Logo NewFemme
Jahe, si Rempah Kaya Manfaat

Jahe, si Rempah Kaya Manfaat

Kesehatan 62

Jahe atau dikenal juga dengan nama latin Zingiber officinale Rosc. merupakan rempah yang kerap dijumpai pada berbagai masakan Asia Tenggara. Jahe dapat dimanfaatkan dalam kondisi segar, kering, bubuk, ataupun air perasannya.

Selain berguna sebagai bumbu penyedap rasa, ternyata jahe juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan orang yang mengonsumsinya. Hal tersebut disebabkan adanya  gingerol yang merupakan komponen bioaktif utama pada jahe yang memiliki properti antioksidan dan anti-inflamasi.

Berikut merupakan 7 manfaat dari mengonsumsi jahe:

  1. Jahe dapat meringankan mual

Dengan 1 - 1,5 gram jahe dapat mencegah rasa mual yang disebabkan oleh berbagai hal seperti mual akibat kemoterapi, mual setelah melakukan operasi, dan yang paling efektif adalah untuk meringankan mual pada masa awal kehamilan. Meskipun demikian, ibu hamil yang telah mendekati tanggal kelahiran atau yang sebelumnya pernah mengalami keguguran, disarankan untuk menghindari jahe. 

  1. Jahe dapat meringankan gejala osteoartritis

Osteoartritis adalah peradangan kronis di sendi akibat kerusakan pada tulang rawan yang dapat menyebabkan munculnya kekakuan dan nyeri sendi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dengan osteoartritis yang mengonsumsi 0,5 - 1 gram jahe setiap hari selama 3-12 minggu dapat secara signifikan mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan pada sendi.

  1. Jahe dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan

Sebuah penelitian pada tahun 2015 yang melibatkan 41 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa mengonsumsi bubuk jahe sebanyak 2 gram per hari dapat menurunkan fasting blood sugar hingga 12%. Selain itu, tingkat hemoglobin A1c (HbA1c) juga terpantau mengalami penurunan sebesar 10% selama periode 12 minggu.

Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut, akan tetapi jahe telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung bagi orang dengan diabetes tipe 2.

  1. Jahe dapat membantu mengobati gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan kronis ditandai dengan nyeri berulang dan ketidaknyamanan di perut bagian atas. Pengosongan lambung yang tertunda diyakini sebagai penyebab utama gangguan pencernaan. Jahe memiliki kemampuan untuk mempercepat proses pengosongan sehingga dapat bermanfaat bagi orang dengan gangguan pencernaan atau perut yang tidak nyaman.

  1. Jahe dapat meredakan nyeri akibat haid

Salah satu kegunaan jahe yang telah dikenal sejak dulu adalah untuk meredakan nyeri, termasuk nyeri akibat haid. Jahe dapat meredakan nyeri  sama efektifnya dengan obat seperti mefenamic acid dan ibuprofen. 

  1. Jahe dapat menurunkan risiko infeksi

Jahe dapat membantu kita untuk melawan bakteri dan virus berbahaya, sehingga mengurangi risiko infeksi. Hal tersebut diakibatkan kandungan gingerol pada jahe yang memiliki sifat antioksidan. Jahe sangat efektif untuk melawan bakteri mulut terkait penyakit gingivitis dan periodontitis (keduanya merupakan penyakit radang gusi).

  1. Jahe dapat meningkatkan fungsi otak dan melindunginya dari penyakit Alzheimer

Stres oksidatif dan peradangan kronis dapat mempercepat proses penuaan. Dua hal tersebut diyakini sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif terkait usia. Antioksidan dan komponen bioaktif pada jahe dapat menghambat proses inflamasi yang terjadi di otak. 

Meskipun jahe memiliki banyak manfaat, tetap tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak jahe dalam satu hari. Batas maksimal yang masih diperbolehkan adalah 4 gram perhari. Konsumsi jahe terlalu banyak dapat menyebabkan sakit perut, perut kembung terasa panas, hingga diare. 

Baca artikel menarik lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Leech, J. & Marengo, K. (2021). 11 Proven Health Benefits of Ginger. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-ginger