Logo NewFemme
Apa Saja Hak-hak Ibu Saat dan Pasca Melahirkan?

Apa Saja Hak-hak Ibu Saat dan Pasca Melahirkan?

Kesehatan 289

Menjalani proses persalinan dengan aman, nyaman, dan membahagiakan merupakan impian bagi setiap calon ibu. Untuk mewujudkannya, seorang calon ibu harus mengetahui hak-hak yang dimiliki sebelum melakukan proses persalinan. Pengetahuan akan hak menjadi penting karena tidak menutup kemungkinan bahwa hal yang terjadi selama proses persalinan tidak sama seperti yang telah direncanakan. Sehingga tindak penyesuaian yang terjadi diharapkan dapat menguntungkan bagi ibu, bayi, dan tenaga kesehatan yang bertugas. 

Hak-Hak Dasar

Seorang calon ibu berhak untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan jelas terkait manfaat dan risiko dari tes yang dilakukan, treatment yang diberikan, obat yang diterima, dan seluruh prosedur yang akan dijalani. Selain itu seorang calon ibu juga berhak untuk mendapatkan informasi terkait profil dan kualifikasi dari tenaga medis yang bertugas. Tanyakan latar belakang pendidikan, pengalaman yang dimiliki, ataupun pertanyaan lain yang kiranya dapat menghilangkan keraguan selama proses persalinan. Dengan mengetahui seluruh informasi terkait proses persalinan dengan jelas, calon ibu bisa membayangkan rangkaian proses yang akan dijalani. Apabila masih terdapat keraguan akan suatu hal, calon ibu juga berhak untuk merubah keputusan. 

Memilih prosedur persalinan yang sesuai dengan agama, kepercayaan, maupun adat istiadat yang dianut juga merupakan hak yang dimiliki oleh calon ibu. Hal ini juga berhubungan dengan hak untuk menerima atau menolak suatu prosedur, tes, dan intervensi medis yang tidak dibutuhkan, termasuk pemantauan janin dan episiotomi (gunting vagina, proses memperluas jalan lahir).

Hak Saat Melahirkan

Calon ibu berhak untuk mengetahui apakah akan dilakukan proses induksi kelahiran atau tidak beserta dengan alasannya. Induksi kelahiran adalah proses merangsang kontraksi otot-otot rahim agar ibu bisa melahirkan normal melalui jalur vagina. Proses ini tidak wajib dilalui oleh seluruh calon ibu, hanya calon ibu dengan kondisi tertentu yang direkomendasikan melakukannya.

Memilih posisi saat melakukan proses kelahiran juga merupakan hak yang didapatkan oleh calon ibu. Jika tidak terdapat batasan kondisi medis, calon ibu seharusnya bisa melahirkan dengan posisi apapun. Komunikasikan dengan pihak rumah sakit terkait kebijakan posisi persalinan.

Hak Pasca Melahirkan

Terdapat banyak manfaat kontak kulit antara ibu dengan bayi yang baru lahir. Maka dari itu, ketika tidak ada halangan dari kondisi medis, ibu berhak untuk memiliki pertemuan dengan bayi sejak sesaat setelah proses kelahiran untuk membangun ikatan batin. Selain itu, ibu juga berhak untuk melakukan proses menyusui secara langsung. Namun apabila tidak mampu atau tidak berkenan, seorang ibu juga berhak untuk memberikan ASI melalui bantuan botol susu.

Seorang ibu memiliki hak atas anaknya untuk menolak tes medis yang tidak dibutuhkan jika bukan terkait masalah kesehatan ibu dan bayi. Contoh tes yang dimaksud adalah pengukuran panjang, penimbangan, dan cek darah pada bayi. Tidak semua tes perlu dilakukan sesaat setelah proses kelahiran. Komunikasikan dengan dokter untuk mengetahui tes apa saja yang dibutuhkan dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Pada dasarnya, proses kelahiran adalah peristiwa yang dinanti oleh calon ibu, keluarga, bahkan calon bayi itu sendiri. Sehingga jangan ragu untuk menyampaikan pendapatan atau menanyakan pertanyaan agar dapat tercipta rangkaian proses persalinan yang aman, nyaman, dan membahagiakan.

Jangan lupa untuk membaca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme!

 

Sumber:

Zapata, K. (2022). How to Advocate for Yourself and Your Baby During Delivery. Healthline. [online]. https://www.healthline.com/health/pregnancy/advocate-for-yourself-during-delivery