Logo NewFemme
Bahaya Rokok Pada Ibu Hamil dan Bayi

Bahaya Rokok Pada Ibu Hamil dan Bayi

Kesehatan 69

Ladies, apakah saat ini kamu sedang merencanakan kehamilan tetapi masih memiliki kebiasaan merokok? Jika iya, mungkin kamu perlu mulai mencoba untuk berhenti merokok. Selain buruk bagi kesehatan ibu hamil, merokok juga memiliki dampak negatif pada kesehatan bayi dari sebelum kehamilan hingga setelah kelahiran. Nikotin, karbon monoksida, dan berbagai racun yang berasal dari rokok dapat terhirup dan terbawa oleh aliran darah langsung menuju ke bayi. 

Dampak Rokok Terhadap Kesuburan Pasangan

Merokok dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Perempuan yang merokok sulit sulit untuk hamil ketimbang perempuan yang tidak merokok. Pada pria, merokok dapat merusak kualitas sel sperma dan berkontribusi pada impotensi (erectile dysfunction). Kombinasi antara pasangan suami-istri yang merokok dapat menyebabkan kehamilan yang tak kunjung datang walaupun keduanya telah siap.

Dampak Rokok Terhadap Bayi dalam Kandungan

Berikut merupakan dampak negatif yang dapat terjadi akibat merokok selama kehamilan:

  1. Bayi lahir dalam ukuran tubuh yang terlalu kecil. Hal tesebut disebabkan merokok dapat memperlambat pertumbuhan bayi dalam kandungan. 

  2. Bayi lahir lebih cepat dari yang seharusnya, alias kelahiran prematur. Bayi yang lahir dalam keadaan prematur biasanya memiliki masalah kesehatan yang serius, seperti masalah pernapasan, masalah pendengaran dan penglihatan, serta gangguan perkembangan kognitif dikemudian hari. 

  3. Merokok dapat merusak paru-paru dan otak milik bayi yang masih berkembang dalam kandungan. Kerusakan tersebut dapat bertahan hingga usia kanak-kanak dan remaja.

  4. Merokok melipatgandakan risiko pendarahan yang tak wajar selama kehamilan dan proses persalinan. Hal ini dapat membahayakan nyawa bayi dan ibu hamil.

  5. Merokok juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat lahir pada bayi, seperti bibir atau mulut sumbing yang dapat mengganggu kemampuan makannya.

  6. Bayi dari ibu yang merokok selama kehamilan dan bayi yang terpapar asap rokok setelah kelahiran, memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap sudden infant death syndrome (SIDS). SIDS merupakan kematian mendadak pada bayi dibawah satu tahun yang susah dicari penyebabnya.

Manfaat Berhenti Merokok Bagi Ibu Hamil dan Bayi dalam Kandungan

Waktu terbaik untuk berhenti merokok adalah sebelum masa kehamilan. Akan tetapi, jika kamu sudah hamil dan masih merokok, maka kamu tetap dapat berhenti merokok dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan ibu dan bayi. Berikut merupakan manfaat dari berhenti merokok pada masa kehamilan:

  1. Meningkatkan pasokan oksigen pada bayi dalam kandungan, bahkan sejak sehari setelah berhenti merokok.

  2. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan akan jauh lebih baik.

  3. Menghindari kelahiran dini atau prematur.

  4. Ibu hamil akan merasa lebih berenergi dan lebih mudah bernapas.

  5. Ibu hamil menurunkan risiko untuk mengembangkan penyakit jantung, stoke, kanker paru-paru, dan berbagai masalah kesehatan akibat rokok.

Ibu hamil, bayi, dan anak-anak juga dapat terpapar bahaya jika menjadi perokok pasif. Perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok orang lain atau orang yang berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang sedang merokok. Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok dapat mengembangkan penyakit asma, alergi, serta infeksi telinga dan paru-paru. Maka dari itu, hindari asap rokok baik ketika di tempat umum maupun asap rokok dari orang terdekat.

Baca juga artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Johnson, T. C. (2020). Smoking During Pregnancy. WebMD. [online]. https://www.webmd.com/baby/smoking-during-pregnancy

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Tips From Former Smokers: Pregnancy. CDC Website. [online]. https://www.cdc.gov/tobacco/campaign/tips/diseases/pregnancy.html

Kemenkes RI. (2021). Apa itu yang disebut dengan Perokok Pasif? Website P2PTM. [online]. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/page/6/apa-itu-yang-disebut-dengan-perokok-pasif