Logo NewFemme
Cara Cerdas dan Tepat Menyimpan Bumbu Dapur

Cara Cerdas dan Tepat Menyimpan Bumbu Dapur

Gaya Hidup 229

Bagi wanita terutama ibu rumah tangga mungkin sudah mulai mengenal yang namanya bumbu dapur. Salah satu bahan penunjang yang membuat masakan menjadi berasa dan enak untuk dinikmati ini mempunyai banyak macamnya. Ada bumbu dapur berupa biji-bijian seperti pala, ketumbar, kemiri dan masih banyak lagi. Ada pula bumbu berupa rimpang seperti jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas. Adapun bumbu dapur berupa dedaunan seperti daun jeruk dan daun salam. Namun ternyata masih banyak wanita atau ibu rumah tangga yang belum mengerti cara menyimpan bumbu dapur yang tepat. Sehingga tak jarang bumbu dapur mereka cepat busuk atau tak lagi beraroma saat akan digunakan. Sayang sekali bukan? Simak cara cerdas dan tepat menyimpan bumbu dapur berikut ini agar masakan menjadi semakin lezat dan disukai keluarga!

 

Belilah bumbu sesuai kebutuhan

sumber: unsplash.com/hp-koch

Hal terpenting dalam menyimpan bumbu dapur adalah dengan membeli bumbu secukupnya, sesuai dengan kebutuhan. Bumbu dapur terutama yang segar hanya dapat disimpan selama beberapa hari atau minggu karena ketajaman rasa dan aromanya akan berkurang. Belilah sekiranya cukup untuk persediaan selama satu atau dua minggu agar nantinya bumbu tak terbuang percuma. Jadi sebaiknya jangan terlalu banyak membeli bumbu apalagi yang jarang digunakan.

 

Simpan bumbu secara utuh

sumber: pexel.com

Ada banyak macam dan bentuk bumbu dapur. Salah satunya adalah bumbu kering dan utuh seperti kayu manis, kemiri, adas manis, dan biji pala. Bumbu-bumbu tersebut lebih baik disimpan dalam bentuk utuh daripada berbentuk bubuk. Hal ini dikarenakan kandungan minyak atsiri pada bumbu-bumbu ini dapat rusak jika disimpan dalam bentuk yang tidak utuh seperti bentuk bumbu bubuk. Jadi lebih baik dibiarkan begitu saja secara utuh dengan wadah yang aman, tertutup, dan tentunya bersih.

 

Simpan bumbu dapur segar dalam wadah terbuka

sumber: pexels.com

Terdapat beberapa bumbu dapur yang dapat disimpan di tempat terbuka agar semakin awet dan tidak mudah busuk. Bumbu dapur tersebut berupa rimpang, batang, atau daun seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun jeruk, daun salam, dan juga cabai. Selain itu bumbu-bumbu tersebut dapat disimpan di kulkas. Namun perlu diingat untuk menjauhkan bumbu dapur dari panas seperti panas matahari, kompor, atau panas microwave untuk menjaga kesegaran dan aromanya.

 

Simpan bumbu dapur di wadah tertutup

sumber: pexels.com

Selain disimpan dalam wadah terbuka, terdapat beberapa bumbu dapur yang dapat disimpan dalam wadah tertutup. Bumbu dapur yang disimpan dalam wadah tertutup berupa bumbu yang berbentuk bubuk dan bumbu yang sudah dikupas atau dipotong. Bumbu bubuk dan bumbu yang sudah dipotong akan sangat mudah terkena udara yang dapat mengurangi aroma dan kebersihan bumbu itu sendiri. Sehingga lebih baik bumbu bubuk dan potong disimpan dalam wadah tertutup yang bersih dan kering agar tidak berjamur.

 

Jangan simpan beberapa bumbu ini di kulkas

sumber: unsplash.com/gareth-hubbard

Ternyata terdapat beberapa bumbu dapur yang tidak boleh disimpan di kulkas lho. Hal ini karena akan mengakibatkan bumbu mudah berjamur dan malah menyerap bau yang ada di kulkas. Bumbu tersebut diantaranya adalah bawang-bawangan, rempah rempah seperti pala, ketumbar, jinten, dan merica. Jadi lebih baik simpan bawang-bawangan di tempat terbuka dan kering daripada di dalam kulkas. Begitu juga dengan bumbu berupa biji-bijian seperti pala dan ketumbar di tempat tertutup dan kering.

Itulah cara menyimpan bumbu dapur yang tepat. Bagaimana? Cukup mudah dan cerdas bukan cara menyimpan bumbu dapur? Dari kelima cara tersebut, cara mana nih yang baru kalian ketahui? Jadi mulai sekarang jangan sampai salah lagi ya!

 

 

Oleh: Sahabat Pena Newfemme, Dini Hariyani