jahat? Cek di Sini

Nasi Padang, Enak Tapi Jahat? Cek di Sini

Kesehatan 124

Nasi Padang, makanan khas Minangkabau sangat menarik, penampilan kuah kentalnya yang sarat dengan minyak, baru memandang sudah terasa gurihnya.

Mulai gulai nangka muda, rendang, telur balado, dendeng, telur dadar, ayam pop, kikil semuanya terasa lezat meski baru melihat, apalagi menikmatinya saat perut lapar.

Makan Nasi Padang bahkan pernah menjadi trending topik di medsos, pakai sendok atau dengan tangan saja. Perdebatan yang mengasyikkan menjadikan nasi Padang semakin dicari.

Makanan Padang lazim dengan nasinya yang banyak, apalagi kalau dibungkus. Ternyata, hal itu sebagai rasa terima kasih, karena dengan dibawa pulang maka penjualnya tidak repot mencuci piring.

 

sumber: istock

Kandungan Nutrisi

Mengingat penampilan Nasi Padang yang ‘glamour’ berminyak, maka mendapat reputasi buruk karena dianggap sebagai sumber "lemak jahat". Maklum, kandungan santan memang banyak, notabene  meningkatkan risiko penyakit jantung.

Hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2004 bahwa pola makan, terutama kebiasaan makan gorengan, dan kurangnya aktivitas fisik ternyata  lebih mempengaruhi risiko penyakit jantung.

Pengajar di Universitas Andalas dan peneliti utama dalam studi tersebut yang bernama Profesor Nur Indrawaty Lipoeto menyampaikan bahwa kandungan lemak jenuh dalam santan hanya seperempatnya minyak goreng. 

Makanan bersantan biasanya kandungan kalorinya lebih rendah dibandingkan makanan gorengan, apalagi yang menggunakan minyak berulang kali tanpa ganti.

"Makanan gorengan itu jauh lebih berbahaya dari makanan yang bersantan," ujar Profesor Indrawaty.

Makanan khas Minang atau Nasi Padang sebenarnya kaya akan bumbu rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan daun serai yang berperan sebagai antioksidan, membantu mengurangi risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, dan kanker, imbuhnya.

Namun, bukan berarti Nasi Padang aman sepenuhnya dan dapat mencegah penyakit jantung atau diabetes, tetapi setidaknya hidangan itu bahayanya tidak seperti anggapan sebagian orang.

"Selama ini orang hanya menonjolkan santannya saja. Namun sebenarnya, orang juga harus melihat bahwa bumbunya berperan penting," terang Profesor Indrawaty.

 

Cara Aman Menyantap Nasi Padang

Profesor Indrawaty menyarankan agar mereka yang suka menyantap Nasi Padang juga rajin memakan sayur dan buah. Mengingat sayuran dalam hidangan Nasi Padang pada umumnya yaitu daun singkong dan gulai nangka volumenya tidak imbang.

Penting juga rajin olahraga atau aktivitas sehingga ada pembakaran lemak dalam tubuh, menyeimbangkan metabolisme.

Membuat Rendang Sehat

sumber: unsplash

Rendang sehat yang akan dibuat tidak menggunakan santan, tetapi diganti dengan bubuk fiber crème. Pilihan cerdas, tanpa mengurangi rasa lezatnya tetapi menghadirkan hidangan yang sehat.

Bumbu Rendang

Haluskan 5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 2 butir kemiri, 4 buah cabe merah keriting, 3 buah cabe rawit, 2 cm kunyit, dan 2 cm jahe untuk menjadi bumbu.

Memasak Rendang

Panaskan 3 sendok makan minyak goreng dan tumis bumbu halus. Masukkan juga 2 lembar daun salam dan 1 ruas lengkuas geprek, tumis sampai harum.

Bersihkan 250 gr daging dengan kualitas baik, lalu iris tipis-tipis supaya cepat empuk. Setelah itu masukkan daging campur bumbu, tambah 300 ml air dan 4 sendok makan bubuk Fiber Creme, aduk merata.

Taburi 2 sendok teh garam, 1 sendok teh gula dan setengah sendok teh lada bubuk. Kemudian tutup panci dan diamkan sekitar 30-40 menit dengan menggunakan api sedang.

Jika daging belum empuk dan air mulai menyusut, tambahkan air secukupnya lalu tutup panci lagi. Lakukan berulang sampai daging empuk dan sisakan sedikit kuah kental kemudian matikan api.

 

 

Sumber:

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-50541428

https://cookpad.com/id/resep/9456135-rendang-tanpa-santan-fiber-creme