Logo NewFemme
Olahraga Apa yang Cocok untuk Bumil?

Olahraga Apa yang Cocok untuk Bumil?

Kesehatan 92

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) alias asosiasi dokter kandungan Amerika Serikat menyebutkan bahwa aktivitas olahraga yang dilakukan selama masa kehamilan tidak akan meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran, kelahiran prematur, maupun berat badan lahir rendah. Bahkan dengan berolahraga secara tepat, seorang ibu hamil dapat menurunkan risiko terkena diabetes gestasional, preklamsia, serta kebutuhan akan operasi sesar saat proses persalinan. Berikut merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan jika akan berolahraga selama masa kehamilan.

Kondisi Khusus

Secara umum, berolahraga merupakan aktivitas yang aman untuk dilakukan oleh ibu hamil selama sang ibu dan janin dalam kondisi sehat. Apabila ibu hamil memiliki masalah kesehatan dan/atau kondisi kandungan yang kurang baik, sebaiknya hindari aktivitas olahraga untuk sementara waktu. Berikut beberapa kondisi yang perlu dijadikan perhatian.

  1. Ibu hamil yang memiliki gangguan jantung atau paru-paru

  2. Ibu hamil dengan kondisi rahim lemah sehingga membutuhkan prosedur ikat leher rahim

  3. Hamil anak kembar

  4. Terjadi plasenta previa setelah usia kandungan 26 minggu

  5. Ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi dan anemia

Olahraga yang Dapat Dilakukan

Seorang ibu hamil direkomendasikan untuk melakukan setidaknya 150 menit latihan kardio dengan intensitas sedang tiap minggunya. Intensitas sedang yang dimaksud adalah olahraga dengan gerakan cukup aktif hingga detak jantung meningkat dan berkeringat, tapi masih bisa bicara secara normal selama sesi latihan. Durasi olahraga dapat dipecah menjadi berbagai sesi kecil disesuaikan dengan kesibukan dan kondisi kesehatan. Berikut merupakan olahraga yang aman untuk ibu hamil.

  1. Jalan cepat.

  2. Renang dan olahraga air.

  3. Sepeda stationer.

  4. Yoga dan pilates yang telah dimodifikasi.

Hindari olahraga dengan risiko cedera yang dapat membahayakan ibu hamil maupun janin. Contohnya adalah olahraga dengan kontak seperti tinju, sepakbola, dan basket. Hindari juga aktivitas yang memiliki risiko untuk jatuh seperti berkuda, sepeda trail, gymnastik, dan berselancar. Serta jangan lakukan olahraga di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut, kecuali memang bertempat tinggal di perbukitan atau pegunungan.

Perubahaan yang Terjadi pada Tubuh Selama Kehamilan

Berikut merupakan perubahan kondisi tubuh seorang ibu hamil akan yang perlu diperhatikan dalam memilih olahraga yang tepat. 

  1. Otot sendi pada tubuh akan menjadi rileks menyebabkan sendi akan lebih rentan terhadap cedera. Sehingga hindari olahraga dengan gerakan-gerakan dengan impak tinggi.

  2. Tambahan beban pada tubuh bagian depan menyebabkan terjadinya perubahan titik berat tubuh sehingga tubuh menjadi kurang seimbang. Risiko jatuh akan menjadi lebih besar karena keseimbangan tubuh menjadi kurang stabil.

  3. Ketika sedang hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen yang disalurkan ke otot selama aktivitas olahraga. Ini dapat mengurangi kapasitas olahraga apabila ibu hamil sebelumnya telah mengalami kelebihan berat badan.

Mengurangi sakit punggung, meredakan sembelit, dan meningkatkan kondisi kesehatan secara keseluruhan merupakan dampak positif yang bisa kamu dapatkan jika tetap berolahraga rutin selama masa kehamilan. Tiap ibu hamil memiliki kondisi tubuh dan kesehatan kandungan yang berbeda, sehingga perlu dilakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum memutuskan untuk melakukan olahraga. Jangan sampai melakukan kesalahan dalam perencanaan aktivitas fisik agar kesehatan ibu dan janin dapat terjaga  hingga waktu kelahiran tiba.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2022). Exercise During Pregnancy. [online]. https://www.acog.org/womens-health/faqs/exercise-during-pregnancy