Logo NewFemme
Tips Menyusui pada Berbagai Situasi

Tips Menyusui pada Berbagai Situasi

Kesehatan 61

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghimbau para ibu untuk menyusui bayinya selama 2 tahun, dengan pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama pasca kelahiran. Periode menyusui bukanlah waktu yang singkat dan mudah terutama bagi ibu yang baru saja melahirkan anak pertama dan masih belum memiliki pengalaman untuk menyusui bayi.

Untuk itu, berikut merupakan beberapa tips yang bisa dijadikan perhatian selama periode menyusui:

  1. Berikan asupan ASI dengan melihat gelagat bayi. 

Kebanyakan bayi yang baru lahir membutuhkan 8-12 kali menyusu atau sekitar satu sekitar 2-3 jam. Meskipun jam bisa dijadikan sebagai pedoman, akan tetapi memberikan ASI dengan memperhatikan gelagat bayi lebih disarankan.

Bayi yang siap untuk menyusu biasanya memberikan tanda berupa menggerakkan tangan ke arah mulut, menghisap tangan atau jarinya, serta memainkan bibir. Menangis merupakan gejala pemberian ASI yang terlambat. 

  1. Pertimbangkan mengonsumsi suplemen vitamin D

Tanyakan kepada dokter tentang suplemen vitamin D yang dapat dikonsumsi selama periode menyusui karena vitamin D dalam ASI jumlahnya masih kurang. Vitamin D dibutuhkan oleh bayi untuk membantu menyerap kalsium dan fosfor yang berguna untuk kesehatan dan kekuatan tulang. 

  1. Jangan menilai hanya dari frekuensi dan jumlah pemberian ASI 

Tak jarang ibu mengalami kekhawatiran kalau asupan ASI yang dikonsumsi bayi masih kurang. Padahal pola kebutuhan ASI bayi dapat berubah dari hari ke hari. Untuk itu, coba perhatikan gelagat dan intuisi bayi, dan ibu, untuk pemberian ASi serta jangan berfokus terhadap berapa banyak ASI yang diminum atau seberapa sering bayi menyusu.

Perhatikan juga faktor lain seperti penambahan berat badan yang stabil, kepuasan pada setiap pemberian ASI, serta pola buang air besar dan kecil sang bayi sebagai penilaian terhadap kecukupan pemberian ASI. 

  1. Lakukan proses pelekatan secara tepat

Pelekatan merupakan proses bertemunya mulut bayi dengan areola dan puting pada payudara ibu. Pastikan telinga, lengan, dan panggul bayi berada pada posisi yang sejajar dan lurus. Selain itu, pastikan untuk menghadapkan bayi langsung ke payudara tanpa harus memutar kepala. Menyusui dalam posisi berbaring juga bisa dilakukan karena selain melatih kemampuan pelekatan bayi, tapi pastikan posisi tersebut nyaman bagi sang ibu.

  1. Cara mengatasi nyeri saat menyusui

Tak jarang ibu menyusui mengalami nyeri pada puting dan payudara. Untuk itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa sakit tanpa harus mengorbankan asupan ASI yang bayi, diantaranya adalah:

  • Awali proses menyusui dengan payudara yang tidak nyeri dan bisa ganti ditengah-tengah. Hal ini karena bayi akan menghisap lebih kuat ketika dia merasa lapar dan akan melemah seiring dengan perutnya yang terisi.

  • Gunakan bra yang lebih longgar.

  • Keringkan puting terlebih dahulu sebelum kembali memakai bra atau baju karena kelembaban dari ASI pada kulit dan menyebabkan iritasi.

  • Gunakan krim atau salep yang aman untuk ibu menyusui.

Karakter bayi satu dengan yang lain sangatlah berbeda. Maka sesuaikan tips diatas dengan kebiasaan dan karakteristik bayimu. Dengan memperbaiki proses pemberian ASI, maka secara tidak langsung kita juga berupaya untuk memaksimalkan manfaat yang diberikan oleh ASI kepada bayi.

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!


Sumber:

Crider, C. & Armstrong, M. (2020). 21 Tips from an Expert on How to Breastfeed. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/tips-on-how-to-breastfeed

Holland, K. & Nwadike, V. R. (2019). Guide to Breastfeeding: Benefits, How to, Diet, and More. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/parenting/breastfeeding 

Mayo Clinic Staff. (2022). Feeding your newborn: Tips for new parents. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby/art-20047741