Logo NewFemme
Apa Saja Yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengatasi GERD?

Apa Saja Yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengatasi GERD?

Kesehatan 74

Pernahkah kamu mendengar istilah refluks asam, Ladies? Refluks asam adalah kejadian ketika isi perut naik kembali ke kerongkongan. Refluks asam juga disebut regurgitasi asam atau refluks gastroesofageal. Jika kamu mengalami refluks asam lebih dari dua kali seminggu, kamu perlu berhati-hati karena ada kemungkinan kamu mengalami penyakit refluks gastroesofageal atau GERD.

Gejala Penyakit GERD

Gejala utama GERD adalah refluks asam. Refluks asam dapat menyebabkan rasa terbakar yang tidak nyaman di dada, yang kemudian dapat naik ke leher dan tenggorokan. Perasaan tidak nyaman ini bisa dalam bentuk mual, atau rasa asam dan pahit di bagian belakang mulut. Pada akhirnya, hal ini bisa menyebabkan rasa ingin mengeluarkan makanan atau cairan dari perut ke dalam mulut.

Beberapa gejala GERD lainnya meliputi:

  • Sakit dada
  • Nyeri saat menelan
  • Kesulitan menelan
  • Batuk kronis
  • Suara serak
  • Bau mulut

Cara Mengelola dan Meredakan Gejala GERD

Untuk mengelola dan meredakan gejala GERD, kamu dapat melakukan perubahan gaya hidup tertentu, seperti:

  • Mempertahankan berat badan ideal (atau menurunkan berat badan bila terlalu gemuk dan menambah berat badan jika terlalu kurus)
  • Berhenti merokok
  • Menghindari makan besar dan berat di malam hari
  • Menunggu beberapa jam setelah makan sebelum berbaring
  • Meninggikan kepala saat tidur (misalnya dengan menggunakan bantal)

Pengobatan GERD

Dokter mungkin menyarankan untuk mengkonsumsi obat bebas (OTC) di bawah ini. Obat-obat ini mungkin memiliki efek samping, jadi penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Kamu juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter di Newfemme lho, Ladies!

  1. Antasida

Antasida biasanya digunakan untuk gejala refluks asam dan GERD yang hanya muncul sesekali dan terasa ringan. Tetapi jika konsumsi obat antasida dilakukan hampir setiap hari, lama-kelamaan dapat diperlukan obat yang lebih kuat. Obat ini berfungsi untuk menetralkan asam lambung.

  1. Penghambat reseptor H2

Penghambat reseptor H2 atau H2 blocker bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung.

  1. Penghambat pompa proton

Penghambat pompa proton atau pompa proton inhibitor (PPI) juga berfungsi untuk menurunkan jumlah asam yang dihasilkan lambung. PPI cenderung bekerja lebih baik daripada penghambat H2, terutama dalam hal penyembuhan lapisan esofagus yang rusak akibat refluks asam.

Mitos dan Fakta untuk Mengatasi GERD

Terdapat beberapa hal sederhana yang diklaim dapat dilakukan untuk mengatasi GERD. Meskipun hal-hal yang disebut dengan pengobatan rumahan ini diklaim dapat sedikit membantu ketika refluks asam terjadi, tetapi pada orang dengan GERD, masalah refluks asam ini sudah menjadi sesuatu yang kronis, sehingga memerlukan perubahan gaya hidup sekaligus intervensi medis. Oleh karena itu, hindari mendiagnosis diri sendiri dan konsultasikan masalah GERD tersebut dengan dokter.

Belum lagi, terdapat beberapa hal yang diklaim sebagai pengobatan rumahan GERD namun sebetulnya tidak disarankan untuk dilakukan, seperti:

  1. Minum soda kue dan larutan air

Soda kue bersifat basa sehingga memiliki kemampuan untuk membantu menetralkan keasaman, dan sebagian besar aman dikonsumsi dalam dosis kecil. Tetapi, soda kue mengandung sodium yang tinggi sehingga dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi terlalu banyak. Tidak menutup kemungkinan juga terdapat efek samping lain jika dikonsumsi berlebihan.

  1. Mengunyah permen karet

Ada yang mengatakan bahwa karena air liur sedikit basa, merangsangnya dengan mengunyah permen karet setelah makan dapat membantu menetralkan keasaman di mulut dan tenggorokan. Meskipun sebuah penelitian dari tahun 2005 menemukan beberapa manfaat untuk pendekatan ini, ukuran penelitian ini terlalu kecil untuk menarik kesimpulan nyata.

  1. Mengkonsumsi jahe

Jahe adalah tanaman obat rumahan yang umum untuk masalah seperti mual dan asam lambung, tetapi masih belum jelas apakah jahe benar-benar dapat membantu mengatasi gejala refluks asam. Hal ini karena jahe menyebabkan efek yang berbeda pada setiap orang, sehingga dapat menjadi obat mual tetapi ketika terlalu banyak justru diduga dapat menyebabkan mual.

  1. Minum susu

Karena alkalinitas alaminya, susu disebut-sebut sebagai cara untuk meredakan gejala mual. Sayangnya, meskipun awalnya mungkin terasa menenangkan, lemak dan protein dalam susu dapat memperburuk gejala sakit maag setelah susu dicerna. Jika memang ingin mengkonsumsi susu, susu rendah lemak lebih disarankan karena lebih mudah ditoleransi oleh sebagian orang.

Dengan mengetahui apa itu refluks asam dan GERD, termasuk gejala, cara mengatasi gejala, pengobatan, dan mitos fakta terkait penyakit tersebut, semoga kamu lebih aware terhadap penyakit ini ya, Ladies! Termukan juga informasi mengenai berbagai penyakit dan kesehatan lain hanya di Newfemme!

 

Sumber:

DiGiacinto, J. & Soliman, Y. (2021). Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/gerd