Logo NewFemme
Protein Memang Bagus, Amankah Jika Kadarnya Lebih dalam tubuh?

Protein Memang Bagus, Amankah Jika Kadarnya Lebih dalam tubuh?

Kesehatan 85

Protein adalah salah satu zat gizi yang dibutuhkan untuk membantu metabolisme dan kesehatan tubuh. Protein dapat diperoleh dari makanan, baik dari sumber hewani ataupun nabati. Peran penting protein diantaranya membentuk otot dan jaringan tubuh. Zat gizi ini juga sebagai sumber energi yang baik untuk tubuh selama beraktivitas. 

Idealnya, tubuh membutuhkan asupan makronutrien dan mikronutrien. Kedua komponen tersebut harus seimbang kadarnya, jika salah satu terlalu sedikit atau terlalu banyak, kondisi tubuh akan terganggu.

Protein dan karbohidrat adalah Makronutrien (zat gizi makro) yaitu nutrisi pemberi energi pada tubuh. Sedangkan mikronutrien (zat gizi mikro) yaitu nutrisi yang dibutuhkan tubuh tetapi tidak memasok kalori (energi), seperti vitamin dan mineral.


Manfaat Protein

sumber: pexels.com

Protein bermanfaat ketika sedang berlangsung proses pertumbuhan sel atau jaringan tubuh. Zat gizi ini membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Pada dasarnya, fungsi protein penting dalam mendukung kelangsungan kerja organ-organ tubuh. Protein akan dicerna tubuh menjadi asam amino. Setelah itu, asam amino akan digunakan oleh tubuh untuk memproduksi enzim, hormon, neurotransmitter (senyawa kimia dalam otak), dan antibodi.
Misalnya ketika proses pembentukan jaringan neuron di dalam otak berlangsung, akan memerlukan jumlah protein yang besar. Dalam hal ini kecukupan protein sangat membantu menjaga fungsi kognitif otak.

 

Kelebihan Protein

sumber: pexels.com

Meskipun protein berperan penting dan dibutuhkan tubuh sebagai zat gizi, tetapi akan terjadi masalah jika kadar protein dalam tubuh berlebih. Hal ini erat kaitannya dengan jumlah lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Dengan kata lain, kadar protein, lemak dan karbohidrat harus seimbang dalam tubuh.

Kondisi kelebihan protein yang tidak seimbang dengan kadar lemak dan karbohidrat dalam tubuh dikenal dengan istilah kelaparan kelinci atau mal de caribou. Istilah berawal ketika penjelajah asal Amerika Serikat harus bertahan hidup hanya dengan memakan daging tanpa lemak seperti daging kelinci. Protein terdiri dari asam amino yang akan dimetabolisme oleh organ hati dan ginjal. Proses metabolisme protein yaitu proses pemecahan protein yang digunakan untuk menggantikan protein yang ada dalam tubuh.

Bila tubuh kelebihan protein, akan mengalami peningkatan kadar amonia, urea, dan asam amino. Kadar berlebih zat ini kemudian menjadi racun dalam darah. Meski tergolong jarang, tetapi keracunan akibat kelebihan protein bisa berakibat fatal.

 

Kebutuhan Kadar Protein
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kebutuhan protein per hari sesuai informasi dalam Angka Kecukupan Gizi agar tidak berlebihan. Kebutuhan protein per hari berdasarkan usia:

Bayi

  • Bayi 0 – 5 bulan: 9 gram
  • Bayi 6 – 11 bulan: 15 gram
  • Balita 1 – 3 tahun: 20 gram

Anak

  • Anak-anak 4 – 6 tahun: 25 gram
  • Anak-anak 7 – 9 tahun: 40 gram
  • Anak laki-laki 10 – 12 tahun: 50 gram
  • Anak perempuan 10 – 12 tahun: 55 gram

Remaja

  • Remaja laki-laki 13 – 15 tahun: 70 gram
  • Remaja laki-laki 16 – 18 tahun: 75 gram
  • Remaja perempuan 13 – 18 tahun: 65 gram

Dewasa

  • Laki-laki 19 – 64 tahun: 65 gram
  • Laki-laki ≥ 65 tahun: 64 gram
  • Perempuan 19 – 64 tahun: 60 gram
  • Perempuan ≥ 65 tahun: 58 gram

Jangan khawatir, untuk mengetahui kebutuhan protein berdasarkan gender, usia, berat badan ada aplikasi yang mendukung.

 


Sumber: https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/kelebihan-protein-keracunan-protein/