Logo NewFemme
Anemia Ibu Hamil

Anemia Ibu Hamil

Kehamilan 88

Seorang wanita hamil memiliki peluang untuk mengalami anemia selama masa kehamilannya. Anemia merupakan kondisi ketika tidak terdapat cukup sel darah merah dalam darah yang bertugas untuk mendistribusikan oksigen ke jaringan tubuh dan ke bayi dalam kandungan. Anemia ringan dapat menyebabkan kamu merasa lelah dan itu merupakan hal yang wajar. Akan tetapi jika dibiarkan, anemia dapat menjadi parah dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur, kelahiran dengan berat badan rendah, dan gangguan kesehatan pada bayi setelah lahir.

Gejala Anemia Pada Ibu Hamil

Gejala anemia yang paling umum dijumpai selama kehamilan adalah kulit, bibir, dan kuku pucat. Selain itu, ibu hamil juga bisa merasakan kepala pusing, sesak napas, detak jantung yang meningkat, dan kesulitan untuk berkonsentrasi. Gejala pada awal-awal anemia kerap kali tidak disadari, maka dari itu untuk mendapatkan diagnosis yang lebih baik dibutuhkan tes darah rutin ketika sedang melakukan pemeriksaan kandungan.

Faktor Risiko Anemia

Seluruh wanita yang sedang hamil memiliki peluang untuk terkena anemia. Hal ini disebabkan ibu hamil membutuhkan asupan zat besi dan asam folat yang lebih banyak dari biasanya. Akan tetapi, risikonya menjadi lebih tinggi apabila kamu memiliki kondisi sebagai berikut:

  1. Hamil dengan lebih dari satu anak (kembar)

  2. Mengalami dua kehamilan dalam jangka waktu yang singkat

  3. Sering muntah-muntah 

  4. Hamil ketika usia muda

  5. Memiliki kondisi anemia sejak sebelum kehamilan

Cara Mengatasi Anemia Pada Ibu Hamil

Ibu hamil memerlukan asupan zat besi sebanyak 27 miligram setiap harinya yang digunakan sebagai dasar pembentukan sel darah merah. Kamu bisa memenuhinya dengan cara berikut:

  1. Mengonsumsi suplemen zat besi.

Suplemen zat besi yang umum diberikan adalah ferrous sulphate. Namun, sebagian orang mengalami efek samping seperti diare, mual, dan nyeri pada ulu hati setelah mengonsumsi suplemen ini. Konsultasikan dengan dokter kandungan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen selama masa kehamilan.

  1. Menambah asupan makanan kaya akan zat besi.

Makanan yang kaya akan zat besi diantaranya adalah telur, daging merah, daging unggas, atau daging ikan. Selain itu, kacang-kacangan, tahun, dan sayuran hijau juga bisa kamu jadikan sumber pemenuh kebutuhan zat besi harian.

  1. Konsumsi makanan dengan kandungan vitamin C.

Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk membantu menyerap zat besi. Kamu bisa mengonsumsi jeruk, stroberi, kiwi, dan tomat.

Mengonsumsi makanan dengan gizi yang cukup menjadi sangat penting karena seorang ibu hamil juga harus membagi makanannya kepada sang bayi. Jangan sampai kekurangan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 agar terhindar dari anemia selama masa kehamilan.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Uscher, J. & Johnson, T. C. (2020). Anemia in Pregnancy. WebMD. [online] https://www.webmd.com/baby/guide/anemia-in-pregnancy