Logo NewFemme
Kenali Penyebab Diare agar Bisa Hindari

Kenali Penyebab Diare agar Bisa Hindari

Kesehatan 115

Diare adalah penyakit yang memaksa penderitanya harus bolak-balik ke toilet untuk buang air besar, sangat mengganggu aktivitas. Kondisi tinja menjadi encer atau berair.

Meskipun diare merupakan gangguan kesehatan yang umum dan bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi pada diare kronis yang berlangsung lebih dari 14 hari bisa merenggut nyawa karena lemas bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Salah satu tanda terjangkit COVID-19 adalah diare, disertai dengan gejala lanjutan yaitu demam, sakit kepala, lalu hilang penciuman. Segera periksa ke dokter.

 

Gejala Diare

Gejala diare bermacam-macam, tetapi secara umum penderita mengalami:

  • Perut sakit mulas

  • Sering buang air besar cair (tinja encer) atau bahkan berdarah

  • Sulit menahan buang air besar

  • Pusing, lemas, dan kulit terasa kering

Umumnya diare dipicu karena infeksi virus atau bakteri di usus besar, tetapi peradangan di saluran pencernaan mengakibatkan diare berlangsung lebih lama.

sumber: pexels.com

Penyebab Diare

Diare dapat disebabkan beberapa hal berikut:

1. Infeksi

Infeksi bisa disebabkan oleh:

  • Bakteri seperti Escherichia coli (E. coli), Salmonella, Shigella, Campylobacter, Vibrio cholerae

  • Virus rotavirus dan norovirus 

  • Parasit (jamur) Giardia duodenalis

Bakteri, virus dan parasit di atas masuk ke usus karena terkontaminasi, melalui air kotor, sayuran dan buah yang tidak bersih benar, ikan atau makanan laut mentah dari perairan yang tecemar limbah.

Parasit utamanya berada di tempat atau ruang yang sirkulasi udaranya kurang, sehingga lingkungan tidak bersih. Parasit juga menempel pada makanan atau minuman yang cara penyimpanannya tidak benar.

 

2. Efek Samping Obat

Efek samping antibiotik dari dokter menyebabkan diare, karena obat tersebut tidak bisa membedakan mana bakteri jahat penyebab infeksi dan mana bakteri baik dalam tubuh.

Ketika antibiotik membunuh bakteri baik yang melindungi usus, berakibat diare. Selain antibiotik, efek samping obat tekanan darah, obat kanker, dan obat antasida dapat memicu diare juga.

 

3. Intoleransi Makanan

Ketika sedang konsumsi makanan tertentu dan tubuh tidak bisa mencerna nutrisi atau zat tersebut dikarenakan tidak memiliki enzim khusus maka akan ada gejala seperti diare, mual, perut kram, dan kembung yang biasanya muncul 30 menit hingga dua jam setelah makan.

 

4. Alkohol

Minum alkohol bisa menyebabkan diare disebutkan oleh Harvard Medical School, terutama dengan konsumsi makanan yang tinggi serat atau berminyak.

Alkohol yang masuk tubuh memicu usus bergerak lebih cepat untuk mencerna makanan. Sementara, makanan tinggi serat atau berminyak menyebabkan usus besar tidak maksimal menyerap air. Akibatnya, feses akan mengandung banyak air dan membuat teksturnya encer.

 

5. Makanan yang Tidak Tepat

Perubahan tubuh karena bertambahnya usia kadang tidak bisa menerima makanan yang memicu diare, antara lain:

  • Makanan pedas yang mengandung capsaicin, usus alami iritasi dan mempercepat proses penyerapan sehingga perut jadi mulas dan diare

  • Makanan bergula, merangsang usus untuk mengeluarkan air dan elektrolit dari tubuh, menyebabkan seseorang buang air lebih mudah

  • Susu dan keju pada sebagian orang sulit dicerna, bahkan membuat gejalanya jadi lebih parah

  • Makanan yang digoreng atau berlemak karena sulit dicerna sehingga menyebabkan adanya cairan asam lemak di feses

  • Minuman berkafein yang mempercepat proses penyerapan sebagai pemicu diare.

 

Segera periksa dengan mengingat-ingat apa yang dikonsumsi sebelum diare sehingga mudah untuk melakukan penanganan.