Logo NewFemme
Mammografi,  Alat Deteksi Dini Kanker Payudara Terbaik

Mammografi, Alat Deteksi Dini Kanker Payudara Terbaik

Kesehatan 145

Sebesar 70% kasus kanker payudara terdeteksi ketika sudah di tahap lanjut dan menyebabkan angka kematian mencapai lebih dari 22.000 kasus. Padahal sekitar 43% kematian akibat kanker bisa dihindari manakala pasien rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker. Deteksi dini adalah kegiatan pemeriksaan payudara untuk mencari sel kanker sebelum muncul tanda atau gejala penyakit. Meskipun pemeriksaan tidak bisa menghentikan kemunculan sel kanker, akan tetapi jika ditemukan sel kanker maka dapat dilakukan tindak lanjut secara cepat sebelum kondisinya semakin parah.

Mammografi

Mammografi, atau disebut juga mammogram, adalah foto hasil pemindaian sinar-x (x-ray) terhadap payudara seseorang. Mammogram digunakan dokter untuk mencari tanda-tanda awal terbentuknya calon sel kanker payudara. Untuk saat ini mammogram adalah deteksi dini terbaik atas kemunculan calon sel kanker kanker. Terkadang bahkan hingga 3 bulan sebelum kanker dapat dirasakan secara langsung. Jumlah kematian akibat kanker payudara menurun sekitar 30% sejak mammogram diperkenalkan pada tahun 1970-an karena apabila kanker ditemukan saat dini maka peluang untuk mengalahkannya lebih besar.

Cara Pengambilan Mammografi

Kamu dapat mencari fasilitas kesehatan terdekat yang menyediakan fasilitas mammografi untuk memeriksakan kondisi payudara. Mammogram dilakukan dengan menggunakan mesin sinar-x khusus untuk payudara. Pasien akan diminta untuk berdiri di depan mesin dan radiolog akan meletakkan payudara (tanpa kain yang menutupi) di atas lempengan plastik. Kemudian akan ada lempengan plastik lain yang akan menekan dari bagian atas payudara. Kedua lempengan akan menjepit payudara selagi mesin pengambil gambar dengan sinar-x. Proses akan hingga menghasilkan 4 gambar hasil pengambilan gambar payudara kanan dan kiri dengan tampak atas-bawah dan tampak samping.

Mammografi standar menghasilkan gambar dua dimensi. Akan tetapi, bagi 40-50% perempuan dengan payudara yang padat, gambar dua dimensi sering membuat tumor dan jaringan payudara terlihat serupa, yakni seperti massa putih. Mamografi tiga dimensi memberikan gambar lebih rinci oleh karena itu dianjurkan untuk perempuan dengan payudara yang berserat dan padat.

Hasil Mammografi

Hasil mammografi yang berupa gambaran massa putih pada payudara kemudian akan diperiksa oleh radiolog atau dokter untuk membedakan massa putih yang merujuk pada jaringan payudara atau massa putih yang merujuk pada sel kanker. Walaupun mammografi adalah alat pemindaian terbaik saat ini, akan tetapi tingkat akurasinya tidak sempurna 100%. Mammografi bisa menghasilkan gambar yang terlihat normal meski ada kanker (false negative) dan dapat menunjukkan gambar yang tidak normal padahal tidak ada kanker sama sekali (false positive). Maka jangan heran apabila dilakukan tes lanjutan apabila gambar kurang jelas, kondisi payudara yang padat, dan dokter ingin memastikan kembali.

Jika hasil mammografi dinyatakan normal, alias tidak ditemukan adanya sel kanker, maka kamu bisa melakukan tes mammografi kembali mengikuti rentang waktu anjuran. Yaitu setiap tahun untuk wanita dengan usia 45-54 tahun dan 1-2 tahun sekali untuk wanita usia 55 tahun keatas. Atau sesuai dengan kebutuhan pribadi jika masih berusia 40-44 tahun. Hal ini mengikuti anjuran American Cancer Society. Disarankan untuk selalu melakukan pemeriksaan pada fasilitas kesehatan yang sama agar proses pembandingan hasil setiap tes.

Jika ditemukan hasil mammografi yang tidak normal, maka belum tentu orang tersebut mengidap kanker payudara. Dibutuhkan proses mammografi lanjutan, tes, dan pemeriksaan kembali oleh dokter untuk menentukan penyebab ketidaknormalan. Hasil mammografi yang tidak normal juga bisa dijadikan rujukan untuk dokter bedah atau dokter spesialis payudara untuk dipastikan.

Menjaga berat badan ideal, menerapkan pola hidup aktif, konsumsi makanan sehat, dan hindari minuman beralkohol adalah beberapa perubahan gaya hidup yang dapat kamu biasakan agar menurunkan risiko terkena kanker payudara di kemudian hari. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Division of Cancer Prevention and Control. (2022). Breast Cancer. Centers for Disease Control and Prevention. [online]. https://www.cdc.gov/cancer/breast/

P2PTM Kemenkes. (2018). Alat Baru untuk Deteksi Kanker Payudara. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online]. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/alat-baru-untuk-deteksi-kanker-payudara

Redaksi Sehat Negeriku. (2022). Kanker Payudara Paling Banyak di Indonesia, Kemenkes Targetkan Pemerataan Layanan Kesehatan. Sehat Negeriku. [online]. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220202/1639254/kanker-payudaya-paling-banyak-di-indonesia-kemenkes-targetkan-pemerataan-layanan-kesehatan/

Stanborough, R. J. (2021). What are the Recommendations for Breast Cancer Screening?. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/breast-cancer/breast-cancer-screening