Logo NewFemme
Vaksin HPV: Pencegah Kanker Serviks yang Penting Bagi Wanita

Vaksin HPV: Pencegah Kanker Serviks yang Penting Bagi Wanita

Kesehatan 132

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI, dalam acara Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika dan Eropa memaparkan program Transformasi Kesehatan yang salah satu pointnya berisikan tentang penambahan jumlah vaksin wajib yang semula 11 menjadi 14 jenis. Dua dari tiga jenis vaksin yang ditambahkan, yaitu PCV (pneumococcal conjugate vaccine) dan Rotavirus, bertujuan untuk mencegah penyakit pneumonia dan diare yang merupakan penyebab kematian balita tertinggi nomor 2 di Indonesia. Sedangkan vaksin HPV (human papillomavirus) bertujuan untuk mencegah penyakit kanker pada organ reproduksi wanita, khususnya serviks (leher rahim)

Di Indonesia sendiri, kanker serviks menduduki peringkat ke-2 dari 10 untuk jenis kanker terbanyak berdasarkan data dari Patologi Anatomi tahun 2010. Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan terdapat 90-100 kasus baru kanker serviks setiap 100.000 penduduk. Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh dan berkembang dari bagian serviks pada organ reproduksi wanita. Vaksin HPV bersama dengan pemeriksaan rutin merupakan langkah yang paling efektif untuk mengurangi risiko terinfeksi kanker serviks.

Siapa Saja yang Harus Vaksin HPV?

Berikut merupakan kelompok orang yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

  1. Anak berusia 11-12 tahun. Pemberian vaksin dapat dimulai ketika anak masih berusia 9 tahun.

  2. Orang dengan usia dibawah 26 tahun yang belum menerima vaksin HPV saat masih anak-anak maupun remaja.

  3. Orang dewasa dalam rentang usia 27 - 45 tahun kurang disarankan untuk menjadi penerima vaksin HPV. Manfaat vaksin HPV pada rentang usia ini dirasa kurang maksimal karena banyak orang yang diperkirakan telah terinfeksi virus HPV. Diskusikan dengan dokter apabila ingin melakukan vaksinasi.

Berapa Dosis Vaksin HPV yang Dibutuhkan?

Vaksin HPV diberikan dalam rangkaian penyuntikan. Anak-anak yang telah menerima dosis vaksin pertama sejak usianya dibawah 15 tahun membutuhkan dua dosis vaksin HPV. Sedangkan untuk orang yang baru menerima dosis vaksin pertamanya di usia lebih dari 15 tahun atau orang dengan gangguan sistem imun, membutuhkan tiga dosis vaksin HPV untuk mendapatkan perlindungan maksimal.

Apakah Vaksin HPV Efektif Mencegah Kanker Serviks?

Pengujian klinis telah membuktikan bahwa vaksin HPV sangat efektif untuk mencegah infeksi terhadap organ serviks diberikan kepada orang yang belum terpapar virus HPV, yaitu sebelum seseorang melakukan hubungan seksual. Bahkan, 1 dari 3 jenis vaksin HPV yang telah berlisensi, yaitu Gardasil 9, terbukti dapat menurunkan risiko infeksi serta penyakit prakanker dan kanker pada organ serviks, vagina, dan vulva hingga nyaris 100%.

Apakah Vaksin HPV Aman?

Jawabannya adalah iya! Observasi yang telah dilakukan selama lebih dari 12 tahun menunjukkan bahwa vaksin HPV tidak memiliki efek samping serius. Efek samping utama yang dijumpai adalah rasa pegal pada titik penyuntikan vaksin, sama seperti efek dari vaksinasi lainnya. Sebagai langkah pencegahan, seluruh penerima vaksin disarankan untuk duduk atau berbaring sejenak selama 15 menit setelah menerima vaksin untuk dilakukan observasi terhadap efek samping yang mungkin terjadi.

Mengapa Vaksin HPV Penting?

Kombinasi antara vaksin HPV dengan pemeriksaan rutin merupakan pencegahan terbaik untuk melawan kanker serviks. Vaksin HPV juga berperan untuk mengurangi risiko kanker di organ lain selain serviks.

Tidak hanya melindungi orang yang telah menerima vaksin, dengan melakukan vaksinasi HPV kita juga mengurangi risiko penyebaran infeksi pada orang yang belum menerima vaksin. Studi terhadap program vaksin HPV pada 60 juta wanita di 14 negara berpendapatan tinggi menunjukkan bahwa setelah 8 tahun program berjalan, kejadian penyakit kelamin pada wanita usia 25-29 berkurang 31%, 48% pada pria berusia 15-19 tahun, dan pada pria 20-24 tahun berkurang 32% jika dibandingkan dengan periode sebelum program vaksinasi dilaksanakan.

Perlu diperhatikan bahwa vaksin HPV tidak serta merta dapat melindungi seluruh penyakit menular seksual ataupun dapat menyembuhkan infeksi oleh virus HPV yang telah terjadi. Maka dari itu, dengan tidak merokok, menggunakan alat kontrasepsi secara  bijak, dan tidak berganti-ganti partner seksual merupakan gaya hidup yang perlu diterapkan sedini mungkin untuk mencegah infeksi virus HPV penyebab kanker serviks, bahkan ketika belum menerima vaksin HPV.

Baca artikel kesehatan lainnya hanya di Newfemme.

 

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks. Kanker Kemenkes RI. [online]. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKServiks.pdf

National Cancer Institute. (2021). Human Papillomavirus (HPV) Vaccines. National Institute of Health. [online]. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet