Logo NewFemme
Waspada Gejala Akibat Kurang Aktivitas Ini 

Waspada Gejala Akibat Kurang Aktivitas Ini 

Kesehatan 92

Kurang aktivitas bukan karena malas melakukan gerakan fisik, tetapi bisa jadi karena pekerjaan di meja sepanjang hari menumpuk.
Apalagi zaman now, pekerjaan lebih banyak di layar, baik monitor PC atau smarthphone. Kegiatan yang dilakukan di tempat, sepanjang hari sehingga tubuh statis kurang gerak. Perubahan reaksi tubuh perlahan menyerang, jika terus diabaikan bisa mempersulit diri sendiri, selain harus berobat atau treatment dengan mengeluarkan biaya yang tidak murah lagi.
Waspada reaksi tubuh, sebenarnya itu sebagai sinyal untuk melakukan gerakan pada anggota tubuh sehingga tidak statis. 

Berbagai Gangguan Tubuh Akibat Kurang Aktivitas
Reaksi tubuh itu lebih jujur daripada perasaan orang, ketika membutuhkan gerakan akan memberi sinyal misal kesemutan pada kaki. Maka segera ganti posisi agar peredaran lancar kembali.

sumber: pexels.com

Sinyal tubuh berikut ini segera tangkap ketika tubuh kurang melakukan aktivitas:

Terus Merasa Lelah
Merasa tidak beraktivitas yang berarti, tetapi tubuh justru merasa lelah. Ini menandakan ada anggota tubuh yang ingin digerakkan. Hasil penelitian dari University of Georgia bahwa melangkahkan kaki selama 20 menit dalam sehari akan meningkatkan energi hingga 20 persen. Rutin melangkahkan kaki setiap hari minimal 20 menit memengaruhi sistem saraf pusat untuk menekan kelelahan hingga 65 persen.

Tubuh Terasa Pegal
Gerakan tubuh yang monoton misalnya menatap layar dan jari tangan menekan keypad, menyebabkan anggota tubuh ‘bosan’ dan bereaksi merasa pegal-pegal. Dirasakan terutama hendak bangun tidur pagi hari merasakan pegal pada punggung belakang, lutut, dan bahu. Kondisi ini biasanya justru menyebabkan membatalkan beraktivitas lain.
Atasi dengan menggerakan sederhana dan pelan otot-otot tubuh dan persendian agar rileks dan darah mengalir lebih lancar ke seluruh bagian tubuh. 

Stres Terus-menerus
Memikirkan pekerjaan yang dikejar deadline, masih ditambah tubuh yang tidak nyaman akan membuat stres. Belum lagi jika ada permasalahan lainnya.
Salah satu solusi adalah meredam stress dengan beraktivitas yang menyenangkan anggota tubuh. Sekadar melangkahkan kaki, melompat atau jongkok dengan gerakan tangan ringan. Irish Journal of Medical Science menuliskan bahwa olahraga atau aktivitas fisik punya pengaruh yang menguntungkan untuk mengatasi gejala depresi, layaknya pengobatan antidepresan. Aktivitas anggota tubuh yang menyenangkan bisa meningkatkan kadar endorfin, hormon yang memberikan efek rasa tenang dan nyaman.

sumber: pexels.com

Selalu Lapar
Berpikir bahwa karena tidak banyak beraktivitas, maka tidak perlu makan banyak. Ternyata tidak demikian dengan kenyataannya, tubuh akan terus merasa lapar.
Tubuh yang merasa lelah akan menghasilkan lebih banyak ghrelin atau hormon yang mengatur sensor lapar. Hormon inilah yang memberi sinyal lapar sebagai efek merasa lelah.

Sembelit
Aktivitas fisik yang cukup, akan memengaruhi kelancaran sistem pencernaan. Jika aktivitas kurang maka sistem pencernaan akan melemah.
Terutama orang yang punya banyak lemak visceral atau lemak perut dan tidak teratur buang air besar, risiko terkena kanker kolorektal akan semakin meningkat. Scandinavian Journal of Gastroenterology menuliskan bahwa melakukan aktivitas gerak tubuh secara rutin bermanfaat atasi gejala sembelit.

Berat Tubuh Justru Naik
Aktivitas fisik yang kurang, akan menjadikan tumpukan kalori dari makanan dan meningkatkan berat tubuh. Tubuh tidak terjadi pembakaran kalori yang masuk, alhasil semua menumpuk.
Peningkatan lemak pada orang yang kurang beraktivitas akan meningkatkan berat tubuh dan lingkar pinggang, seperti disebutkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research pada 2012.

Insomnia
Hasil penelitian menyampaikan bahwa orang yang melakukan olahraga 30-40 menit sebanyak 4 kali dalam seminggu kualitas tidur akan meningkat, dan lebih nyaman keesokan harinya saat beraktivitas. Sebaliknya jika tubuh kurang aktivitas, maka malam hari kesulitan tidur, siang mengantuk dan bangun tidur tubuh merasa pegal.
Waspada terhadap gejala kurangnya aktivitas, segera ubah kebiasaan agar anggota tubuh senantiasa melakukan gerak.