Logo NewFemme
Lemak, Tidak Selalu untuk Dihindari

Lemak, Tidak Selalu untuk Dihindari

Kesehatan 96

Kebanyakan orang, ketika mendengar kata lemak, asumsinya adalah segera menghindari. Seolah lemak adalah zat yang merugikan, berbeda ketika membaca kandungan protein. Justru terbersit hendak mengumpulkan banyak protein karena dianggap zat yang bermanfaat.
Asumsi bahwa lemak itu zat yang menakutkan, memang berdasarkan fakta begitu banyaknya penyakit akibat dari lemak. Obesitas di kalangan masyarakat dianggap wajar, padahal orang obesitas tidak aman karena diincar banyak penyakit. Setiap bertemu gorengan atau kuah yang kental dan berminyak, maka orang menyebutnya lemak. Lebih jauh lagi, lemak dikaitkan dengan penyebab tingginya kadar kolesterol. Lemak menjadi sasaran pertama ketika seseorang terkena serangan penyakit.

Namun, pernahkah terpikir bagaimana jika seseorang kekurangan lemak dalam tubuh? Apakah akan baik-baik saja? Sebelum menghakimi lemak, simak ulasan tentang lemak berikut!

Siapa sih Lemak Itu?
Lemak adalah senyawa organik yang disusun oleh unsur-unsur Carbon, Hidrogen, dan Oksigen seperti penyusun karbohidrat. Namun, perbandingan oksigen terhadap karbon dan hidrogen lebih kecil pada lemak jika dibandingkan karbohidrat. 
Meski lemak lebih sedikit mengandung oksigen dibandingkan karbohidrat, tetapi kalori yang dihasilkan nilainya dua kali lebih banyak daripada karbohidrat dalam jumlah yang sama (1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori).

sumber: pexels.com

Apa Fungsi Lemak
Fungsi lemak dalam tubuh yang masih jarang dipahami orang diantaranya:

1. Sumber Energi
Fungsi yang utama lemak adalah memberikan energi kepada tubuh. Satu gram lemak dapat dibakar untuk menghasilkan sembilan kalori (kal) energi yang diperlukan oleh tubuh. Sedangkan satu gram karbohidrat menghasilkan empat kal energi.

2. Pelarut Vitamin
Lemak menjadi bahan pelarut dari beberapa vitamin seperti vitamin A, D, E, dan K agar diserap oleh tubuh. Artinya, vitamin ini membutuhkan lemak sebagai media untuk masuk tubuh.

3. Lemak tak Jenuh
Jenis lemak tak jenuh dapat dijumpai dalam bentuk cair di temperatur ruang. Asam lemak tidak jenuh bertugas:
Meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah

  • Menurunkan peradangan
  • Menstabilkan ritme jantung
  • Menurunkan risiko diabetes

Lemak yang ‘tidak bertugas’, akan diubah menjadi lemak tubuh. Inilah mengapa sebaiknya setiap orang memperhitungkan berapa banyak lemak yang masuk tubuh dan memastikan tidak ada lemak yang ‘tidak bertugas’.

sumber: pexels.com

Indikator Lemak dalam Tubuh
Sangat perlu perhitungan, dalam kesehatan ada indikator indeks massa tubuh BMI) untuk melihat seberapa banyak lemak yang ‘tidak bertugas’ berdasarkan tinggi dan berat badan seseorang. Namun sebenarnya indokator BMI belum signifikan mewakili jumlah lemak yang ‘tidak bertugas’.
Ada metode yang hasilnya mendekati hitungan jumlah lemak yang ada dalam tubuh, yaitu:

1. Metode Kuantitatif
Metode ini diterapkan secara harian, perkiraan atau dengan penimbangan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam sehari. Selanjutnya dilakukan analisis zat gizi dari seluruh makanan yang dikonsumsi dengan merujuk pada daftar komposisi bahan makanan.

2. Metode Kualitatif 
Metode yang dipakai dalam waktu tertentu, yaitu dengan penggalian informasi pada masa lampau terditi dari food frequency questionnaire (FFQ) dan dietary history, dan didasarkan pada persepsi individu terhadap kebiasaan makan selama periode waktu tertentu.

Jadi, untuk kamu yang sedang diet, jangan lupa untuk tidak menghindari mengkonsumsi lemak ya!

 


Sumber: 
http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/3059/3/BAB%20II%20%287-36%29.pdf 
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/fungsi-lemak/