Logo NewFemme
Toksoplasmosis: Alasan Mengapa Ibu Hamil Perlu Berhati-hati Terhadap Kucing

Toksoplasmosis: Alasan Mengapa Ibu Hamil Perlu Berhati-hati Terhadap Kucing

Kesehatan 84

Binatang peliharaan dapat meningkatkan mood dan memberi dukungan moril kepada pemilik. Meskipun demikian, mereka juga memiliki potensi untuk menularkan kuman atau bakteri yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia.

Kucing yang memiliki kebiasaan mencari makan sembarang memiliki peluang untuk membawa toksoplasmosis. Bagi orang yang sehat, toksoplasmosis bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, bagi orang yang sedang hamil atau memiliki imun yang kurang baik, perlu lebih berhati-hati agar terhindar dari masalah yang lebih serius. 

Apa itu toksoplasmosis?

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Toxoplasma gondii. Infeksi ini biasanya terjadinya akibat mengonsumsi daging yang kurang matang, terpapar dari kotoran kucing yang terinfeksi, atau transmisi dari ibu hamil ke bayi dalam kandungan.

Toksoplasmosis dapat menyebabkan gejala seperti flu pada sebagian orang, meskipun kebanyakan orang yang terinfeksi tidak akan memiliki gejala maupun tanda-tanda. Akan tetapi, bagi bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi atau bagi orang dengan kondisi sistem imun yang melemah, toksoplasmosis dapat menyebabkan komplikasi serius.

Apa saja gejala toksoplasmosis?

Sebagian besar orang sehat tidak akan mengalami gejala ketika terkena toksoplasmosis. Akan tetapi, sebagian orang dapat mengembangkan gejala seperti penyakit flu, termasuk nyeri di sekujur tubuh, sakit kepala, demam, dan rasa lemas. Sedangkan pada orang dengan sistem imun yang lemah, seperti orang dengan HIV/AIDS, infeksi toksoplasma dapat reaktif dan menyebabkan sakit kepala, linglung, kejang-kejang, masalah paru-paru, dan pandangan yang kabur. 

Jika kamu terinfeksi sesaat sebelum hamil atau selama masa kehamilan, kamu bisa menularkan infeksi tersebut kepada sang bayi. Kondisi ini disebut dengan toksoplasmosis kongenital. Trimester ketiga masa kehamilan merupakan waktu dengan peluang infeksi toksoplasmosis tersebar kepada bayi.

Meskipun begitu, risiko komplikasi paling serius ditemukan pada infeksi pada masa awal kehamilan. Infeksi pada masa awal kehamilan dapat berujung pada keguguran atau bayi lahir dengan masalah kesehatan serius termasuk kejang-kejang, pembesaran hati dan limpa, kulit menguning, dan infeksi mata yang parah. 

Bagaimana cara mencegah toksoplasmosis?

Berikut merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya toksoplasmosis:

  1. Gunakan sarung tangan ketika sedang berkebun dan cuci tangan dengan bersih ketika sudah selesai.

  2. Jangan makan daging mentah atau kurang matang, terutama daging kambing dan sapi.

  3. Cuci peralatan masak dan makan secara bersih. 

  4. Jangan mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.

  5. Cuci bersih sayur dan buah.

Bagaimana jika memelihara kucing di rumah?

Berikut merupakan tips yang bisa kamu terapkan untuk kucing yang ada di rumah agar bisa terhindar dari parasit Toxoplasma gondii:

  1. Jaga kesehatan kucing piaraan dengan memberikannya makanan khusus dan hindari pemberian makan berupa daging mentah.

  2. Jangan melepaskan kucing di luar rumah secara sembarangan.

  3. Hindari bermain dengan kucing liar

  4. Minta tolong orang lain untuk membersihkan bak mandi kucing. Atau gunakan sarung tangan dan masker jika terpaksa harus membersihkannya sendiri.

Anak dengan toksoplasmosis kongenital dapat mengembangkan masalah yang melumpuhkan, seperti kehilangan pendengaran, kebutaan, hingga gangguan mental. Jika kamu sedang hamil atau baru merencanakan kehamilan, tidak ada salahnya untuk mengunjungi dokter guna memeriksakan status infeksi toksoplasmosis.

 

Sumber:

Juber, M. & Harris-Ray, N. (2022). Pregnancy With Cats: What to Know. WebMD. [online]. https://www.webmd.com/baby/pregnancy-with-cats-what-to-know 

Mayo Clinic Staff. (2020). Toxoplasmosis. Mayo Clinic. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxoplasmosis/symptoms-causes/syc-20356249